Cast
:
IU
as
Lee Ji Eun (Ji Eun) Me
Youngmin
as
Jo Youngmin (Youngmin)
Minwoo as
No Min Woo (Minwoo)
And
the other
Genre
: Friendship, life, romance.
Kutempuh perjalanan dengan
menaikki bis yang seperti biasanya. Sesaat kulirik tempat duduk di sampingku.
Sepertinya wajahnya sudah familiar. Rasanya aku mengenalnya. Benar! Dia..Suzy..
“Ji Eun?” sapa Suzy dengan
terkejutnya. Aku hanya tersenyum kebingungan. Bingung harus menghadapinya
seperti apa. Aku takut dia akan mempermalukanku di bis. Tapi, itu sangatlah
tidak mungkin.
“Su Ji?” jawabku. Seketika
wajahnya terkejut dan memelototiku.
“Su Ji?! Bukan Su Ji! Suzy..
S-U-Z-Y.. Suzy..” ternyata, ia tidak mau dipanggil Su Ji. Apa ada yang salah?
Menurutku, itu sama saja.
“Mengapa tersenyum?” tanya Suzy
melihatku tersenyum.
“Ah, ania.. Mianhaeyo..” aku pun menundukkan
kepalaku dan tidak mau memulai percakapan dengannya. Aku malu padanya.. Entah
apa yang membuatku malu.
“Ji Eun~ah.. Maafkan aku…” Suzy
tiba-tiba berbicara ditengah keheningan.
“Maaf? Maksudmu?”
“Aku tahu kalian saling menyukai.
Tapi aku tetap bersikeras agar dia menjadi milikku…” Suzy pun tertunduk.
Sungguh, aku tidak mengerti dengan apa yang ia kemukakan.
“Maaf, aku tidak mengerti..”
“Apa aku harus menyebutkan
namanya?” aku pun mengangguk.
“Aisshh~ sudahlah, lupakan…”
……………..
Sesampainya
di sekolah, aku dan Suzy disambut hangat oleh Yuri dkk. Ternyata, di belakang
mereka telah ada Youngmin. Ya sudah, tak apa. Suzy pasti sangatlah senang.
“Annyeong!” sapa Suzy. Aku hanya
memberikan salam senyuman pada mereka semua. Yuri pun mendorongku kecil kearah
samping sehingga aku tidak mengikuti apa yang mereka lakukan.
“Youngmin! Apa yang kau lakukan
disana?” tanya Tiffany yang bingung melihat Youngmin tetap diam. Ternyata ia
memperhatikanku. Aku tak menyangka. Tapi, untuk apa aku peduli? Aku memutuskan
untuk jalan.
Tiba-tiba
SREKKK (?) terdengar suara sesuatu yang sobek. Seketika, Yuri dkk tertawa kearahku.
Perasaanku sudah tak enak. Pasti mereka melakukannya lagi. Aigoo~….
“Hahahaha!!!! Kyaa~! Kau ingin
memamerkan kakimu yang jelek itu, hah?”
“Roknya sobek! Pasti sudah
bertahun-tahun rok itu kau pakai? Haha…” perkataan itulah yang mengenai hatiku.
Mereka sungguh keterlaluan. Ketika aku mencoba untuk menutupi ini semua,
Youngmin terlihat ikut tertawa. Ini sungguh membuatku muak! Aku sudah muak!
“Cukup!! Aku sudah tidak kuat
lagi! Kalian tahu bagaimana rasanya diperlakukan seperti ini, hah?! Jika kalian
berada di posisiku, apa yang kalian rasakan?! Kalian pikir kalian adalah
manusia paling sempurna di muka bumi? Salah! Jika ada angka 1-10 untuk memilih
bagaimana kepribadian kalian, semuanya tidak ada yang termasuk!” mereka semua
terkejut kaget melihatku marah.
“Oh? Kau berani?!”
“Ya! Aku berani! Kita semua
sama!!! Jadi, berhentilah! Kumohon…” aku pun berlutut pada Yuri. Matanya
menunjukkan kemarahan yang begitu besar, aku tidak mau sesuatu terjadi lagi.
Lebih baik aku yang mengalah.
“Hahaaaahhahah..” mereka pun
tertawa meninggalkanku yang berlutut seperti ini.
“Sungguh, wanita tidak tahu
diuntung!! Aarrgrgghh~~~!!”
…………………
Suzy P.O.V
Ketika
kulihat Ji Eun berlutut, rasanya aku sangat ingin membawanya berdiri. Tapi,
berat sekali. Aku ingin apa yang ia harapkan terkabulkan. Ji Eun, kau pikir aku
tidak merasakan apa yang kau rasakan? Aku juga pernah berada di posisimu. Jadi,
jangan seperti itu.
“Yuri~ah, sebaiknya kita hentikan
semua ini.” Usul Tiffany saat di tengah perjalanan ke kelas.
“Tidak… Satu kali lagi, aku akan
merasa puas..” semua yang kita lakukan pasti berdasarkan akal dari kami semua.
Namun, kali ini Yuri tidak mau mengakhirinya sebelum ia merasa puas. Tidak ada
orang yang tidak menurut dengan apa yang diucapkan dan diperintahkan oleh Yuri.
Suzy P.O.V end
…………..
Aku
pun berjalan sendirian menuju kelas. Suasana hening pun kembali terjadi.
Semuanya memperhatikanku dan menatap tajam kearahku. Ah, ini terjadi kembali.
Setelah kemarin berbeda, sekarang sudah terjadi kembali. Huft…
“Aissshh~..” seorang pria sengaja
memajukan kakinya ketika aku berjalan (menendang) sehinga aku pun terjatuh.
Ketika itu, ia menghampiriku bersama teman yang lainnya.
“Kau LJE itu kan? Wah, kau
sungguh sangat berani!”
“LJE.. Kau ini memiliki moral
tidak?!”
“Hei.. kau ingin menunjukkan
tubuhmu pada kami?” seorang pria yang menendangku itu menghampiriku dan
memegang kerah seragamku. Aku pun berusaha melepaskan tangannya namun sangat
sulit.
“Hei. Ada apa ini?!” ujar Kim
Songsaengnim. Syukurlah.. guru datang.. Tapi, Minwoo?! Mengapa dia ada disini?!
Minwoo
tersenyum padaku dan terlihat marah ketika menatap pria yang menggangguku itu. Akhirnya,
aku dibawa ke ruang BK bersama Minwoo.
……………..
“Tadi, Minwoo melaporkan bahwa
ada sedikit keributan di koridor sekolah. Jadi, saya harus melihatnya..” ujar
Kim Songsaengnim berusaha menjelaskan semuanya. Aku hanya bisa menjawabnya
dengan anggukkan dan senyuman kecil.
“Baiklah, sekarang kau boleh
masuk ke dalam kelas. Bel sudah berbunyi…” aku pun segera pergi dengan memberi
salam. Minwoo mengikutiku dari belakang.
“Kau kenapa mengikutiku?” tanyaku
sembari berjalan.
“Siapa? Aku akan pergi ke kelas…”
“Kelas yang sama denganku?”
“Mungkin saja.. Aku pindah
sekolah..”
“Apakah ada yang bertanya?”
gumamku. Kelas sudah hampir dekat.
………………..
Suzy P.O.V
Aku
hampir saja lupa. Hari ini ujian mata pelajaran Sejarah. Apa mungkin aku bisa?
Tapi, ada sesuatu hal yang mengganjal di hatiku. Kalian tahu? Pastinya… Yuri
membuat ulah kembali.
“Ehmm, apa aku boleh meminjam
penghapusnya?” di tengah keseriusan ini Ji Eun meminjam penghapus pada teman di
sebelahnya. Namun, Yuri sengaja mencegahnya dan memberikan penghapus miliknya.
Penghapusnya pun ia over kepada teman yang lain agar tidak perlu keluar dari
bangkunya.
Ketika
kulihat, ternyata disana ada beberapa tulisan berisi jawaban soal. Yuri sengaja
melakukannya. Seketika, kuhapus semuanya. Aku mencoba untuk menyelamatkannya.
“Kyaa~..” Yuri mencoba mencegahku
ditengah keheningan ini.
“Kwon Yuri? Apa yang kau
lakukan?!” ujar Seongsaengnim.
“Ah… Ania, seongsaengnim…” ketika
seongsaengnim tengah menikmati dunianya sendiri, Tiffany berkata, “Ini sudah
tidak lucu lagi. Kita sudahi saja hal ini.”
“Mwo?!” kali ini volume suaranya
dikecilkan. Tiffany menyakinkan Yuri dengan anggukannya.
Aku
senang! Sungguh! Aku bisa membantunya! Aku pun menengok padanya. Ji Eun
tersenyum padaku! Walaupun hanya sebentar, aku amat sangat gembira! Entah apa
yang akan terjadi setelah ini. Tapi aku ingin terus berubah! Tapi ingat! Bukan
berubah menjadi power ranger…. Haha..
Suzy P.O.V end
………………………
Sepulang
sekolah, aku segera pergi ke rumah. Restaurant libur hari ini. Jadi, aku tidak
perlu bekerja. Syukurlah. Oh ya, aku senang! SuJi ehm, Suzy maksudku, dia
membantuku…. Dia mungkin sekarang berada di pihakku. Mungkin.. L
Kubuka
bulletin board.. Aku sudah tak sabar membuka laptop baruku. Entah dari siapa
tapi aku ingin segera membuka bulletin board.
“IU”
Hari ini aku senang.. ^^
“Nou”
Benarkah? Karena laptop barumu
itu?
“IU”
Mwo?! Kau tahu dari siapa?! Hmm,
itu salah satunya..
“Nou”
Aku ini calon shaman di Joseon…
Kau tak tahu?!
“IU”
Ne?! Hahaha XD Mana ada seorang
shaman berjenis kelamin laki-laki??
“Nou”
Setelah ini, bebas untuk semua
kalangan…
“IU”
Hmmm, sebaiknya aku berbicara
pada Zee. Haha… Zee?
“Nou”
Dia tak ada disini….
……………….
Pagi
hari yang cerah. Secerah wajahku. Hahaha.. Ketika membuka pintu kamar, Minwoo
juga. Ah, aku baru sadar. Kami satu sekolah sekarang. Tapi, kenapa aku begitu
sedih? Apa ada yang salah?
“Kau sudah menerima laptopnya?”
tiba-tiba saja ia memulai pembicaraan. Sontak saja aku merasa kaget.
“Mwo? Ah, itu darimu??” Minwoo
diam dan menyimpan senyuman liciknya. Ia berjalan keluar dari rumah kost.
“Kyaaa~! Minwoo~ah.. Apakah kau
itu Nou?”
“Ne? Nou? Siapa Nou?”
“Ah.. Syukurlah…” syukurlah dia
bukan Nou.
“Waeyo?”
“Ah.. Ania…” syukurlah dia bukan
Nou. Karena aku menyukainya…. Tapi jika ia benar Minwoo, aku tak tahu.. Aku sungguh menyukai Nou.
………………
Suzy P.O.V
“Suzy!!” teriak Youngmin padaku.
Kini kami sudah mulai dekat.
“Youngmin~ah?” jawabku. Sangat
senang!!
“Bagaimana keadaan Ji Eun?”
lagi-lagi ia menanyakan keadaannya. Sebenarnya ia menunjukkan sikap cueknya
akhir-akhir ini pada Ji Eun, tapi tetap ia menanyakan tentang Ji Eun padaku.
Dia dekat padaku karena Ji Eun. Sekarang yang terpenting aku bisa menjadi teman
dekatnya.
“Kau tahu? Mereka telah
menghentikan semuanya!!”
“Benarkah?! Syukurlah…..”
Youngmin tersenyum bahagia tak seperti senyumannya padaku. Aku sudah tak kuat!
Kupeluk dia, “Youngmin! Apa kau
tak tahu?! Aku menyukaimu! Sementara kau membicarakan Ji Eun dihadapanku… Itu
sungguh menyakitkan!!” setelah aku tersadar aku telah memeluknya, aku pun
berlari. Malu rasanya! Sungguh! Tapi, mengapa Youngmin tak memberikan reaksi
apapun? Ia pasti kaget.
Suzy P.O.V end
…………….
“Apa kau sudah memiliki kekasih?”
Minwoo memulai pembicaraannya lagi. Dan itu sontak membuatku kaget. Ia memang
paling suka mengagetkan seseorang di tengah keheningan seperti ini.
“Kau paling suka mengagetkan
seseorang…”
“Benarkah? Tidak juga..
jawablah..”
“Jika ya dan jika tidak
bagaimana?!”
“Tidak apa-apa… Mengapa kau jadi
begini?!”
Di
depan kami, Youngmin. Dia berdiri sendiri disana. Aku tersenyum padanya. Tanpa
aku tahu, Minwoo memperhatikanku yang tersenyum pada Youngmin. Tiba-tiba
Youngmin berlari kearahku. Ia memelukku! Apa ia tak malu memeluk orang
sepertiku?!
“Kau tak apa-apa?!” ia melepaskan
pelukannya.
“Belakangan ini aku menjauhimu..
Aku mencoba melupakanmu dan tak bisa.” Ia kembali dalam pelukannya. Aku tak
bisa seperti ini! Aku melepaskan pelukannya. Apa?! Ada apa denganku ini?
“Mianhaeyo…”
“Waeyo? Apa ada yang salah?”
“Suzy… Dia mencintaimu..”
“Aku tahu.. Tapi aku lebih
mencintaimu..”
“Tidak! Kau salah!! Kau lebih
memilihnya. Aku yakin. Yakinkanlah.. Suzy yang terbaik untukmu..” kupegang
tangannya dan menyimpannya dalam hatinya sehingga ia bisa merasakan detak
jantungnya.
“Kau merasakannya? Ketika kau
memelukku, tak ada detak jantung yang berarti. Semuanya terdengar seperti
biasanya. Ketika Suzy memelukmu, kau merasakan getaran yang kuat. Itu tandanya
kau menaruh hati padanya..”
“Tidak. Itu karena aku kaget..
Jadi, aku merasakan getaran.”
“Tidak. Pergilah. Sampaikanlah
yang sejujurnya pada Suzy..”
“Kau tak marah?”
“Untuk apa aku marah? Itu
pilihanmu. Youngmin, hwaiting!!!!” ia pun tersenyum dan pergi meninggalkanku.
Walaupun terasa sesak, ini yang terbaik.
“Kau… Apa yang kau lakukan?” aku tak
menjawab apa yang Minwoo lontarkan. Berjalan terus membuatku kuat.
………………..
Di
depan kelas, Yuri dkk sudah ada disana. Entah apa yang akan mereka lakukan. Apa
mereka akan melakukan bahkan mengulangi kebiasaan itu lagi? Apa mereka
memanfaatkan suasana hening ini untuk mempermalukanku lagi?
Aku
pun membuang pikiran negatifku ini dan berjalan perlahan mendekati mereka.
Rasanya sangat jauh jarak untuk ke dalam kelas. Atau ini hanya perasaanku saja?
Semakin
dekat ke dalam kelas, semakin dekat pula ke arah mereka. Kuberjalan tertunduk
melewati mereka. Aku bisa! Mereka diam hanya melihat diriku yang rendah ini.
Tubuhku serasa mengecil..
“Lee Ji Eun!” Yuri memanggilku
terkesan menyentakku. Sehingga membuat jantungku serasa berhenti.
“Mwo? Ehmm, ne?” jawabku masih
dalam posisi menunduk.
“Aku ingin meminta maaf.” Yuri
mengulurkan tangannya sembari melirik ke sekitar dengan cueknya. Seperti
permintaan maaf yang memaksa.
“Ne?! Apa yang baru saja kau
katakan?!” kini aku bisa membuka wajahku untuk menatapnya.
“Argghhh!! Mian!!”
“Ne? Kau meminta maaf padaku?!”
“Arghhh,…. Ne.. Arasseo?!
Kajja!!” Yuri memerintahkan agar teman grupnya yang lain masuk ke dalam kelas
karena jam pelajaran akan segera dimulai.
Aku
pun terdiam mengingat apa yang Yuri lontarkan tadi. Sungguh, itu sangatlah
mengejutkan bagiku. :D
“Lee Ji Eun? Kau tak masuk?”
tiba-tiba renunganku (?) disadarkan oleh Kim Seongsaengnim. Sepertinya beliau
tahu apa yang telah terjadi. Beliau tersenyum padaku seakan merayakan sekaligus
merasakan kebahagiaanku. Semoga setelah ini tidak akan terjadi lagi hal-hal
yang tidak diinginkan.
……………..
Teeeeeeeeeeeeeeeeeeeet!!!!!!!!!!!
Suara bel pada jam terakhir itu sangatlah membuat kuping kepanasan. Pasti belnya
rusak lagi sehingga memakai bel ini kembali. Huft…
“Ji Eun, ayo pulang..” ujar teman
grupku itu.
“Ne…. Gomawo.. Kalian duluan saja
ya…” kubereskan buku-buku ke dalam tasku. Mereka semua pergi terkecuali Suzy dan
Minwoo yang membereskan bukunya. Kubuka ponselku dan membuka bulletin board
lagi.
“IU”
Aku senang sekali!!! Hari ini
Yuri meminta maaf padaku atas perlakuannya selama ini. Mejaku pun jadi bersih
seolah-olah tak terjadi apa-apa. Semuanya telah berakhir!! Rasanya aku tak
pandai mengungkapkannya.
“Nou”
Misalnya kau dapat merasakan
kelasmu sangat ceria?
“IU”
Ya, benar. Bahkan lebih dari itu…
“Zee”
Aku sangat memahami perasaan itu.
Kau benar-benar telah berusaha keras, ya.
“IU”
Tidak.. Aku sama sekali belum
berusaha keras. Nantikanlah kegiatanku setelah ini! Tadinya aku mau tulis
begitu, tapi mulai hari ini aku akan berhenti menulis disini.
“Zee”
Eh, kenapa?
“Nou”
Kenapa?!
“IU”
Aku sangat menyayangi kalian
berdua melebihi teman-teman yang kutemui selama ini. Selama ini, aku hanya
memberatkan kalian berdua dengan cerita-cerita burukku. Melarikan diri dari
masalah tanpa menyelesaikannya sehingga peristiwa ini tidak selesai dengan segera.
Jadi, aku tidak akan kembali kesini lagi. Aku takkan melarikan diri dari hal
semacam apapun lagi. Aku harus berusaha.
“Zee”
IU, airmataku tak bisa
berhenti.aku sedih.. Tapi amat sangat gembira.
“Nou”
Aku jg. Aku sangat menyayangi
kalian berdua.
“IU”
Makanya ayo kita tutup bulletin
board ini. Ayo kita berjalan dengan melihat ke depan saja. Periharalah
persahabatan kita bertiga dalam hati! Terimakasih atas bantuannya selama ini!! Terimakasih
banyak! Kalian berdua adalah sahabatku yang sangat kusayangi! Aku takkan
melupakan kalian! Kita akan selalu sehati! Terimakasih. Aku sangat sangat
menyayangi kalian!!
“Nou”
Tentu saja. Baiklah, aku akan
menutup bulletin board ini. Suatu hari, aku akan mengingat kalian berdua. Pasti
kita bertiga akan bertemu suatu hari nanti.
“Zee”
Aku juga menyayangi kalian
melebihi teman grupku! Padahal kita belum pernah bertemu kan? Apalagi nanti
jika kita bertemu? Haha… Bye.. ^^
Huft..
Kini, aku tidak bisa berbicara dengan mereka lagi. Mereka pasti akan menghapus
bulletin board ini. Sebenarnya, aku tak ingin menghapus semua ini. Tapi, aku
tak ingin memberatkan sahabatku itu. Kali ini Aku takkan menyerah menghadapi
apapun.. Akan kutempuh jalan di depan mataku. Itu bukan jalan yang lurus
melainkan jalan yang bergelombang, tanjakan yang berat dan gang kecil yang tak
dapat kulewati. Terkadang aku tak dapat maju karena angin bertiup dan hujan
turun.
Hari
ini, tanggal 30 Mei. Aku akan mencatatnya sbg hari yang sangat bersejarah dalam
hidupku. Aku bersyukur sekali bisa merasakan semua ini. Semua ini menjadi
pelajaran yang paling berharga bagiku. Kelak, ketika aku memiliki keluarga aku
akan meceritakan kepada mereka pengalaman berhargaku ini. Dimulai dari
penindasan, tumbuhlah sebuah persahabatan bahkan benih-benih cinta.. Cit
cuiww!! Prikitiew! Haha XD
Note: Ditunggu kritik dan sarannya..
Don't be a silent reader! Thank you... ^^