![]() |
| Cover by KyuPpa (Latifa Nurkhalisa) |
Title : Wind Love
Author : WooLan (Wulan Damayanti)
Cast : Lee Hyun Ah (Hyura) (OC)
-
Other cast bisa dilihat dalam cerita
Genre :
Romance, Friendship
#Part 2
Malam
yang terang benderang menyinari seorang Princes ddengan Prince-nya. Pasangan
itu terlihat serasi sekali dengan warna pakaian yang mereka kenakan. Langkahnya
sama, satu tujuan. Matanya berseri-seri seperti bintang yang berkelap-kelip.
Sinar senyumnya seperti rembulan yang menyinari kegelapan itu. Itulah seorang
pasangan yang serasi, areumdaun yeoja dengan meosjin namja yang sama-sama
humoris. Itulah Lee Hyun Ah dan Ok Taecyeon.
“Now, eodiganeungeoya?” tanya
Hyura sembari menatap Taecyeon.
“To Beautiful places!” jawab
Taecyeon.
“Beautiful places?!!!” Hyura
mengerutkan keningnya.
“Neo, alhwagsilhi..” jawab
Teacyeon tersenyum menatap Hyura yang kebingungan.
“Oh… Nan hwagsi!!!” ucap Hyura
teringat suatu tempat kencan pertamanya.
“Mwo?”
“Hmmm…. Secret!” jawab Hyura
sembari tersenyum.
***
Malam
hari yang sama, di sebuah Bandara. Seorang namja keluar dari sebuah pesawat.
Penampilannya sangat mengagumkan. Semua mata tertuju padanya. Wajahnya very
handsome dan berwibawa. Namja itu, berjalan perlahan tapi pasti. Namun,
tiba-tiba langkahnya terhenti. Entah apa yang membuat langkahnya terhenti.
Apakah dia melihat seseorang yang sangat special di hatinya? Ataukah orang yang
dibencinya? Ataukah seseorang yang aneh?? Entahlah!
Ternyata
namja itu menghentikan langkahnya karena ada seorang anak kecil yang menangis.
Namja tampan itu melangkah menghampiri anak kecil yang lucu itu.
“Waeyo, saengi?” tanya namja itu
yang ternyata No Min Woo. Anak kecil itu tidak menjawab, ia hanya menunduk
menggelengkan kepalanya.
“Jamkkan… (seraya membawa sesuatu
di tasnya) Ini untukmu!” ujar Minwoo sembari memberikan sebuah boneka salju. Anak
itu terlihat senang, ia berlari kepada Eommanya, mungkin karena dia malu saking
senangnya, dia jadi lari. Minwoo hanya tersenyum melihat tingkah laku anak
kecil itu. Ia pun meneruskan langahnya yang sempat terhenti.
“Kyaa.. namja itu tampan sekali,
berwibawa, penyayang anak kecil pula. Uhh..dia memang perfect!!” ujar seorang
yeoja.
***
“Sebenarnya kita mau kemana sih?
Kan arah jalan waktu pertama kita bertemu kesana, bukan kesini! Sebenarnya kita
mau kemana sih?” tanya Hyura semakin bingung.
“Secret… Hyura, neo nuneul gama,
ne!” ujar Taecyeon.
“Issh!! Mueos ttaemune?? Awas aja
kalau ngerjain aku! Ntar aku disasarin lagi ke Madagaskar!!” ujar Hyura
penasaran.
“Hahaha… madagaskar? Kau ini!
ntar sempoyongan lagi kamunya kaya nenek-nenek.. hehe.. Viss!” ujar Taecyeon
sembari mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.
“Issh! Nuneul gamass, ppali!”
ujar Hyura. Taecyeon menutupi mata Hyura dengan sehelai sapu tangan merah jambu
bertuliskan “HyuYeon”. Hyura melaju selangkah demi selangkah dengan didampingi
oleh Taecyeon.
“Aduh, kau ini aneh-aneh saja!
Namja aneh!!” ujar Hyura kesal.
“Issh! Kau ini.. Ini kado
terakhir untukmu tahu!! Sebelum kita berbeda arah!” gumam Taecyeon.
“Mwo?! Apa yang tadi kau
bicarakan? Aku tak dengar. Suaramu terlalu kecil. Aku hanya mendengar kamu
berkata kado. Memangnya kado apa? Kado untuk siapa? Waeyo? Mengapa kau tak
memberitahuku??”
“Aniyo.. aku hanya berkata kado.
Bukan apa-apa dan bukan untuk siapa-siapa. Nah, kita sudah sampai,” ujar
Taecyeon. Mereka pun menghentikan langkahnya.
“Jinjja?? Aku bolehkan membuka
mataku?!” tanya Hyura.
“Ne.. dalam hitungan ketiga, kamu
buka mata kamu ya!” ujar Taecyeon.
“Ne.” jawab Hyura sembari
menganggukan kepalanya. Taecyeon pun membukakan penutup mata Hyura dalam
hitungan ketiga. Hyura perlahan-lahan membuka matanya dengan perasaan terkejut.
“Mwo??” ucap Hyura dengan
terkejut.
“Ne, ini tempat kita terakhir
bertemu…” ujar Taecyeon sembari tersenyum.
“Hmmm… ini tempatnya!”
“Ayo kita masuk!!” ujar Taecyeon sembari
menarik tangan Hyura. Mereka pun masuk ke tempat terakhir mereka bertemu yaitu
Namsan Tower. Disana mereka naik kereta gantung sambil bercakap-cakap.
“Apa kau ingat?” tanya Taecyeon.
“Tentu saja aku ingat! Masa aku
lupa sih? Memangnya aku ini pikun? Hehe… tempat ini kan tempat dimana kita
bertemu untuk yang terakhir kalinya, 4 tahun yang lalu. Tapi untuk apa kau
mengajakku ke tempat ini? kita tidak akan berpisah lagi kan? Kita kan baru tadi
ke Seoul. Masa kamu mau ke Australia lagi? Kamua akan tetap di sampingku kan?”
ujar Hyura cemas. Taecyeon tidak menjawab, ia hanya menunduk.
“Hmm.. mianhaeyo.. tapi kita
harus berpisah sampai disini. Kita sudah tidak ada chemistry lagi.” Ujar
Taecyeon.
“Hmm… ne… aku hargai keputusanmu.
Jika sudah tidak ada chemistry, suatu hubungan tidak akan baik ‘tuk dijalani,”
jawab Hyura sembari tersenyum menutupi kepedihan hatinya.
“Mianhaeyo, Hyura.. aku tak bisa
bersamamu lagi. Mungkin ini hari terakhir untuk kita.. goodbye Hyura..” ujar
Taecyeon dalam hati.
***
Hyura
berlari dengan kencangnya. Berlari tak tahu arah dan tujuan. Dia berlari dan
terus berlari. Berpikir apakah yang terjadi saat ini kenyataan ataukah bukan.
Namun, ia terhenti dan memutuskan pergi ke tempat kenangannya bersama Taecyeon.
Akhirnya,
ia sampai di tempat itu. Langkahnya terhenti memandang keadaan disana yang
tengah porak-poranda. Sudah tidak ada yang membersihkan tempat kenangan itu,
mungkin sudah 4 tahun. Atau mungkin, angin yang sudah memusnahkan semua
keindahan itu?
“Kau memang seorang angin di
hidupku!! Dasar Wind…..!! (sembari menangis) Hmm.. tapi mungkin ini yang
terbaik untuk kita. Tapi mengapa dulu kau berkata seperti itu? Aku sekarang
sadar kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama,” ujar Hyura.
*Flashback
Seorang
remaja, yeoja cantik dengan namjanya yang tampan berjalan berduaan menuju suatu
tempat. Entah kemana mereka akan pergi. Mereka hanya melangkahkan kakinya
secara perlahan, tak tahu arah dan tujuan. Mereka hanya menuruti kata hatinya.
“Apa kau tahu arti jatuh cinta?”
ujar namja tampan itu sembari menghentikan langkahnya.
“Mwo??” jawab yeoja itu singkat,
menatap kea rah namja itu.
“Aniyo…” jawab namja itu dengan
nada rendah, sembari melangkahkan kakinya lagi secara perlahan.
“Owh..” ujar yeoja itu singkat
sembari menundukkan kepalanya.
“You are very beautiful, chagi…”
ujarnya sembari menatap wajah yeoja itu.
“Mwo?!” ujar Hyura bingung
sembari mengerutkan keningnya.
“Aniyo.. aku bercanda..” ujar
namja itu.
“Owh..”
“You are perfect, chagi!” ujar
namja itu sembari tersenyum.
“Mwo??” yeoja itu semakin bingung
melihat tingkah laku namja.
“Aniyo.. itu juga hanya
bercanda..” namja tampan itu menundukkan kepalanya.
“Aisssh!!” ujar yeoja itu agak
sedikit kesal.
“Tapi, mengapa kau itu sangat
lemot?” namja itu tertawa.
“Aissh! Kau ini sedang apa? Apa
kau sedang memujiku??? Atau kau sedang mengejekku? Hah?!!” yeoja itu memelototi
Taecyeon.
“Kau ini!” sambung Hyura.
“Apa aja boleh!! Memangnya
masalah gitu buat kamu?” ujar Taecyeon.
“Tentu saja itu masalah buat aku
(sembari menundukkan kepala). Oh ya, katanya tadi di sekolah mau tanya
pelajaran yang sulit? Mana soalnya? Semoga aku bisa bantu!” ujar Hyura, namun
tak ada respon dari Taecyeon.
“Kyaa! Waeyo? Mengapa kau tak
menjawabku?! Apa kau tuli?!” ujar yeoja itu yang ternyata Hyura. Hyura menengok
ke ampong, namun tidak ada Taecyeon. Hyura menengok lagi ke arah lain, namun
tetap Taecyeon tak ada. Entahlah, Taecyeon sebenarnya pergi kemana. Hyura tak
berpikir panjang. Ia langsung meneruskan langkahnya.
Dua
jam berlalu, Hyura masih saja tetap melangkahkan kakinya. Gadis cantik dan
mandiri itu tidak merasa lelah sedikitpun. Namun, tiba-tiba langkahnya
terhenti. Wajahnya bersinar-sinar seperti melihat sesuatu yang menakjubkan.
“Waw! Taman itu indah sekali!”
ujarnya dengan gembira. Hyura pun berlari menuju taman itu.
“Aku baru melihat taman sebersih
ini! indah banget! Sejuk pula!!” ujarnya sembari tersenyum riang dan duduk di
sebuah kursi.
Disana ia
melihat banyak pohon rindang dan bunga-bunga bermekaran. Selain itu, suasananya
juga sangat menentramkan hati. Namun, tiba-tiba degan seketika pemandangan itu
sirna begitu saja. Daun-daun beterbangan, bunga-bunga menjadi layu dan sebagian
rusak. Dan kini taman itu menjadi kotor, tidak enak dilihat dan pastinya sangat
mengecewakan hati Hyura.
“Hmm…” ujarnya sembari
menghembuskan nafasnya.
Gadis
cantik dan mandiri itu pun memutuskan untuk hendak pergi dari taman itu. Namun,
tiba-tiba ketika ia hendak pergi ada seseorang yang menepuk pundaknya dengan
kencang. Ia sangat terkejut.
“Neo?!” ujar gadis cantik dan
mandiri itu yang ternyata Hyura.
“Ne.. Nan.. Taecyeon..” ujar
Taecyeon sembari tersenyum.
“Issh… Kau ini mengejutkanku
saja! Kau ini kemana saja sih?” tanya Hyura.
“Aku hanya main saja disana!”
ujar Taecyeon sembari mengangkat tangannya, menunjukkan tempat ia bermain.
“Main? Mengapa kau tak
mengajakku?? Tadi aku kaya orang yang kurang waras tau! Bicara sendiri. Tega
banget sih kamu!! Issh!!” ujar Hyura sembari tersenyum masam pada Taecyeon.
“Mianhae..” Taecyeon merasa
bersalah.
“Ne. Tapi, kenapa sih kamu gak
bilang atau pamitan sama aku kalau kamu itu mau main dan kamu datang begitu
aja?! Huh… angin,” ujar Hyura.
“Ne.. mianhae! Princess Man!”
ujarnya sembari tertawa.
“Aissh…” ujar Hyura sembari
cemberut.
“Kenapa taman ini jadi seperti
ini?!” tanya namja itu, kebingungan.
“Karna kau!” ujar yeoja itu
sembari menatap tajam wajah Taecyeon.
“Mwo? Karna aku?!”
“Ne. karna kau! Kaulah yang
menyebabkan taman ini seperti ini!! taman ini menjadi kotor dan gak enak
dilihat!!” ujar yeoja itu kesal.
“Mwo… Kya!! Yang menyebabkan
taman ini seperti ini, bukan aku! Tapi, itu salahin angin itu…”
“Apa kau tak sadar? Kau itu
angin!! Datang dan pergi gitu aja. Tuh, liat angin itu datang ngancurin taman
itu dengan sekejapnya. Lalu, angin itu pergi gitu aja gak tanggung jawab atas
perbuatannya itu. Sama kaya kamu!! Pergi gitu aja tanpa ngasih tau aku! Terus,
datang gitu aja ngagetin aku! Dasar cowok! Aneh banget!!!” ujar Hyura sembari
cemberut marah pada Taecyeon.
“Mwo? Kya! Kau! Dasar cewek! Aneh
banget! Princess Man!!” Taecyeon membalas perkataan Hyura.
“Angin… Wind!!” ujar Hyura
sembari melipat kedua tangannya.
“Princess Man, Princess Man,
Princess Man, Princess Man,” ledek Taecyeon.
“Cukup… Stop!!! Kau ini! ayo kita
bersihkan taman ini!” ujar Hyura sembari membawa sapu untuk menyapukan
daun-daun yang berserakan itu.
“Ne..” ujar Taecyeon sembari
tersenyum.
“Hemm..” jawab Hyura singkat.
“Apa kau marah padaku?” tanya
Taecyeon cemas. Hyura tak menjawabnya, ia hanya diam dan menjauhi Taecyeon.
“Kyaa… Mianhae.. kau jangan marah
lagi! Aku janji tidak akan datang dan pergi tanpa sepengetahuan kamu seperti
angin. Jika itu terjadi, tandanya adalah taman ini akan kotor lagi seperti ini.
berarti kita tidak ditakdirkan untuk bersama..” ujar Taecyeon.
*Flashback end
“Taecyeon.. mengapa 4 tahun yang
lalu kau mengucapkan kata seperti itu? Apa ini pertanda bahwa kita tidak
berjodoh? Taman ini… taman ini… taman ini kenapa?? Wae??!!! Mengapa jadi
seperti ini?!! jadi kotor seperti ini.. apa ini pertada dari perkataanmu 4
tahun yang lalu? Aniyo… Ini tak mungkin! Aniii!! Hyura, kau harus tenang… kau
harus tabah..”
Hyura meneteskan
kepedihan yang dia rasakan. Hyura terus mencoba untuk menahan kepedihannya.
Mencoba untuk menghapuskan kesedihannya. Ia pun memutuskan untuk pulang ke
rumah. Selangkah demi selangkah ia tempuh. Namun, tiba-tiba ada suara “Braaak”,
sepertinya ada seseorang yang tertabrak. Siapakah orang itu?? Oh, tidak! Apakah
Hyura?!!
“Eotteokhaeyo?!!” ujar Ahjussi
pengendara mobil itu. Ia pun akhirnya pegi karena ia takut dilaporkan ke kantor
polisi.
“Ada apa ini?? mengapa jalannya
macet seperti ini? Huft…” ujar seorang namja yang mengendarai mobil mewah itu.
Mobil-mobil berderetan di jalan tersebut. Suara klakson mobil-mobil tersebut
sungguh sangat menggaduhkan suasana di jalan tersebut.
“Aduh, ada apa sih? Eotteokeyo?
Aku kan harus segera pulang, Eomma dan Appa pasti sedang menunggu! Pake macet
segala lagi!” ujar namja itu khawatir. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk keluar
dari mobilnya dan melihat apa yang terjadi di tempat tersebut. Namja tampan itu
melangkah dan terus melangkah hingga dia akhirnya sampai.
“Ahjussi, saya ingin bertanya.
Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya namja tampan itu penasaran. Ahjussi itu
tidak menjawab, mungkin karena tempat tersebut sangat gaduh dan berisik. Namja
tampan itu pun akirnya menyelundup untuk melihat apa yang terjadi. Walaupun ia
berdesak-desakkan, namun namja tampan itu tetap kukuh untuk melihat apa yang
terjadi. Namun, ketika ia sampai, ia melihat seorang wanita tergeletak,
berlumuran darah. Namja itu sangat terkejut, sampai-sampai ia tidak bergerak
sedikit pun.
#TBC!!! Next? Please, coment... ^,^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar