Kamis, 22 November 2012

(FF) Wind Love #Part 2

Cover by KyuPpa (Latifa Nurkhalisa)


Title       : Wind Love
Author  : WooLan (Wulan Damayanti)
Cast       : Lee Hyun Ah (Hyura) (OC)
-          Other cast bisa dilihat dalam cerita
Genre   : Romance, Friendship
#Part 2
                Malam yang terang benderang menyinari seorang Princes ddengan Prince-nya. Pasangan itu terlihat serasi sekali dengan warna pakaian yang mereka kenakan. Langkahnya sama, satu tujuan. Matanya berseri-seri seperti bintang yang berkelap-kelip. Sinar senyumnya seperti rembulan yang menyinari kegelapan itu. Itulah seorang pasangan yang serasi, areumdaun yeoja dengan meosjin namja yang sama-sama humoris. Itulah Lee Hyun Ah dan Ok Taecyeon.
“Now, eodiganeungeoya?” tanya Hyura sembari menatap Taecyeon.
“To Beautiful places!” jawab Taecyeon.
“Beautiful places?!!!” Hyura mengerutkan keningnya.
“Neo, alhwagsilhi..” jawab Teacyeon tersenyum menatap Hyura yang kebingungan.
“Oh… Nan hwagsi!!!” ucap Hyura teringat suatu tempat kencan pertamanya.
“Mwo?”
“Hmmm…. Secret!” jawab Hyura sembari tersenyum.
***
                Malam hari yang sama, di sebuah Bandara. Seorang namja keluar dari sebuah pesawat. Penampilannya sangat mengagumkan. Semua mata tertuju padanya. Wajahnya very handsome dan berwibawa. Namja itu, berjalan perlahan tapi pasti. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti. Entah apa yang membuat langkahnya terhenti. Apakah dia melihat seseorang yang sangat special di hatinya? Ataukah orang yang dibencinya? Ataukah seseorang yang aneh?? Entahlah!

                Ternyata namja itu menghentikan langkahnya karena ada seorang anak kecil yang menangis. Namja tampan itu melangkah menghampiri anak kecil yang lucu itu.
“Waeyo, saengi?” tanya namja itu yang ternyata No Min Woo. Anak kecil itu tidak menjawab, ia hanya menunduk menggelengkan kepalanya.
“Jamkkan… (seraya membawa sesuatu di tasnya) Ini untukmu!” ujar Minwoo sembari memberikan sebuah boneka salju. Anak itu terlihat senang, ia berlari kepada Eommanya, mungkin karena dia malu saking senangnya, dia jadi lari. Minwoo hanya tersenyum melihat tingkah laku anak kecil itu. Ia pun meneruskan langahnya yang sempat terhenti.
“Kyaa.. namja itu tampan sekali, berwibawa, penyayang anak kecil pula. Uhh..dia memang perfect!!” ujar seorang yeoja.
***
“Sebenarnya kita mau kemana sih? Kan arah jalan waktu pertama kita bertemu kesana, bukan kesini! Sebenarnya kita mau kemana sih?” tanya Hyura semakin bingung.
“Secret… Hyura, neo nuneul gama, ne!” ujar Taecyeon.
“Issh!! Mueos ttaemune?? Awas aja kalau ngerjain aku! Ntar aku disasarin lagi ke Madagaskar!!” ujar Hyura penasaran.
“Hahaha… madagaskar? Kau ini! ntar sempoyongan lagi kamunya kaya nenek-nenek.. hehe.. Viss!” ujar Taecyeon sembari mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.
“Issh! Nuneul gamass, ppali!” ujar Hyura. Taecyeon menutupi mata Hyura dengan sehelai sapu tangan merah jambu bertuliskan “HyuYeon”. Hyura melaju selangkah demi selangkah dengan didampingi oleh Taecyeon.
“Aduh, kau ini aneh-aneh saja! Namja aneh!!” ujar Hyura kesal.
“Issh! Kau ini.. Ini kado terakhir untukmu tahu!! Sebelum kita berbeda arah!” gumam Taecyeon.
“Mwo?! Apa yang tadi kau bicarakan? Aku tak dengar. Suaramu terlalu kecil. Aku hanya mendengar kamu berkata kado. Memangnya kado apa? Kado untuk siapa? Waeyo? Mengapa kau tak memberitahuku??”
“Aniyo.. aku hanya berkata kado. Bukan apa-apa dan bukan untuk siapa-siapa. Nah, kita sudah sampai,” ujar Taecyeon. Mereka pun menghentikan langkahnya.
“Jinjja?? Aku bolehkan membuka mataku?!” tanya Hyura.
“Ne.. dalam hitungan ketiga, kamu buka mata kamu ya!” ujar Taecyeon.
“Ne.” jawab Hyura sembari menganggukan kepalanya. Taecyeon pun membukakan penutup mata Hyura dalam hitungan ketiga. Hyura perlahan-lahan membuka matanya dengan perasaan terkejut.
“Mwo??” ucap Hyura dengan terkejut.
“Ne, ini tempat kita terakhir bertemu…” ujar Taecyeon sembari tersenyum.
“Hmmm… ini tempatnya!”
“Ayo kita masuk!!” ujar Taecyeon sembari menarik tangan Hyura. Mereka pun masuk ke tempat terakhir mereka bertemu yaitu Namsan Tower. Disana mereka naik kereta gantung sambil bercakap-cakap.
“Apa kau ingat?” tanya Taecyeon.
“Tentu saja aku ingat! Masa aku lupa sih? Memangnya aku ini pikun? Hehe… tempat ini kan tempat dimana kita bertemu untuk yang terakhir kalinya, 4 tahun yang lalu. Tapi untuk apa kau mengajakku ke tempat ini? kita tidak akan berpisah lagi kan? Kita kan baru tadi ke Seoul. Masa kamu mau ke Australia lagi? Kamua akan tetap di sampingku kan?” ujar Hyura cemas. Taecyeon tidak menjawab, ia hanya menunduk.
“Hmm.. mianhaeyo.. tapi kita harus berpisah sampai disini. Kita sudah tidak ada chemistry lagi.” Ujar Taecyeon.
“Hmm… ne… aku hargai keputusanmu. Jika sudah tidak ada chemistry, suatu hubungan tidak akan baik ‘tuk dijalani,” jawab Hyura sembari tersenyum menutupi kepedihan hatinya.
“Mianhaeyo, Hyura.. aku tak bisa bersamamu lagi. Mungkin ini hari terakhir untuk kita.. goodbye Hyura..” ujar Taecyeon dalam hati.
***
                Hyura berlari dengan kencangnya. Berlari tak tahu arah dan tujuan. Dia berlari dan terus berlari. Berpikir apakah yang terjadi saat ini kenyataan ataukah bukan. Namun, ia terhenti dan memutuskan pergi ke tempat kenangannya bersama Taecyeon.
                Akhirnya, ia sampai di tempat itu. Langkahnya terhenti memandang keadaan disana yang tengah porak-poranda. Sudah tidak ada yang membersihkan tempat kenangan itu, mungkin sudah 4 tahun. Atau mungkin, angin yang sudah memusnahkan semua keindahan itu?
“Kau memang seorang angin di hidupku!! Dasar Wind…..!! (sembari menangis) Hmm.. tapi mungkin ini yang terbaik untuk kita. Tapi mengapa dulu kau berkata seperti itu? Aku sekarang sadar kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama,” ujar Hyura.
*Flashback
                Seorang remaja, yeoja cantik dengan namjanya yang tampan berjalan berduaan menuju suatu tempat. Entah kemana mereka akan pergi. Mereka hanya melangkahkan kakinya secara perlahan, tak tahu arah dan tujuan. Mereka hanya menuruti kata hatinya.
“Apa kau tahu arti jatuh cinta?” ujar namja tampan itu sembari menghentikan langkahnya.
“Mwo??” jawab yeoja itu singkat, menatap kea rah namja itu.
“Aniyo…” jawab namja itu dengan nada rendah, sembari melangkahkan kakinya lagi secara perlahan.
“Owh..” ujar yeoja itu singkat sembari menundukkan kepalanya.
“You are very beautiful, chagi…” ujarnya sembari menatap wajah yeoja itu.
“Mwo?!” ujar Hyura bingung sembari mengerutkan keningnya.
“Aniyo.. aku bercanda..” ujar namja itu.
“Owh..”
“You are perfect, chagi!” ujar namja itu sembari tersenyum.
“Mwo??” yeoja itu semakin bingung melihat tingkah laku namja.
“Aniyo.. itu juga hanya bercanda..” namja tampan itu menundukkan kepalanya.
“Aisssh!!” ujar yeoja itu agak sedikit kesal.
“Tapi, mengapa kau itu sangat lemot?” namja itu tertawa.
“Aissh! Kau ini sedang apa? Apa kau sedang memujiku??? Atau kau sedang mengejekku? Hah?!!” yeoja itu memelototi Taecyeon.
“Kau ini!” sambung Hyura.
“Apa aja boleh!! Memangnya masalah gitu buat kamu?” ujar Taecyeon.
“Tentu saja itu masalah buat aku (sembari menundukkan kepala). Oh ya, katanya tadi di sekolah mau tanya pelajaran yang sulit? Mana soalnya? Semoga aku bisa bantu!” ujar Hyura, namun tak ada respon dari Taecyeon.
“Kyaa! Waeyo? Mengapa kau tak menjawabku?! Apa kau tuli?!” ujar yeoja itu yang ternyata Hyura. Hyura menengok ke ampong, namun tidak ada Taecyeon. Hyura menengok lagi ke arah lain, namun tetap Taecyeon tak ada. Entahlah, Taecyeon sebenarnya pergi kemana. Hyura tak berpikir panjang. Ia langsung meneruskan langkahnya.
                Dua jam berlalu, Hyura masih saja tetap melangkahkan kakinya. Gadis cantik dan mandiri itu tidak merasa lelah sedikitpun. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti. Wajahnya bersinar-sinar seperti melihat sesuatu yang menakjubkan.
“Waw! Taman itu indah sekali!” ujarnya dengan gembira. Hyura pun berlari menuju taman itu.
“Aku baru melihat taman sebersih ini! indah banget! Sejuk pula!!” ujarnya sembari tersenyum riang dan duduk di sebuah kursi.
Disana ia melihat banyak pohon rindang dan bunga-bunga bermekaran. Selain itu, suasananya juga sangat menentramkan hati. Namun, tiba-tiba degan seketika pemandangan itu sirna begitu saja. Daun-daun beterbangan, bunga-bunga menjadi layu dan sebagian rusak. Dan kini taman itu menjadi kotor, tidak enak dilihat dan pastinya sangat mengecewakan hati Hyura.
“Hmm…” ujarnya sembari menghembuskan nafasnya.
                Gadis cantik dan mandiri itu pun memutuskan untuk hendak pergi dari taman itu. Namun, tiba-tiba ketika ia hendak pergi ada seseorang yang menepuk pundaknya dengan kencang. Ia sangat terkejut.
“Neo?!” ujar gadis cantik dan mandiri itu yang ternyata Hyura.
“Ne.. Nan.. Taecyeon..” ujar Taecyeon sembari tersenyum.
“Issh… Kau ini mengejutkanku saja! Kau ini kemana saja sih?” tanya Hyura.
“Aku hanya main saja disana!” ujar Taecyeon sembari mengangkat tangannya, menunjukkan tempat ia bermain.
“Main? Mengapa kau tak mengajakku?? Tadi aku kaya orang yang kurang waras tau! Bicara sendiri. Tega banget sih kamu!! Issh!!” ujar Hyura sembari tersenyum masam pada Taecyeon.
“Mianhae..” Taecyeon merasa bersalah.
“Ne. Tapi, kenapa sih kamu gak bilang atau pamitan sama aku kalau kamu itu mau main dan kamu datang begitu aja?! Huh… angin,” ujar Hyura.
“Ne.. mianhae! Princess Man!” ujarnya sembari tertawa.
“Aissh…” ujar Hyura sembari cemberut.
“Kenapa taman ini jadi seperti ini?!” tanya namja itu, kebingungan.
“Karna kau!” ujar yeoja itu sembari menatap tajam wajah Taecyeon.
“Mwo? Karna aku?!”
“Ne. karna kau! Kaulah yang menyebabkan taman ini seperti ini!! taman ini menjadi kotor dan gak enak dilihat!!” ujar yeoja itu kesal.
“Mwo… Kya!! Yang menyebabkan taman ini seperti ini, bukan aku! Tapi, itu salahin angin itu…”
“Apa kau tak sadar? Kau itu angin!! Datang dan pergi gitu aja. Tuh, liat angin itu datang ngancurin taman itu dengan sekejapnya. Lalu, angin itu pergi gitu aja gak tanggung jawab atas perbuatannya itu. Sama kaya kamu!! Pergi gitu aja tanpa ngasih tau aku! Terus, datang gitu aja ngagetin aku! Dasar cowok! Aneh banget!!!” ujar Hyura sembari cemberut marah pada Taecyeon.
“Mwo? Kya! Kau! Dasar cewek! Aneh banget! Princess Man!!” Taecyeon membalas perkataan Hyura.
“Angin… Wind!!” ujar Hyura sembari melipat kedua tangannya.
“Princess Man, Princess Man, Princess Man, Princess Man,” ledek Taecyeon.
“Cukup… Stop!!! Kau ini! ayo kita bersihkan taman ini!” ujar Hyura sembari membawa sapu untuk menyapukan daun-daun yang berserakan itu.
“Ne..” ujar Taecyeon sembari tersenyum.
“Hemm..” jawab Hyura singkat.
“Apa kau marah padaku?” tanya Taecyeon cemas. Hyura tak menjawabnya, ia hanya diam dan menjauhi Taecyeon.
“Kyaa… Mianhae.. kau jangan marah lagi! Aku janji tidak akan datang dan pergi tanpa sepengetahuan kamu seperti angin. Jika itu terjadi, tandanya adalah taman ini akan kotor lagi seperti ini. berarti kita tidak ditakdirkan untuk bersama..” ujar Taecyeon.
*Flashback end
“Taecyeon.. mengapa 4 tahun yang lalu kau mengucapkan kata seperti itu? Apa ini pertanda bahwa kita tidak berjodoh? Taman ini… taman ini… taman ini kenapa?? Wae??!!! Mengapa jadi seperti ini?!! jadi kotor seperti ini.. apa ini pertada dari perkataanmu 4 tahun yang lalu? Aniyo… Ini tak mungkin! Aniii!! Hyura, kau harus tenang… kau harus tabah..”
Hyura meneteskan kepedihan yang dia rasakan. Hyura terus mencoba untuk menahan kepedihannya. Mencoba untuk menghapuskan kesedihannya. Ia pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Selangkah demi selangkah ia tempuh. Namun, tiba-tiba ada suara “Braaak”, sepertinya ada seseorang yang tertabrak. Siapakah orang itu?? Oh, tidak! Apakah Hyura?!!
“Eotteokhaeyo?!!” ujar Ahjussi pengendara mobil itu. Ia pun akhirnya pegi karena ia takut dilaporkan ke kantor polisi.
“Ada apa ini?? mengapa jalannya macet seperti ini? Huft…” ujar seorang namja yang mengendarai mobil mewah itu. Mobil-mobil berderetan di jalan tersebut. Suara klakson mobil-mobil tersebut sungguh sangat menggaduhkan suasana di jalan tersebut.
“Aduh, ada apa sih? Eotteokeyo? Aku kan harus segera pulang, Eomma dan Appa pasti sedang menunggu! Pake macet segala lagi!” ujar namja itu khawatir. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk keluar dari mobilnya dan melihat apa yang terjadi di tempat tersebut. Namja tampan itu melangkah dan terus melangkah hingga dia akhirnya sampai.
“Ahjussi, saya ingin bertanya. Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya namja tampan itu penasaran. Ahjussi itu tidak menjawab, mungkin karena tempat tersebut sangat gaduh dan berisik. Namja tampan itu pun akirnya menyelundup untuk melihat apa yang terjadi. Walaupun ia berdesak-desakkan, namun namja tampan itu tetap kukuh untuk melihat apa yang terjadi. Namun, ketika ia sampai, ia melihat seorang wanita tergeletak, berlumuran darah. Namja itu sangat terkejut, sampai-sampai ia tidak bergerak sedikit pun.

#TBC!!! Next? Please, coment... ^,^

| Free Bussines? |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar