Kamis, 22 November 2012

(FF) Wind Love #Part 2

Cover by KyuPpa (Latifa Nurkhalisa)


Title       : Wind Love
Author  : WooLan (Wulan Damayanti)
Cast       : Lee Hyun Ah (Hyura) (OC)
-          Other cast bisa dilihat dalam cerita
Genre   : Romance, Friendship
#Part 2
                Malam yang terang benderang menyinari seorang Princes ddengan Prince-nya. Pasangan itu terlihat serasi sekali dengan warna pakaian yang mereka kenakan. Langkahnya sama, satu tujuan. Matanya berseri-seri seperti bintang yang berkelap-kelip. Sinar senyumnya seperti rembulan yang menyinari kegelapan itu. Itulah seorang pasangan yang serasi, areumdaun yeoja dengan meosjin namja yang sama-sama humoris. Itulah Lee Hyun Ah dan Ok Taecyeon.
“Now, eodiganeungeoya?” tanya Hyura sembari menatap Taecyeon.
“To Beautiful places!” jawab Taecyeon.
“Beautiful places?!!!” Hyura mengerutkan keningnya.
“Neo, alhwagsilhi..” jawab Teacyeon tersenyum menatap Hyura yang kebingungan.
“Oh… Nan hwagsi!!!” ucap Hyura teringat suatu tempat kencan pertamanya.
“Mwo?”
“Hmmm…. Secret!” jawab Hyura sembari tersenyum.
***
                Malam hari yang sama, di sebuah Bandara. Seorang namja keluar dari sebuah pesawat. Penampilannya sangat mengagumkan. Semua mata tertuju padanya. Wajahnya very handsome dan berwibawa. Namja itu, berjalan perlahan tapi pasti. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti. Entah apa yang membuat langkahnya terhenti. Apakah dia melihat seseorang yang sangat special di hatinya? Ataukah orang yang dibencinya? Ataukah seseorang yang aneh?? Entahlah!
[ Read More.. ]

(FF) Good Day #Part 3END (Ah Hyo's Step)



Title       : Good Day
Author  : KyuPpa (Latifa Nurkhalisa)
Genre   : Romance, Friendship
Cast       :
-          Latifa Nurkhalisa K.                                          aka.                                        Park Min Gi (Min Gi)
-          Wulan Damayangti                                          aka.                                        Lee Hyun Ah (Hyura/Hyun Ah)
-          Desy Rahmah Yulianti                                     aka.                                        Shin Ah Hyo (Ah Hyo)

#Part 3: Ah Hyo’s step
                Siang hari saat waktunya istirahat, aku mengunjungi beberapa siswi yang sedang istirahat. Aku mencoba mempromosikan tentang acara Miss Contest itu. Tapi, jawabannya kurang memuaskan.
“Tidah ah.. Malu kalau ikutan Miss Contest..” jawabannya selalu itu.
“Maaf ya, ketua OSIS Ah Hyo..” sambung mereka. Aku hanya bisa tersenyum.
“Iya..”
“Tapi, acara Miss Contest itu pasti sangatlah seru!”
“Iya, tahun lalu seru lho!” sambung temannya.
“Terimakasih..”
 Miss Contest adalah acara tahunan sekolah kami. Para gadis berdandan dan tampil di atas panggung. Yang dinilai bukan hanya penampilannya saja.. seringkali yang jadi juaranya adalah peserta yang tak disangka-sangka akan menang. Itu acara utama festival budaya kami. Tapi kali ini pesertanya hanya sedikit..
“Wah, kali ini pesertanya sedikit..” gumamku.
“Ketua ikutan saja?” tiba-tiba saja suara seseorang memanggilku dari belakang.
“Meski gagal, aku akan tetap mendukung ketua..”
“Gagal apanya? Aku ini…” ucapanku terpotong ketika dua orang siswi memperhatikan kami berdua.
“Ketua OSIS Ah Hyo dan wakil ketua OSIS Yesung, duluan ya.” Ujar dua orang siswi itu. Pandangan mereka berbeda ketika menatap kami berdua.
“Bye-bye.. Hati-hati di jalan..” jawab Yesung. Mereka pun pergi dengan tertawa bahagia.
“Hai, kau tahu tidak? Mereka berpikir kau ini seorang pria..”
“Maksudmu?”

[ Read More.. ]

(FF) Good Day #Part 2 (MinGi's Love)



Title       : Good Day
Author  : KyuPpa (Latifa Nurkhalisa)
Genre   : Romance, Friendship
Cast       :
-          Latifa Nurkhalisa K.                                          aka.                                        Park Min Gi (Min Gi)
-          Wulan Damayanti                                          aka.                                        Lee Hyun Ah (Hyura/Hyun Ah)
-          Desy Rahmah Yulianti                                     aka.                                        Shin Ah Hyo (Ah Hyo)

#Part 2 : Min Gi’s Love
                Pagi ini, saat aku hendak pergi ke kantin, kulihat mading disana. Dan ternyata ada pengumuman bahwa kontestan yang kedua adalah Lee Hyun Ah! Wah, gadis itu memang luar biasa! Gadis seperti apa dia? Aku tak akan kalah!!
                Setelah itu, aku pun pergi ke kelas. Sebenarnya aku ingin ke kantin, tapi bel sudah berbunyi. Jadi, lebih baik masuk kelas saja.
“Min Gi!” tiba-tiba saja ada yang memanggilku dari belakang.
“Kau tidak ikut Miss Contest?” tanya si ketua OSIS, Park Eun Hee.
“Maaf, aku takut tampil di depan orang banyak…” jawabku dengan lesunya.
“Maaf ya.. aku tak memaksamu kok…”
“Aku juga minta maaf. Permisi, ketua OSIS..”
“Tapi sayang juga jika Min Gi tak ikut.. Padahal dia calon yang kuat untung menang.”
Aku tak tertarik dengan Miss Contest. Karena, aku hanya ingin dapat pengakuan dari…
“Donghae….” Aku pun tersenyum ceria melihatnya. Kukira dia melihatku, ternyata ia melihat seseorang disana. Ya, gadis itu. Lee Hyun Ah.
“Donghae! Maaf, sudah lama menunggu ya?” ujar gadis itu. Sepertinya mereka sangat nyaman.

[ Read More.. ]

Kamis, 30 Agustus 2012

Alhamdulillah, author udah masuk ke kelas 9.. Tak terasa yah... Langsung aja deh. Mungkin disini jarang yang nonton (cieelah ;D) blog ini. Tapi aku curcol sendiri aja gak apa-apa lah... Haha...
Mungkin kelas 9 aku punya banyak tugas terutama menjelang UN. Walau masih lama, tapi persiapan itu penting.. *Hehe... Doain juga ya semoga lulus dengan hasil yang memuaskan*
Jadi, intinya author mau minta izin (?) hiatus dulu selama hari-hari sekolah. *Thor~, kemarin-kemarin juga gak ada... keke xD Maklum, authornya lagi trainee di SM entertainment... Sabar ya... xD*
Mungkin setiap hari minggu author bakal check *this out* blog ini. Entah posting atau apa...

Mungkin posting ini gak terlalu penting. Aku rasa cukup sekian>>>>>>>> ^_^
Still waiting >>>> -_____-
Author!! Hwaiting!!!
[ Read More.. ]

Minggu, 05 Agustus 2012

(FF) Little by Little #Part 8B-END


#Part8B-END 

Title       : Little by Little
Author  : Latifa N. K. (Song Hye Ri)
Cast       : Minwoo                             as                            No Min Woo
                  IU                                         as                            Lee Ji Eun
                  Youngmin                          as                            Jo Youngmin
                  And other cast
Genre   : Love (?)

“Minwoo-ssi??”
“Minwoo-ssi??” Ji Eun menutup mulutnya seakan tak percaya.
“Maafkan aku… Aku menyesal..” Minwoo tertunduk dengan kesalahannya.
“Kau.. Benar-benar….” Ji Eun berlari meninggalkan Minwoo. Ia terlihat sangatlah sedih dengan peristiwa tadi. Ia memang menyukai Minwoo, tapi bukan ini yang ia harapkan.
                Ji Eun menangis tersedu-sedu. Ia berlari tak tentu arah. Tangannya membekap mulutnya sendiri agar tangisannya tak terdengar keras. Semakin lama, langkah kakinya melambat dan akhirnya melemah sehingga ia jatuh di trotoar jalan yang tak terlalu sepi.
“Apa yang sudah kulakukan?” Ji Eun menangis tak percaya. Dadanya terasa sesak. 
[ Read More.. ]

Sabtu, 04 Agustus 2012

(FF) Wind Love #Part 1



Title       : Wind Love
Author  : WooLan (Wulan Damayanti)
Cast       : Lee Hyun Ah (Hyura) (OC)
-          Other cast bisa dilihat dalam cerita
Genre   : Romance, Friendship

#Part 1
                Jatuh cinta. Pernahkah kalian kamu merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta? Dan pernahkah kamu merasakan bagaimana sakitnya jatuh cinta itu?
                Aku yakin kalian pernah merasakan hal itu. Dalam hidup ini tiada seorang pun yang tak pernah merasakan jatuh cinta. Apalagi disaat masa remaja. Jatuh cinta saat masa remaja itu sangat indah dan menyenangkan sekali. Jatuh cinta juga dapat membuat hidup kita lebih nyaman dan semangat menjalani hidup ini. Jatuh cinta adalah disaat kita mencintai dan menyayangi seseorang dengan sepenuh hati. Jatuh cinta merupakan hal yang sangat penting. Jatuh cinta tak bisa dibeli. Walau dengan berratus-ratus miliar, beribu-ribu gunung, berton-ton emas, maupun beribu-ribu pulau, jatuh cina tidak bisa dibeli. Awalnya jatuh cinta memang menyenangkan, membuat kita berbunga-bunga. Tapi adakalanya jatuh cinta dapat menjerumuskan kita ke dalam hal-hal yang tak dapat kita ketahui. Cinta dapat menjerumuskan seseorang menjadi seseorang yang tidak berperikemanusiaan. Cinta dapat membuat kita melakukan sesuatu hal yang nekad. Dan Cinta juga dapat membuat akal dan pikiran kita menjadi sempit yang membuat kita melakukan sesuatu hal yang negative.
                Entahlah, mengapa cinta jadi seperti ini? Apakah kesetiaan antara sebuah pasangan sudah tidak ada lagi?? Ataukah zaman yang membuat semuanya berubah? Mungkinkah percintaan itu hanyalah sebagai sebuah permainan saja?? Ataukah banyak orang ketiga yang hilir mudik menghampiri sebuah pasangan itu, yang menyebabkan perselisihan?? Entahlah. Apa yang sedang terjadi di dunia ini? Tapi, kuharap hubungan kami tetap abadi selamanya. Tak akan terjadi sesuatu hal yang buruk…”
[ Read More.. ]

Selasa, 26 Juni 2012

(FF) My Tears #Part 6-END


Cast       : IU                         as                            Lee Ji Eun (Ji Eun) Me
                 Youngmin          as                            Jo Youngmin (Youngmin)
                 Minwoo             as                            No Min Woo (Minwoo)
And the other
Genre   : Friendship, life, romance.

#Part 6
Huft.. Kini, aku tidak bisa berbicara dengan mereka lagi. Mereka pasti akan menghapus bulletin board ini. Sebenarnya, aku tak ingin menghapus semua ini. Tapi, aku tak ingin memberatkan sahabatku itu. Kali ini Aku takkan menyerah menghadapi apapun.. Akan kutempuh jalan di depan mataku. Itu bukan jalan yang lurus melainkan jalan yang bergelombang, tanjakan yang berat dan gang kecil yang tak dapat kulewati. Terkadang aku tak dapat maju karena angin bertiup dan hujan turun.
                Hari ini, tanggal 30 Mei. Aku akan mencatatnya sbg hari yang sangat bersejarah dalam hidupku. Aku bersyukur sekali bisa merasakan semua ini. Semua ini menjadi pelajaran yang paling berharga bagiku. Kelak, ketika aku memiliki keluarga aku akan meceritakan kepada mereka pengalaman berhargaku ini. Dimulai dari penindasan, tumbuhlah sebuah persahabatan bahkan benih-benih cinta.. Cit cuiww!! Prikitiew! Haha XD
……………
                Sepulang sekolah, aku pergi ke restaurant tempat aku bekerja part time. Semoga saja hari ini pelanggan tak terlalu banyak, aku ingin segera pulang. Letih sekali rasanya.. Tapi aku cukup senang dengan semua ini.
“Lee Ji Eun?” tiba-tiba saja seseorang mengagetkanku dan suaranya sudah tak asing lagi bagi telingaku ini. Dia pemilik restaurant ini. Pasti ada yang hendak ia bicarakan.
“Ne?”
“Sebelumnya saya meminta maaf..
[ Read More.. ]

Sabtu, 23 Juni 2012

(FF) Good Day #Part 1 (Hyura's circumstances)



Title       : Good Day
Author  : Kyuppa (Latifa Nurkhalisa)
Genre   : Romance, Friendship
Cast       :
-          
P    Latifa Nurkhalisa                          as                                      Park Min Gi (Min Gi)
-          Wulan Damayanti                         as                                     Lee Hyun Ah (Hyura/Hyun Ah)
-          Desy Rahmah Yulianti                   as                                        Shin Ah Hyo (Ah Hyo)

#Part 1: Hyura’s circumstances
                Di dunia ini ada dua jenis manusia. Orang yang bisa jadi peran utama dan yang tak bisa. Tentu saja aku jenis orang yang terakhir. Ucapan itulah yang kupikirkan di benakku saat  melihat poster yang berjudul “Join the Miss Contest”. Itu adalah sebuah kegiatan yang rutin dilaksanakan ketika ada festival budaya sekolah. Oh ya, aku sempat lupa. Aku belum memperkenalkan namaku. Apa kalian ingin tahu siapa namaku? Sepertinya tidak.. Huft.. Baiklah. Namaku Lee Hyun Ah. Panggil saja Hyura.
“Poster festival budaya tahun ini bagus ya.. Dibanding dengan ini…” kulihat poster sama yang kami buat dalam kegiatan klub PKK.
“Rasanya aku tidak percaya diri, mau ditaruh dimana?” akhirnya kuputuskan untuk menempelnya di paling samping. Namun, tanpa kuduga seseorang mencabutnya dari sana.
“Jangan ditempel di bawah seperti itu, Hyura.. Bukannya masih ada ruang kosong?” tanya pria itu padaku.
“Eh? Donghae?” Donghae memindahkannya ke tengah.
[ Read More.. ]

Senin, 18 Juni 2012

Profil CNBLUE

awalnya CNBLUE ini adalah sebuah band indie yang berasal dari negri gingseng. yang bergenre rock, pop rock, power pop. mereka memulai debut pertama mereka di jepang pada tanggal 19 agustus 2009 dengan menghasilkan sebuah mini album yaitu now or never.

kisahnya akan di mulai dari pertama ke 4 member CNBLUE ini bertemu dan menjadi sebuah band.

awalnya Jung Yong Hwa , Lee Jonghyun dan Minhyuk mengikuti sebuah audisi yang di adakan oleh menejemen FNC. ketiga orang ini adalah orang-orang yang terpilih dari beribu-ribu orang yang mengikuti audisi itu. Dan inilah awal mula terbentuknya CNBLUE.

//////////////////////////////////////////

saat itu Jungshin belum bergabung dengan CNBLUE. awalnya jungshin belajar fotografi. saat dia sedang pergi ke Hongdae, dia bertemu dangan manager FNC dan menyuruhnya untuk mengikuti audisi.

saat di jepang mereka pernah merasakan hidup miskin loh!!

jadi, mereka ini di kirim oleh agensi mereka ke jepang untuk mendapatkan pengalaman dari sana.
saat di jepang mereka kemanapun harus berjalan kaki, karena tiket kereta bawah tanah di anggap mahal oleh mereka.(saat itu jungshin belum bergabung).

saat itu mereka hanya di bekali uang oleh agensi yang cukup untuk menyewa rumah saja. dan untuk biaya hidup mereka harus cari sendiri.

saat mereka kembali ke korea ( jungshin sudah bergabung karena kwangjin memutuskan untuk keluar)
mereka merilis album " blue tory" dan title track " i'm a loner ". dan lagu "i'm a loner " pun melejit dengan sukses dan selalu menempati posisi teratas.

mereka juga pernah menjadi band pembuka band linkin park. dan katanya linkin park sendiri yang meminta CNBLUE untuk menjadi band pembuka setelah membaca profil mereka.


1. Jung Yonghwa
 
Name: Jung Yong Hwa (정용화)
Nickname:Yonghwa
Birthdate: 22/06/1989
Position: Guitar & Vocal
Height: 180cm
Weight: 63kg
Blood Type: A
Debut Actor: You’re beautiful as Kang Sin-woo









2. Lee Jonghyun

Name: Lee Jong Hyun (이종현)
Nickname: Jonghyun
Birthdate: 15/05/1990
Position:Guitar & Vocal
Height: 182cm
Weight: 64kg
Blood Type: O

This is my idol!!!









3. Kang Minhyuk

Name: Kang Min Hyuk (강민혁)
Nickname: Minhyuk
Birthdate: 28/06/1991
Position: Drummer
Height: 184cm
Weight: 60kg
Blood Type: A









4. Lee Jungshin

Name: Lee Jung Shin (이정신)
Nickname: Jungshin
Birthdate: 15/09/1991
Position: Bassist
Height: 186cm
Weight: 66kg
Blood Type: A
He replaced former member Kwon KwangJin! 
[ Read More.. ]

(FF) Little by Little #Part 8


#Part 8


Title       : Little by Little
Author  : Latifa N. K. (Song Hye Ri)
Cast       : Minwoo                             as                            No Min Woo
                  IU                                         as                            Lee Ji Eun
                  Youngmin                          as                            Jo Youngmin
                  And other cast
Genre   : Love (?)

HAPPY READING…

Tak lama, pelayan datang membawa pesanan.
“Oh ya, Saengil Chukkaehamnida, Kak…” Youngmin memberikan sebuah hadiah.
“Ah, Gomawo…” jawab Ji Eun.

“Ada satu lagi…” sambung Youngmin. Tiba-tiba ucapannya terhenti saat ada telepon dari seseorang yang menelepon Minwoo.
“Ah? Ok.. Baiklah…” itu yang terdengar dari mulutnya.
“Hmm, aku duluan ya.. Ada sesuatu yang harus kukerjakan.. Youngmin, mian, aku tidak bisa menemanimu.. Jaga mereka berdua.. Ok? Oh ya, aku pamit… Bye..” Minwoo pergi tanpa meminum satu kalipun dari minuman yang ia pesan. Ada apa dengannya? Apa ia benar-benar marah? Sebelumnya, Minwoo belum pernah marah seperti ini.. Apa Ji Eun sudah kelewatan? Tapi, bukankah mereka tidak memiliki hubungan special? Lalu, mengapa harus marah jika aku membuat janji dengan Youngmin?
“Ada apa dengannya?” tanya Youngmin sembari meminum cappucinonya. Ji Eun dan Hyeri hanya menggelengkan kepala.
“Oh ya, Youngmin, katanya kau memiliki hadiah lain untuk Ji Eun?” tanya Hyeri.
“Oh ya! Hampir saja aku lupa… Sebelumnya, mianhae jika aku bersikap lancang, kak… Mengenai itu, noona menyukaiku.. Aku juga.. Sekarang aku sudah tidak memiliki pasangan, jadi apa kesempatan itu masih terbuka untukku, kak?” ujar Youngmin mendekati Ji Eun/
“Would you be my girlfriend?” Youngmin tiba-tiba mendekati Ji Eun. Ji Eun terlihat sangat kaget. Ia diam seribu bahasa.
“Ah, Youngmin? Kau benar Youngmin? Mengapa harus kau? Mwo? Seharusnya aku senang..” batin Ji Eun dalam hati.
“Ji Eun-ssi?” Hyeri membuyarkan lamunan Ji Eun.
“Ah? Hmm, Mianhae.. Aku belum bisa menjawabnya sekarang.. Ehm, aku duluan ya.. Bye!” Ji Eun segera menarik tasnya dan pergi keluar. Youngmin pun terlihat kecewa dan duduk kembali dengan lesunya.
“Kau? Kau tak apa-apa?” tanya Hyeri yang melihat wajah Youngmin. Youngmin hanya melirik Hyeri tanpa menjawab apapun.
********
Ji Eun P.O.V
“Ya Tuhan, apa yang telah aku lakukan? Seharusnya aku menerimanya.. Babo!!!” gumamku. Aku pun berjalan mengikuti arus angin. Akhirnya aku teringat akan ucapan Minwoo. Kami berjanji untuk pergi meneropong bintang. Tapi, semuanya batal. Semuanya tidak akan pernah terjadi. Babo! Seharusnya aku kembali ke Café dan menerima Youngmin. Tapi, apa aku tidak akan terlihat malu?
“Apa yang harus kulakukan?? Ah, Ji Eun! Bersikaplah dewasa!” aku pun memutuskan untuk pergi ke tempat meneropong bintang. Walaupun Minwoo tidak ada disana, tapi setidaknya aku ingin melihatnya sendirian..
                Sesampai disana, kulihat seorang pria yang sedang kedinginan duduk di kursi sembari menatap tempat itu. Wajahnya mirip dengan Minwoo. Apa itu benar-benar Minwoo? Aku memutuskan untuk berpura-pura melewatinya, dan ternyata benar. Minwoo!
“Ah?! Minwoo-ssi?” sapaku dengan terlihat kaget. Minwoo hanya diam tidak memberikan ekspresi apapun. Awalnya terlihat kedinginan, sekarang ia menutupi perasaan dingin itu.
“Kau marah?”
“Untuk apa aku marah?” jawabnya.
“Ah, bukankah kita akan meneropong bintang?”
“Bukankah sudah dibatalkan?”
“Bukankah kita sudah berada disini?”
“Bukankah kau berjanji dengan Youngmin?”
“Bukankah.. Ah, terlalu banyak bukankah! Ayo masuk!” ujarku berusaha menarik tangan Ji Eun.
“Kau ini wanita seperti apa? Apa ini Lee Ji Eun?” Minwoo membuka mulut.
“Maksudmu?”
“Ternyata Lee Ji Eun adalah wanita yang selalu mempermainkan hati pria..”
“Mwo?!!! Apa maksudmu?!!!” Minwoo hanya tersenyum licik.
“Minwoo?” ucapku lagi.
“Tolong jangan hadir di pikiranku lagi…” ucap Minwoo. Aku pun kaget.
“Mwo?!! Minwoo-ssi? Apa maksudmu?” Minwoo pun pergi. Apa yang terjadi? Aku pun memutuskan untuk meneropong bintang sendirian….
Minwoo P.O.V
“Ternyata Lee Ji Eun adalah wanita yang selalu mempermainkan hati pria..”
“Mwo?!!! Apa maksudmu?!!!”
“Minwoo?”
“Tolong jangan hadir di pikiranku lagi…”
“Mwo?!! Minwoo-ssi? Apa maksudmu?” aku pun pergi. Rasanya ucapan ini spontan  terjadi. Saat akan meninggalkan tempat itu, aku kembali teringat dengan ucapan Gyu Ri.
“Cintailah Kak Ji Eun… Karena aku tahu, kau sangat mencintainya… Meski kau coba melupakannya, tapi hatimu tidak dapat dibohongi.. Sebentar lagi, aku tidak bisa disisimu seperti saat ini. Jadi, kumohon… Kabulkan permintaan terakhirku ini..”
“Ah, mengapa ketika aku ingin melupakan Ji Eun, Gyu Ri selalu ada dipikiranku… Seharusnya kau tak membuat permintaan seperti itu, Gyu Ri….” Ucapku. Aku pun terpaksa kembali menghampiri Ji Eun.
“Ah, sendirian….” Ujar Ji Eun yang sudah membeli tiket. Ia pun membalikkan badannya dan menemukanku sudah berada di belakangnya.
“Minwoo?”
“Ayo masuk..”
“Tiketnya?”
“Aku sudah membelinya… Kajja!” aku dan Ji Eun pun pergi masuk untuk meneropong bintang. Kebetulan sekali hanya ada beberapa orang saja yang akan meneropong, jadi kami bisa merasa puas.
*******
(Café)
“Sebaiknya kita pulang?” ujar seorang namja yang terlihat sudah bosan diam di café.
“Baiklah.. Ji Eun juga sudah pulang…” jawab Hyeri. Mereka berdua pun pergi keluar dari café. Youngmin menyalakan motornya.
“Sebaiknya kau pulang bersamaku.. Ini sudah malam.. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan..” saran Youngmin membuka kaca helm-nya.
“Ah, tidak usah.. Rumahku sudah dekat.. Aku bisa naik taxi..” Hyeri memandang ke arah jalan raya untuk mencari taxi.
“Akan butuh waktu lama untuk menunggu taxi.. “
“Baiklah.. Gomawo..” Hyeri dan Youngmin pun pulang bersama. Malam ulang tahun Ji Eun yang telah Youngmin siapkan gagal total. Ia hanya bisa mengelus dada.
********
                Suasana sepi dan hening sangat terasa di tempat meneropong bintang itu. Mungkin hanya ada tiga pasangan kekasih yang ada disana. Dan juga satu pasangan sahabat (Minwoo dan Ji Eun).
“Ah, bintangnya terlihat terang…” Minwoo melihat sesuatu dari teropong bintang.
“Jinjja? Coba kulihat!” Ji Eun menggeser tubuh Minwoo.
“Dimana? Aku tidak melihatnya?” Ji Eun terus saja penasaran.
“Memang tidak ada…” jawab Minwoo menahan tawa.
“Kau ini!” Ji Eun melepaskan teropong bintang itu.
“Sepertinya cuaca sudah mendung.. Percuma juga kita meneropong bintang..” sesal Ji Eun.
“Bukankah bintangnya ada di depanku?” canda Minwoo.
“Maksudmu, aku? Ah, aku tak suka.. Aku tidak sebaik dan seindah bintang.. Aku juga tidak ingin menjadi bintang, yang hanya muncul saat malam hari.. Disaat mendung, bintang tak nampak.. Aku tidak mau disamakan seperti itu..”
“Ah, jinjja??”
“Hmm… Tentu saja…”
“Aku tahu Youngmin menyatakan cinta padamu tadi. Maka dari itu, aku pergi…”
“Lalu?”
“Kau menerimanya?”
“Belum..”
“Waeyo??”
“Ah… Mengapa membicarakan tentang ini?”
“Bukankah kau menyukainya?”
“Ayo pulang…” Ji Eun seakan enggan untuk membicarakan hal itu. Ji Eun pun pergi.
“Jamkkan!!” Minwoo menarik tangan Ji Eun sehingga Ji Eun berada di hadapannya dan akhirnya, mereka pun berciuman (teeett… dilarang!!)
“Minwoo-ssi??”
THE END

(Haha.. Mian endingnya garing banget… Haha.. Mianhae ya… Gomawo sudah mau baca cerita perdana saya (selain yang My Tears ini termasuk perdana juga. Haha .. Hehe…)
[ Read More.. ]

(FF) My Tears #Part 5


Cast       : IU                         as                            Lee Ji Eun (Ji Eun) Me
                 Youngmin          as                            Jo Youngmin (Youngmin)
                 Minwoo             as                            No Min Woo (Minwoo)
And the other
Genre   : Friendship, life, romance.
Kutempuh perjalanan dengan menaikki bis yang seperti biasanya. Sesaat kulirik tempat duduk di sampingku. Sepertinya wajahnya sudah familiar. Rasanya aku mengenalnya. Benar! Dia..Suzy..
“Ji Eun?” sapa Suzy dengan terkejutnya. Aku hanya tersenyum kebingungan. Bingung harus menghadapinya seperti apa. Aku takut dia akan mempermalukanku di bis. Tapi, itu sangatlah tidak mungkin.
“Su Ji?” jawabku. Seketika wajahnya terkejut dan memelototiku.
“Su Ji?! Bukan Su Ji! Suzy.. S-U-Z-Y.. Suzy..” ternyata, ia tidak mau dipanggil Su Ji. Apa ada yang salah? Menurutku, itu sama saja.
“Mengapa tersenyum?” tanya Suzy melihatku tersenyum.
“Ah, ania.. Mianhaeyo..” aku pun menundukkan kepalaku dan tidak mau memulai percakapan dengannya. Aku malu padanya.. Entah apa yang membuatku malu.

“Ji Eun~ah.. Maafkan aku…” Suzy tiba-tiba berbicara ditengah keheningan.
“Maaf? Maksudmu?”
“Aku tahu kalian saling menyukai. Tapi aku tetap bersikeras agar dia menjadi milikku…” Suzy pun tertunduk. Sungguh, aku tidak mengerti dengan apa yang ia kemukakan.
“Maaf, aku tidak mengerti..”
“Apa aku harus menyebutkan namanya?” aku pun mengangguk.
“Aisshh~ sudahlah, lupakan…”
……………..
                Sesampainya di sekolah, aku dan Suzy disambut hangat oleh Yuri dkk. Ternyata, di belakang mereka telah ada Youngmin. Ya sudah, tak apa. Suzy pasti sangatlah senang.
“Annyeong!” sapa Suzy. Aku hanya memberikan salam senyuman pada mereka semua. Yuri pun mendorongku kecil kearah samping sehingga aku tidak mengikuti apa yang mereka lakukan.
“Youngmin! Apa yang kau lakukan disana?” tanya Tiffany yang bingung melihat Youngmin tetap diam. Ternyata ia memperhatikanku. Aku tak menyangka. Tapi, untuk apa aku peduli? Aku memutuskan untuk jalan.
                Tiba-tiba SREKKK (?) terdengar suara sesuatu yang sobek. Seketika, Yuri dkk tertawa kearahku. Perasaanku sudah tak enak. Pasti mereka melakukannya lagi. Aigoo~….
“Hahahaha!!!! Kyaa~! Kau ingin memamerkan kakimu yang jelek itu, hah?”
“Roknya sobek! Pasti sudah bertahun-tahun rok itu kau pakai? Haha…” perkataan itulah yang mengenai hatiku. Mereka sungguh keterlaluan. Ketika aku mencoba untuk menutupi ini semua, Youngmin terlihat ikut tertawa. Ini sungguh membuatku muak! Aku sudah muak!
“Cukup!! Aku sudah tidak kuat lagi! Kalian tahu bagaimana rasanya diperlakukan seperti ini, hah?! Jika kalian berada di posisiku, apa yang kalian rasakan?! Kalian pikir kalian adalah manusia paling sempurna di muka bumi? Salah! Jika ada angka 1-10 untuk memilih bagaimana kepribadian kalian, semuanya tidak ada yang termasuk!” mereka semua terkejut kaget melihatku marah.
“Oh? Kau berani?!”
“Ya! Aku berani! Kita semua sama!!! Jadi, berhentilah! Kumohon…” aku pun berlutut pada Yuri. Matanya menunjukkan kemarahan yang begitu besar, aku tidak mau sesuatu terjadi lagi. Lebih baik aku yang mengalah.
“Hahaaaahhahah..” mereka pun tertawa meninggalkanku yang berlutut seperti ini.
“Sungguh, wanita tidak tahu diuntung!! Aarrgrgghh~~~!!”
…………………
Suzy P.O.V
                Ketika kulihat Ji Eun berlutut, rasanya aku sangat ingin membawanya berdiri. Tapi, berat sekali. Aku ingin apa yang ia harapkan terkabulkan. Ji Eun, kau pikir aku tidak merasakan apa yang kau rasakan? Aku juga pernah berada di posisimu. Jadi, jangan seperti itu.
“Yuri~ah, sebaiknya kita hentikan semua ini.” Usul Tiffany saat di tengah perjalanan ke kelas.
“Tidak… Satu kali lagi, aku akan merasa puas..” semua yang kita lakukan pasti berdasarkan akal dari kami semua. Namun, kali ini Yuri tidak mau mengakhirinya sebelum ia merasa puas. Tidak ada orang yang tidak menurut dengan apa yang diucapkan dan diperintahkan oleh Yuri.
Suzy P.O.V end
…………..
                Aku pun berjalan sendirian menuju kelas. Suasana hening pun kembali terjadi. Semuanya memperhatikanku dan menatap tajam kearahku. Ah, ini terjadi kembali. Setelah kemarin berbeda, sekarang sudah terjadi kembali. Huft…
“Aissshh~..” seorang pria sengaja memajukan kakinya ketika aku berjalan (menendang) sehinga aku pun terjatuh. Ketika itu, ia menghampiriku bersama teman yang lainnya.
“Kau LJE itu kan? Wah, kau sungguh sangat berani!”
“LJE.. Kau ini memiliki moral tidak?!”
“Hei.. kau ingin menunjukkan tubuhmu pada kami?” seorang pria yang menendangku itu menghampiriku dan memegang kerah seragamku. Aku pun berusaha melepaskan tangannya namun sangat sulit.
“Hei. Ada apa ini?!” ujar Kim Songsaengnim. Syukurlah.. guru datang.. Tapi, Minwoo?! Mengapa dia ada disini?!
                Minwoo tersenyum padaku dan terlihat marah ketika menatap pria yang menggangguku itu. Akhirnya, aku dibawa ke ruang BK bersama Minwoo.
……………..
“Tadi, Minwoo melaporkan bahwa ada sedikit keributan di koridor sekolah. Jadi, saya harus melihatnya..” ujar Kim Songsaengnim berusaha menjelaskan semuanya. Aku hanya bisa menjawabnya dengan anggukkan dan senyuman kecil.
“Baiklah, sekarang kau boleh masuk ke dalam kelas. Bel sudah berbunyi…” aku pun segera pergi dengan memberi salam. Minwoo mengikutiku dari belakang.
“Kau kenapa mengikutiku?” tanyaku sembari berjalan.
“Siapa? Aku akan pergi ke kelas…”
“Kelas yang sama denganku?”
“Mungkin saja.. Aku pindah sekolah..”
“Apakah ada yang bertanya?” gumamku. Kelas sudah hampir dekat.
………………..
Suzy P.O.V
                Aku hampir saja lupa. Hari ini ujian mata pelajaran Sejarah. Apa mungkin aku bisa? Tapi, ada sesuatu hal yang mengganjal di hatiku. Kalian tahu? Pastinya… Yuri membuat ulah kembali.
“Ehmm, apa aku boleh meminjam penghapusnya?” di tengah keseriusan ini Ji Eun meminjam penghapus pada teman di sebelahnya. Namun, Yuri sengaja mencegahnya dan memberikan penghapus miliknya. Penghapusnya pun ia over kepada teman yang lain agar tidak perlu keluar dari bangkunya.
           Ketika kulihat, ternyata disana ada beberapa tulisan berisi jawaban soal. Yuri sengaja melakukannya. Seketika, kuhapus semuanya. Aku mencoba untuk menyelamatkannya.
“Kyaa~..” Yuri mencoba mencegahku ditengah keheningan ini.
“Kwon Yuri? Apa yang kau lakukan?!” ujar Seongsaengnim.
“Ah… Ania, seongsaengnim…” ketika seongsaengnim tengah menikmati dunianya sendiri, Tiffany berkata, “Ini sudah tidak lucu lagi. Kita sudahi saja hal ini.”
“Mwo?!” kali ini volume suaranya dikecilkan. Tiffany menyakinkan Yuri dengan anggukannya.
                Aku senang! Sungguh! Aku bisa membantunya! Aku pun menengok padanya. Ji Eun tersenyum padaku! Walaupun hanya sebentar, aku amat sangat gembira! Entah apa yang akan terjadi setelah ini. Tapi aku ingin terus berubah! Tapi ingat! Bukan berubah menjadi power ranger…. Haha..
Suzy P.O.V end
………………………
                Sepulang sekolah, aku segera pergi ke rumah. Restaurant libur hari ini. Jadi, aku tidak perlu bekerja. Syukurlah. Oh ya, aku senang! SuJi ehm, Suzy maksudku, dia membantuku…. Dia mungkin sekarang berada di pihakku. Mungkin.. L
                Kubuka bulletin board.. Aku sudah tak sabar membuka laptop baruku. Entah dari siapa tapi aku ingin segera membuka bulletin board.
“IU”
Hari ini aku senang.. ^^
“Nou”
Benarkah? Karena laptop barumu itu?
“IU”
Mwo?! Kau tahu dari siapa?! Hmm, itu salah satunya..
“Nou”
Aku ini calon shaman di Joseon… Kau tak tahu?!
“IU”
Ne?! Hahaha XD Mana ada seorang shaman berjenis kelamin laki-laki??
“Nou”
Setelah ini, bebas untuk semua kalangan…
“IU”
Hmmm, sebaiknya aku berbicara pada Zee. Haha… Zee?
“Nou”
Dia tak ada disini….
……………….
                Pagi hari yang cerah. Secerah wajahku. Hahaha.. Ketika membuka pintu kamar, Minwoo juga. Ah, aku baru sadar. Kami satu sekolah sekarang. Tapi, kenapa aku begitu sedih? Apa ada yang salah?
“Kau sudah menerima laptopnya?” tiba-tiba saja ia memulai pembicaraan. Sontak saja aku merasa kaget.
“Mwo? Ah, itu darimu??” Minwoo diam dan menyimpan senyuman liciknya. Ia berjalan keluar dari rumah kost.
“Kyaaa~! Minwoo~ah.. Apakah kau itu Nou?”
“Ne? Nou? Siapa Nou?”
“Ah.. Syukurlah…” syukurlah dia bukan Nou.
“Waeyo?”
“Ah.. Ania…” syukurlah dia bukan Nou. Karena aku menyukainya…. Tapi jika ia benar Minwoo, aku tak tahu.. Aku sungguh menyukai Nou.
………………
Suzy P.O.V
“Suzy!!” teriak Youngmin padaku. Kini kami sudah mulai dekat.
“Youngmin~ah?” jawabku. Sangat senang!!
“Bagaimana keadaan Ji Eun?” lagi-lagi ia menanyakan keadaannya. Sebenarnya ia menunjukkan sikap cueknya akhir-akhir ini pada Ji Eun, tapi tetap ia menanyakan tentang Ji Eun padaku. Dia dekat padaku karena Ji Eun. Sekarang yang terpenting aku bisa menjadi teman dekatnya.
“Kau tahu? Mereka telah menghentikan semuanya!!”
“Benarkah?! Syukurlah…..” Youngmin tersenyum bahagia tak seperti senyumannya padaku. Aku sudah tak kuat!
Kupeluk dia, “Youngmin! Apa kau tak tahu?! Aku menyukaimu! Sementara kau membicarakan Ji Eun dihadapanku… Itu sungguh menyakitkan!!” setelah aku tersadar aku telah memeluknya, aku pun berlari. Malu rasanya! Sungguh! Tapi, mengapa Youngmin tak memberikan reaksi apapun? Ia pasti kaget.
Suzy P.O.V end
…………….
“Apa kau sudah memiliki kekasih?” Minwoo memulai pembicaraannya lagi. Dan itu sontak membuatku kaget. Ia memang paling suka mengagetkan seseorang di tengah keheningan seperti ini.
“Kau paling suka mengagetkan seseorang…”
“Benarkah? Tidak juga.. jawablah..”
“Jika ya dan jika tidak bagaimana?!”
“Tidak apa-apa… Mengapa kau jadi begini?!”
                Di depan kami, Youngmin. Dia berdiri sendiri disana. Aku tersenyum padanya. Tanpa aku tahu, Minwoo memperhatikanku yang tersenyum pada Youngmin. Tiba-tiba Youngmin berlari kearahku. Ia memelukku! Apa ia tak malu memeluk orang sepertiku?!
“Kau tak apa-apa?!” ia melepaskan pelukannya.
“Belakangan ini aku menjauhimu.. Aku mencoba melupakanmu dan tak bisa.” Ia kembali dalam pelukannya. Aku tak bisa seperti ini! Aku melepaskan pelukannya. Apa?! Ada apa denganku ini?
“Mianhaeyo…”
“Waeyo? Apa ada yang salah?”
“Suzy… Dia mencintaimu..”
“Aku tahu.. Tapi aku lebih mencintaimu..”
“Tidak! Kau salah!! Kau lebih memilihnya. Aku yakin. Yakinkanlah.. Suzy yang terbaik untukmu..” kupegang tangannya dan menyimpannya dalam hatinya sehingga ia bisa merasakan detak jantungnya.
“Kau merasakannya? Ketika kau memelukku, tak ada detak jantung yang berarti. Semuanya terdengar seperti biasanya. Ketika Suzy memelukmu, kau merasakan getaran yang kuat. Itu tandanya kau menaruh hati padanya..”
“Tidak. Itu karena aku kaget.. Jadi, aku merasakan getaran.”
“Tidak. Pergilah. Sampaikanlah yang sejujurnya pada Suzy..”
“Kau tak marah?”
“Untuk apa aku marah? Itu pilihanmu. Youngmin, hwaiting!!!!” ia pun tersenyum dan pergi meninggalkanku. Walaupun terasa sesak, ini yang terbaik.
“Kau… Apa yang kau lakukan?” aku tak menjawab apa yang Minwoo lontarkan. Berjalan terus membuatku kuat.
………………..
                Di depan kelas, Yuri dkk sudah ada disana. Entah apa yang akan mereka lakukan. Apa mereka akan melakukan bahkan mengulangi kebiasaan itu lagi? Apa mereka memanfaatkan suasana hening ini untuk mempermalukanku lagi?
                Aku pun membuang pikiran negatifku ini dan berjalan perlahan mendekati mereka. Rasanya sangat jauh jarak untuk ke dalam kelas. Atau ini hanya perasaanku saja?
                Semakin dekat ke dalam kelas, semakin dekat pula ke arah mereka. Kuberjalan tertunduk melewati mereka. Aku bisa! Mereka diam hanya melihat diriku yang rendah ini. Tubuhku serasa mengecil..
“Lee Ji Eun!” Yuri memanggilku terkesan menyentakku. Sehingga membuat jantungku serasa berhenti.
“Mwo? Ehmm, ne?” jawabku masih dalam posisi menunduk.
“Aku ingin meminta maaf.” Yuri mengulurkan tangannya sembari melirik ke sekitar dengan cueknya. Seperti permintaan maaf yang memaksa.
“Ne?! Apa yang baru saja kau katakan?!” kini aku bisa membuka wajahku untuk menatapnya.
“Argghhh!! Mian!!”
“Ne? Kau meminta maaf padaku?!”
“Arghhh,…. Ne.. Arasseo?! Kajja!!” Yuri memerintahkan agar teman grupnya yang lain masuk ke dalam kelas karena jam pelajaran akan segera dimulai.
                Aku pun terdiam mengingat apa yang Yuri lontarkan tadi. Sungguh, itu sangatlah mengejutkan bagiku. :D
“Lee Ji Eun? Kau tak masuk?” tiba-tiba renunganku (?) disadarkan oleh Kim Seongsaengnim. Sepertinya beliau tahu apa yang telah terjadi. Beliau tersenyum padaku seakan merayakan sekaligus merasakan kebahagiaanku. Semoga setelah ini tidak akan terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan.
……………..
Teeeeeeeeeeeeeeeeeeeet!!!!!!!!!!! Suara bel pada jam terakhir itu sangatlah membuat kuping kepanasan. Pasti belnya rusak lagi sehingga memakai bel ini kembali. Huft…
“Ji Eun, ayo pulang..” ujar teman grupku itu.
“Ne…. Gomawo.. Kalian duluan saja ya…” kubereskan buku-buku ke dalam tasku. Mereka semua pergi terkecuali Suzy dan Minwoo yang membereskan bukunya. Kubuka ponselku dan membuka bulletin board lagi.
“IU”
Aku senang sekali!!! Hari ini Yuri meminta maaf padaku atas perlakuannya selama ini. Mejaku pun jadi bersih seolah-olah tak terjadi apa-apa. Semuanya telah berakhir!! Rasanya aku tak pandai mengungkapkannya.
“Nou”
Misalnya kau dapat merasakan kelasmu sangat ceria?
“IU”
Ya, benar. Bahkan lebih dari itu…
“Zee”
Aku sangat memahami perasaan itu. Kau benar-benar telah berusaha keras, ya.
“IU”
Tidak.. Aku sama sekali belum berusaha keras. Nantikanlah kegiatanku setelah ini! Tadinya aku mau tulis begitu, tapi mulai hari ini aku akan berhenti menulis disini.
“Zee”
Eh, kenapa?
“Nou”
Kenapa?!
“IU”
Aku sangat menyayangi kalian berdua melebihi teman-teman yang kutemui selama ini. Selama ini, aku hanya memberatkan kalian berdua dengan cerita-cerita burukku. Melarikan diri dari masalah tanpa menyelesaikannya sehingga peristiwa ini tidak selesai dengan segera. Jadi, aku tidak akan kembali kesini lagi. Aku takkan melarikan diri dari hal semacam apapun lagi. Aku harus berusaha.
“Zee”
IU, airmataku tak bisa berhenti.aku sedih.. Tapi amat sangat gembira.
“Nou”
Aku jg. Aku sangat menyayangi kalian berdua.
“IU”
Makanya ayo kita tutup bulletin board ini. Ayo kita berjalan dengan melihat ke depan saja. Periharalah persahabatan kita bertiga dalam hati! Terimakasih atas bantuannya selama ini!! Terimakasih banyak! Kalian berdua adalah sahabatku yang sangat kusayangi! Aku takkan melupakan kalian! Kita akan selalu sehati! Terimakasih. Aku sangat sangat menyayangi kalian!!
“Nou”
Tentu saja. Baiklah, aku akan menutup bulletin board ini. Suatu hari, aku akan mengingat kalian berdua. Pasti kita bertiga akan bertemu suatu hari nanti.
“Zee”
Aku juga menyayangi kalian melebihi teman grupku! Padahal kita belum pernah bertemu kan? Apalagi nanti jika kita bertemu? Haha… Bye.. ^^
                Huft.. Kini, aku tidak bisa berbicara dengan mereka lagi. Mereka pasti akan menghapus bulletin board ini. Sebenarnya, aku tak ingin menghapus semua ini. Tapi, aku tak ingin memberatkan sahabatku itu. Kali ini Aku takkan menyerah menghadapi apapun.. Akan kutempuh jalan di depan mataku. Itu bukan jalan yang lurus melainkan jalan yang bergelombang, tanjakan yang berat dan gang kecil yang tak dapat kulewati. Terkadang aku tak dapat maju karena angin bertiup dan hujan turun.
                Hari ini, tanggal 30 Mei. Aku akan mencatatnya sbg hari yang sangat bersejarah dalam hidupku. Aku bersyukur sekali bisa merasakan semua ini. Semua ini menjadi pelajaran yang paling berharga bagiku. Kelak, ketika aku memiliki keluarga aku akan meceritakan kepada mereka pengalaman berhargaku ini. Dimulai dari penindasan, tumbuhlah sebuah persahabatan bahkan benih-benih cinta.. Cit cuiww!! Prikitiew! Haha XD

Note: Ditunggu kritik dan sarannya..
Don't be a silent reader! Thank you... ^^
[ Read More.. ]

Rabu, 16 Mei 2012

(FF) My Tears #Part 4


#Part 4

Cast       : IU                         as                            Lee Ji Eun (Ji Eun) Me
                 Youngmin          as                            Jo Youngmin (Youngmin)
                 Minwoo             as                            No Min Woo (Minwoo)
And the other
Genre   : Friendship, life, romance.

Kuraih ponselku dan berlari. Aku segera menemui Youngmin dan berbicara padanya. Kuturuni tangga menuju pintu masuk. Begitu berlari melewati koridor, aku melihat Youngmin di halaman tengah.
“Youngmin!” aku segera datang padanya.
 “Untung kau masih ada di sekolah. Aku ingin menjelaskan semuanya.. Apa kau membaca sms itu?” ujarku.
“Sms apa?” tanya Youngmin bingung. Huft.. Dia belum tahu.. Syukurlah.
“Kemarikan ponselmu!” Youngmin segera memberikannya namun saat akan diberikan padaku, dia menariknya kembali dan melihat pesan masuk. Wajahnya berubah. Tanganku gemetaran. Aku takut..
Youngmin membanting ponselnya ke tanah. Sebegitu marahkah dia padaku? Saat kulihat ponselnya, disana bukan hanya ada isi pesan itu, tapi ada foto! Foto dimana aku sedang berada di pantai dengan mengenakan pakaian renang.. Dan mereka bilang di sms itu, bahwa aku memberikan foto ini pada Kim Seongsaenim agar nilaiku bagus. Sungguh!! Aku telah difitnah!! Aku tidak melakukan semuanya! Aku tidak pernah berada di pinggir pantai dengan mengenakan baju renang seperti itu.. Sungguh.. Percayalah padaku..
……………...
                Sepulang sekolah, aku menyimpan ponselku di bawah bantal dan mematikannya. Aku tidak mau mendengar suara ponsel yang berbunyi terus menerus. Aku.. Aku tidak mau! Besok, ada ulangan B.Inggris. Aku tidak bisa belajar. Aku terus memikirkan tentang masalah ini. Bagaimana jadinya besok aku di sekolah? Apa lagi yang akan terjadi? Ya Tuhan, bisakah semua ini selesai? Impianku hanya ini. Impian yang membuatku bahagia. Aku bisa terlepas dari semua ini dan menjadi teman baik mereka. Hanya itu yang kubutuhkan.
Tuk tuk tuk!
                Tiba-tiba saja terdengar suara seseorang yang mengetuk pintu. Apa itu Ahjussi si pemilik kost ini? Kurasa aku sudah membayar kost bulan ini. Ada apa ya?
“Ji Eun~ah..” ujarnya menyapaku. Ternyata dugaanku salah. Dia Minwoo.
“Kau. Ada apa?” jawabku dengan wajah yang lesu.
“Kau kenapa?”
“Tidak apa-apa. Huft, apa hanya itu saja? Jika ya, aku akan masuk.” Kali ini aku tidak bersemangat untuk berbicara pada siapapun.
“Tunggu!”
“Ne?”
“Aku dengar kau memiliki masalah di sekolahmu.. Apa benar?”
“Kau siapa? Apa aku harus menceritakannya padamu?” kututup pintu dan menguncinya. Hari ini, aku tidak mau diganggu.
………………
                Keesokannya, di sekolah. Begitu aku ke kelas, suara riuh rendah disana terhenti. Walaupun suasana menjadi tenang, semua menatapku tajam. Ada pula yang tertawa menyeringai. Begitu sampai di bangkuku, ditengah tatapan dingin yang seolah hendak menusukku, aku pun menahan nafas. Mejaku tertutup oleh banyak coretan.
“Aku sangat mencintaimu Kim Seongsaengmin” “Jangan ke sekolah” “Menjijikkan” “Gadis jelek”….
Aku berusaha mati-matian untuk menghapusnya namun sama sekali tak terhapus karena ditulis dengan pulpen berminyak. Semua menertawakan diriku yang seperti ini.
“Aaah, itu kan meja sekolah. Untuk apa kau lakukan itu?”
“Kau harus menggantinya!” saat aku hendak mengatakan sesuatu, semua pura-pura kabur.
“Wah, dia menatap kita!!”
“Bisa tertular bakterinya, nih!!” seisi kelas mulai menyerangku sebagai sasaran tunggal. Atmosfer kelas berubah dingin secara drastis. Aku terdiam seperti telah dipukul dengan senjata tajam.
Mereka semua menatapku seolah-olah aku ini benda kotor dan berbisik-bisik memfitnahku. Karena merasa sedih dan tidak tahan, begitu ulangan usai, aku langsung meninggalkan kelas. Semua mengenalku dan semua membenciku.. Banyak tatapan… Banyak orang.. Orang yang menyebarkan email fitnah itu ada di dalam sini. Siapakah dia?? Mengapa dia lakukan ini?
                Kuhampiri toilet untuk menghapus wajah murungku ini. Ketika hendak pergi ke toilet, aku berpapasan dengan Youngmin. Youngmin yang baru saja dari toilet itu akan kembali ke kelasnya. Kami pun sempat terdiam memandang satu sama lainnya. Kebetulan belum ada semua orang disana. Aku ingin sekali berbicara mengenai itu, tapi aku takut dia memotongnya lagi. Lagipula apa hubungannya dengannya?
“Lee Ji Eun!” aku terkejut mendengar suara wali kelasku. Seongsaengnim.. Ya, akan kuceritakan semuanya pada beliau. Tidak! Jika itu kulakukan, entah mereka akan berkata apa.. Tapi, bisa jadi..
“Ne..” kuberikan jawaban salam dengan menundukkan badanku 90 derajat. Kulirik Youngmin sekilas dan pergi menghampiri Seongsaengnim.
“Seongsaengnim.. Anu..” aku hendak menjelaskannya. Tapi, rasanya ceritanya terasa begitu panjang sehingga sulit untukku mengungkapkannya. Tanpa kusadari, Youngmin masih ada disana mendengarkan percakapanku dengan Seongsaengnim.
“Kemarilah!” Beliau membawaku masuk ke Ruang Bimbingan dan Konseling. Disana sudah menunggu guru Konseling dan Kim Seongsaengnim. Firasatku mulai tidak enak.
“Lee Ji Eun, apa ini?” wali kelasku mengeluarkan satu unit ponsel di depanku. Jantungku serasa akan berhenti. Yang muncul di layar ponsel itu adalah email untuk Kim Seongsaengnim berisi fotoku yang tengah memakai baju renang dan kata-kata mesum seperti “aku menyukai Seongsaengnim” dan “ciumlah aku”.
“Apa maksudnya ini, Ji Eun? Apa-apaan email untuk Kim Seongsaengnim ini?!”
                Jika kalian percaya, aku akan bilang bahwa itu bukan aku. Sungguh bukan aku! Kapan aku pergi ke pantai dengan memakai pakaian renang yang ketat seperti itu? Aku hanya pernah memakai baju kaos dan celana pendek saja.
“Kau kira Kim Seongsaengnim akan menaikkan nilai Matematikamu setelah mengirim email macam ini?!”
“Tak kusangka kau bisa melakukan hal sehina ini!” para guru terus menyalahkanku. Aku tak bisa berbicara. Aku hanya bisa berlinangan airmata dan terus menggeleng. Aku.. Takkan bisa sekolah lagi. Sebenarnya ulah siapa ini?
“Guru, sungguh. Ini bukan aku. Aku.. Aku tidak pernah memakai pakaian renang seketat itu. Apalagi mengirimkannya pada Kim Seongsaengnim. Aku.. Aku.. Aku.. Aku tidak pernah mengirimkan pesan mesum itu terhadap beliau. Sungguh!”
…………….
                Esoknya, aku tidak masuk sekolah. Pihak sekolah menyuruhku diam di rumah untuk merenung sehingga orangtuaku tidak tahu apa-apa. Mungkin di dunia ini tak ada orang yang mempercayaiku. Semua orang membenci diriku yang terasing dan kotor. Saat berpikir begitu, air mataku mengalir tak henti-henti. Nafasku sesak.. Sesak, sesak!! Siapa saja, tolonglah aku!! Tapi siapa?
                Tanpa kusadari, aku mengingat Zee, Nou, dan yang utama adalah tetanggaku itu. No Min Woo. Entah mengapa aku ingin sekali bercerita padanya. Aku tak akan menceritakannya pada Zee dan Nou. Sudah cukup untukku membuat mereka khawatir.
……………
Minwoo P.O.V
                Kunyalakan televisi. Bosan sekali hari ini. Sekolah libur dikarenakan rapat guru. Teman-teman yang lain sedang berliburan bersama pasangan dan keluarganya. Aku? Aku tidak memiliki pasangan. Keluargaku tak mungkin memiliki waktu luang. Malangnya nasibku ini…
Tuk tuk tuk!
Suara ketukan pintu di luar. Aku terpikir Ji Eun. Tetanggaku itu. Apa itu dia? Bagaimana jika dia? Dia akan menceritakan semuanya padaku? Wah, indah sekali! Haha..
“Ji Eun?” kubuka pintu dan menemukan Ji Eun tengah berdiri berbalik badan.
“Aku kira kau tidak ada..” ia segera masuk ke dalam kamarku tanpa diizinkan. Anehnya gadis yang satu ini.
“Ada apa?” kumulai pembicaraan. Sebelumnya, kuambil dulu air minum untuknya. Ia pun segera meminumnya. Hmm, sepertinya memang ada sesuatu hal yang terjadi.
“Aku.. Aku membutuhkanmu. Aku membutuhkan pendapatmu saat ini.”
“Baiklah. Semoga aku bisa membantu,”
……………….
                Tak lama, Ji Eun meminta pamit untuk pulang ke kamarnya. Aku pun mempersilahkannya. Semoga saja pendapatku ini bisa bermanfaat untuknya.
“Terimakasih..”
“Ne.. Sama-sama.. Hmm, semoga cepat selesai ya. Mengingat, kau selalu memiliki hal yang sama seperti ini. Tapi, ini lebih dari itu.”
“Tunggu! Kau bisa tahu? Darimana?”
“Bukankah kau sudah menceritakannya?”
“Bukan itu! Sebelumnya. Kau bilang aku selalu memiliki hal yang sama seperti ini. Sementara aku tidak pernah menceritakannya kepada siapapun..”
“Ah, aku hanya menebaknya saja.. Oh ya! Aku pernah melihat kakimu yang berdarah dan kulihat itu sama seperti sekarang..”
“Oh.. Baiklah.. Terimakasih..”
Minwoo P.O.V end
………………
                Paginya, aku mencoba untuk bangun. Bangun dari tidurku dan mulai pergi ke sekolah. Minwoo berkata, jika kau ingin masalah ini cepat selesai, besok aku harus sekolah. Mungkin agar aku tidak terlihat seperti siswi yang sedang merenungi kesalahannya.
                Sesampainya di sekolah, seperti biasanya, semua orang menatap diriku yang berjalan ke arah kelas. Tapi, kini tatapan mereka berbeda. Tidak seperti biasanya. Matanya tidak memberikan kesan benci terhadapku. Ada apa ini?
                Di dekat tangga menuju kelas, kulihat Youngmin sedang bersama seorang wanita. Dia Suzy. Ada apa ini? Mereka terlihat begitu akrab. Ketika aku melewati mereka, mereka acuh padaku. Seperti sedang memperbincangkan sesuatu yang lucu. Aku pun tertunduk.
                Seketika saja, aku merasakan sesuatu yang mengganjal. Apakah aku menyukai Youngmin? Atas dasar apa aku menyukainya? Apa karena ia selalu memberikan perhatiannya padaku? Bukan, bukan perhatian. Tapi, kasihaniannya. Lamunanku pun dikejutkan oleh guru yang tiba-tiba saja datang. Beliau wali kelasku.
“Ji Eun, ada yang ingin kami bicarakan..”
………………
                Aku dibawa ke ruang Bimbingan dan Konseling. Disana, sudah ada Yuri. Tunggu! Yuri? Ada apa ini? Apa Yuri lah dalang dari semua ini?
“Ji Eun?” ujar guru BK. Aku pun duduk di samping Yuri.
“Ji Eun, kau akan sekolah seperti biasa.” Ujar guru BK lagi. Syukurlah.. Aku menghela nafas. Namun, Yuri seperti memberikan tatapan sinisnya padaku.
………………….
“Maafkan aku..” kumulai percakapan dengan Yuri ketika kami memutuskan untuk berbicara di taman belakang sekolah.
“Maaf? Untuk apa?”
“Semua ini karenaku…”
“Kau baru menyadarinya? Baguslah.. Lalu, apa yang akan kau lakukan?”
“Tapi, sungguh. Aku tak melakukan semua itu. Kau.. Kau kenapa melakukan semua ini?” Yuri terdiam dan berpikir.
“Aku ingin membuat sebuah kekacauan! Aku ingin Suzy menjadi milik Youngmin! Kau tahu?!” dia marah! Dia marah besar!
“Apa hubungannya denganku?”
“Youngmin sepertinya menyukaimu. Saat ia tahu kau seperti itu, dia mulai dekat dengan Suzy!” aku pun terdiam. Mengingat peristiwa saat aku baru datang ke sekolah. Youngmin dan Suzy terlihat begitu akrab.
“Arasseo.. Aku akan menjauhi Youngmin..”
………………….
                Sepulang sekolah, kulihat bulletin board lagi. Aku merasa rindu pada mereka berdua, Nou dan Zee.
“Zee”
Selamat pagi, Nou dan IU!!! Hari yang cerah ya!!
“Nou”
Sepertinya ada yang berbeda denganmu..
“Zee”
Maksudmu?
“IU”
Sepertinya Zee sedang jatuh cinta.. ^^
“Zee”
^^
                Mood-ku berubah. Aku harus menghirup udara segar. Tapi, aku harus tetap melihat bulletin board ini. Jadi, kuputuskan untuk membawa laptopku ke halaman.
“Aaaaaaaaa!” aku pun terpeleset jatuh ketika berjalan turun dari tangga. Tangganya licin, sehingga aku tidak bisa menyeimbangkan tubuhku. Tanganku terluka kecil. Namun, laptopku terbanting cukup jauh ke bawah! Ya Tuhan! Laptop itu adalah harta berhargaku. Aku mengumpulkan uang untuk membelinya..
                Kuhampiri laptopku, berharap masih hidup dan dapat digunakan. Namun, harapanku sirna sudah. Laptopku rusak, tidak dapat digunakan.
………………….
                Keesokan harinya, ketika aku hendak pergi ke sekolah, aku melihat sebuah bingkisan berada di depan pintu kamar. Karena disana tercantum itu hadiah untukku, aku pun membukanya.
“Ah, tidak! Tidak ada waktu untuk membukanya!” aku pun memasukkan sebuah kado itu ke dalam kamar kost-ku. Kulihat jam di tanganku telah menunjukkan pukul 7 pagi. Aku tidak boleh terlambat!
                Kutempuh perjalanan dengan menaikki bis yang seperti biasanya. Sesaat kulirik tempat duduk di sampingku. Sepertinya wajahnya sudah familiar. Rasanya aku mengenalnya. Benar! Dia..Suzy..
“Ji Eun?” sapa Suzy dengan terkejutnya. Aku hanya tersenyum kebingungan. Bingung harus menghadapinya seperti apa. Aku takut dia akan mempermalukanku di bis. Tapi, itu sangatlah tidak mungkin.
“Su Ji?” jawabku. Seketika wajahnya terkejut dan memelototiku.
“Su Ji?! Bukan Su Ji! Suzy.. S-U-Z-Y.. Suzy..” ternyata, ia tidak mau dipanggil Su Ji. Apa ada yang salah? Menurutku, itu sama saja.
“Mengapa tersenyum?” tanya Suzy melihatku tersenyum.
“Ah, ania.. Mianhaeyo..” aku pun menundukkan kepalaku dan tidak mau memulai percakapan dengannya. Aku malu padanya.. Entah apa yang membuatku malu.


#TBC
Sebelumnya maaf ya, part 4 kurang ngeuh (?). Maklum, author amatiran.. =='
Thx for read
[ Read More.. ]