Kamis, 22 November 2012

(FF) Good Day #Part 2 (MinGi's Love)



Title       : Good Day
Author  : KyuPpa (Latifa Nurkhalisa)
Genre   : Romance, Friendship
Cast       :
-          Latifa Nurkhalisa K.                                          aka.                                        Park Min Gi (Min Gi)
-          Wulan Damayanti                                          aka.                                        Lee Hyun Ah (Hyura/Hyun Ah)
-          Desy Rahmah Yulianti                                     aka.                                        Shin Ah Hyo (Ah Hyo)

#Part 2 : Min Gi’s Love
                Pagi ini, saat aku hendak pergi ke kantin, kulihat mading disana. Dan ternyata ada pengumuman bahwa kontestan yang kedua adalah Lee Hyun Ah! Wah, gadis itu memang luar biasa! Gadis seperti apa dia? Aku tak akan kalah!!
                Setelah itu, aku pun pergi ke kelas. Sebenarnya aku ingin ke kantin, tapi bel sudah berbunyi. Jadi, lebih baik masuk kelas saja.
“Min Gi!” tiba-tiba saja ada yang memanggilku dari belakang.
“Kau tidak ikut Miss Contest?” tanya si ketua OSIS, Park Eun Hee.
“Maaf, aku takut tampil di depan orang banyak…” jawabku dengan lesunya.
“Maaf ya.. aku tak memaksamu kok…”
“Aku juga minta maaf. Permisi, ketua OSIS..”
“Tapi sayang juga jika Min Gi tak ikut.. Padahal dia calon yang kuat untung menang.”
Aku tak tertarik dengan Miss Contest. Karena, aku hanya ingin dapat pengakuan dari…
“Donghae….” Aku pun tersenyum ceria melihatnya. Kukira dia melihatku, ternyata ia melihat seseorang disana. Ya, gadis itu. Lee Hyun Ah.
“Donghae! Maaf, sudah lama menunggu ya?” ujar gadis itu. Sepertinya mereka sangat nyaman.


………………….
                Di  ruang ganti wanita.
“Huh!! Menyebalkan!!!” kutendang pintu ruang ganti itu dengan kakiku. Aku tumpahkan semua kekesalanku hari ini!! Tiba-tiba saja seseorang di belakang memukul kepalaku ini.
“Jangan bergerak yang aneh-aneh!” ujarnya.
“Kyuhyun!! Mengapa kau ada disini? Ini ruang ganti wanita!! Lagipula, aku sedang latihan kaki saja untuk olahraga!!”
“Hanya lewat saja.. Untuk apa latihan seperti itu? Itu kebiasaan burukmu sejak dulu!”
“Sudah janji kan jangan bicara soal masa lalu lagi?”
“Maaf…”
*Flashback
                Aku bersama Donghae dan Kyuhyun sudah bersahabat sejak kecil. Kebetulan, jarak rumah kami sangat dekat. Lalu..
“Huweeee!!” aku pun menangis. Saat itu aku masih berumur 6 tahun.
“Mereka bilang orang gendut dilarang ikut main.. Huweeee!!!”
“Jangan menangis, Min Gi.. Aku selalu menemanimu..” saat itulah Donghae tersenyum manis padaku. Donghae adalah cinta pertamaku.. Demi Donghae.. Aku berjuang mati-matian untuk menjadi gadis yang lebih baik. Aku berusaha menurunkan berat badanku, berdandan yang baik, dan belajar dengan sangat rajin.
*Flashback end
“Tapi..” setelah aku mengingat semua itu, rasanya sedih sekali..
“Min Gi, mau makan di rumahku?” ajak Kyuhyun tiba-tiba.
“Tapi.. Aku tidak mau bertemu dengan Donghae..”
“Tenang saja! Hari ini dia makan di luar..” Donghae tinggal di rumah Kyuhyun karena orangtuanya bekerja di luar negeri. Karena mereka sudah seperti keluarga, jadi Donghae tinggal di rumah Kyuhyun.
“Sekalian kita kerjakan PR.. Aku belum mengerjakannya..” Kyuhyun.. Apa.. Dia mengerti perasaanku?
“Ya sudah. Kita pergi sekarang…”
………………………..
                Setelah sampai di rumah Kyuhyun, Kyuhyun melihat ada surat di meja tamu. Ia pun membukanya. Isinya:
Untuk Kyuhyun
Eomma dan Oppa sedang pergi menonton, ada kare di kulkas.
“Ya ampun! Membiarkan remaja puber berduaan di rumah, kan bahaya!”
“Apanya yang bahaya?” tanyaku bingung.
“Kalian kan sudah seperti saudaraku sendiri…” sambungku.
“Kalau begitu.. mari kita jalin kisah cinta terlarang..”
“Apa?!”
“Aku pulang..” Donghae sudah pulang!
“Wah, ada Min Gi?” sapanya dengan senyuman.
“Kau?”  jawab Kyuhyun.
“Donghae?!!”
“Kau bilang ingin makan di luar?!” tanya Kyuhyun dengan kasarnya.
“Aku pulang hanya untuk menaruh ini saja..” Donghae menaruh sesuatu ke atas meja.
“Cake buatanku untuk ulangtahun Song Hye Ri..” Donghae membuka bungkusan itu. Cake yang cantik..
“Cake?! Kau yang buat?!” tanya Kyuhyun seolah tak percaya. Iya, aku tahu.. Donghae membuat cake bersama Hyun Ah dengan bergitu mesra.. Aku pun tertunduk. Sepertinya Kyuhyun melihat tingkahku yang aneh ini.
“Ayo dimakan, Min Gi!”
“Ne.. Gomawo..” saat aku hendak membawanya dari tangan Donghae, Kyuhyun merebutnya dan memakannya sendiri dengan lahap!
“Kyuhyun?!!” Donghae.
“Kau lupa ya? Min Gi dilarang memakan makanan yang manis-manis saat malam hari..” Kyuhyun menarik pundakku. Aku pun bingung.
“Sudah ya, kami akan mengerjakan PR di atas..” sambung Kyuhyun dengan tetap menarik pundakku untuk pergi dari tempat itu.
“Eh, tunggu!!” aku mencoba mengelak. Namun, Kyuhyun tetap menarikku keluar dari suasana panas ini. Donghae hanya melihat jam dinding untuk memastikan bahwa ini sudah malam. Tapi, ini masih jam 5 sore.
“Min Gi.. Tidak boleh makan makanan yang manis pada pukul 8 malam kan?”gumam Donghae.
……………….
                Di dalam kamar Kyuhyun. Kyuhyun sudah mulai duduk dan membuka buku catatannya. Sementara aku masih berdiri mengingat kejadian tadi. Dia tahu perasaanku saat Donghae memberikan kuenya untukku.. Dan saat itu hatiku kecewa karena kue itu dibuat oleh Hyun Ah dan Donghae. Tapi, Kyuhyun mengerti perasaanku sehingga ia memakannya dan mengajakku kesini.
“Terimakasih…” batinku dalam hati tersenyum padanya.
“Hei! Kenapa kau menjiplak pekerjaan rumahku?!” teriakku kaget melihat Kyuhyun menyalin jawaban PR-ku.
“Jika kau tidak mengerjakannya sendiri, kau tidak akan pernah bisa!!”
“Biar saja.. Kalau urusan belajar, aku tak serajin Donghae..”
“Tetap saja harus belajar..” kupukul kepalanya.
“Kau kan masih punya sisi baik yang lain.. Ayo berjuang jadi dirimu sendiri!” wajahku sudah serius seperti ini, Kyuhyun hanya menatapku diam.
“Min Gi, kenapa kau meminta Donghae membuat cake sendiri?” tiba-tiba saja pertanyaan itu terlontarkan dari bibir Kyuhyun.
“Karena aku ingin meminta perhatiannya.. Apapun boleh..”
“Perhatian?”
“Ah, salahku juga bercanda seperti itu.. Tapi sebenarnya aku tidak mengharapkan hadiah apapun kok..” aku pun termenung sedih mengingat semuanya.
“Aku tahu kok perasaannya padaku..”
“Min Gi, lupakan saja dia..” tiba-tiba saja Kyuhyun mendekatkan dirinya padaku dan… Dan terjadilah first kiss… Aku pun terkaget dan menatap kosong.
“Sebenarnya.. sudah lama aku..”
“Apa yang kau lakukan?!!” aku pun mendorong tubuh Kyuhyun jauh dariku.
“Menyebalkan!!” kutendang buku catatanku dan pergi darinya. Kyuhyun merebut ciuman pertamaku! Dia jahat!
…………………….
                Pagi hari yang cerah, di sekolah.
“Min Gi, akhir-akhir ini kau jarang bersama Kyuhyun dan Donghae.. Ada apa?” tanya teman sekelasku. Aku hanya bisa tertawa. Sejak peristiwa itu, sudah satu minggu aku jarang berbicara dengan Kyuhyun.
“Apa ada masalah?” tanyanya lagi. Aku hanya menggelengkan kepala.
“Oh ya, kau tahu tidak? Donghae dan Hyura sudah berpacaran lho..”
“Mwo? Benarkah? Maksudmu Hyun Ah dan Donghae?”
“Iya.. Kau belum tahu ya? Kurang lebih satu minggu yang lalu..”
“Oh.. Pacaran dengan wanita itu ya..” aku merasakan kecewa. Rasanya tanganku ingin memukul meja ini. Namun, apa aku harus menunjukkannya dihadapan temanku? Tidak mungkin.
“Oh ya, apa kau serius tidak ingin mengukuti Miss Contest?”
“Aku sudah tak peduli lagi..” aku pun beranjak pergi keluar. Semua teman sekelasku menatapku heran.
“Min Gi, kau mau kemana?”
“Ke toilet…” jawabku dengan nada datar. Saat kutatap wajahku di jendela, rasanya wajahku sangat layu. Kantung mataku tebal sekali.. Yang harus kulakukan.. Hari ini aku ingin tidur lebih cepat dan jangan lupa meminum vitamin.. Lalu.. Tess..Air mataku jatuh mengenai lantai. Rasanya aku sudah tak kuat untuk membendung air mataku ini.
“Bodohnya aku ini.. Padahal aku tidak bisa meraih Donghae..” kututup mataku ini.
“Kenapa menangis?” tanya seseorang dari belakang. Ia memegang pundakku. Suaranya seperti Kyuhyun. Ya! Sepertinya dia! Aku pun berhenti menangis.
“Apa kau akan macam-macam lagi?!” kubalikkan tubuhku. Kyuhyun pun kaget melihatku marah.
“Iya, aku minta maaf soal waktu itu, tapi..”
“Aku tak akan tinggal diam melihat wanita yang kusukai menangis..” sambung Kyuhyun.
“Hentikan, Kyuhyun.. Jangan bersikap baik padaku..” aku pun kembali menangis dan menitikkan air mata ini.
…………………
                Kyuhyun membawaku ke taman belakang sekolah untuk menenangkanku. Kami pun sempat terdiam.
“Donghae berpacaran dengan wanita itu ya?” Kyuhyun memulai pembicaraannya.
“Benar-benar menyebalkan..” jawabku dengan sedikit kesal.
“Sudah kubilang lupakan saja. Aku tahu, kau kesal karena dia diambil wanita lain..” kami saling menatap ke depan.
“Iya, aku kesal..” jawabku sembari mengepalkan tanganku. Ternyata Kyuhyun menatap kepalan tanganku.
“Aku paling kesal pada diriku sendiri!” kini kedua mata Kyuhyun menatap wajahku.
“Waktu itu, aku menjelek-jelekkan Donghae demi menyakiti perasaan Hyun Ah.. Padahal dia bisa menilai Donghae dengan baik. Tapi aku hanya memikirkan diri sendiri..”
“Aku takkan kalah..” saat aku mengingat ucapan itu,
“meski aku bilang begitu.. Sejak dulu aku tahu, Donghae hanya menganggapku sebagai adik. Tapi.. Aku tak terima..” kututup wajahku dengan kedua tanganku.
“Min Gi, kau sudah sadar? Baiklah. Kalau begitu, apa kau bersedia melakukan hal seperti itu lagi?”
“Mwo?! Kau ini!!” kupukul tubuhnya sembari tertawa. Kyuhyun pun tertawa.
“Aku hanya bercanda.. Maksudnya, apa kau mau melakukan hal seperti Donghae dan Hyun Ah?”
“Maksudmu?” tanyaku. Sebenarnya aku mengerti. Tapi aku takut salah dan malu.. Hehe..
“Kau tidak mengerti, baiklah. Tidak jadi..”
“Tunggu! Aku mengerti!”
“Jadi?” aku pun mengangguk mengiyakan. Kyuhyun membalikkan badannya seolah merasa senang dan kembali menatapku.
“Ucapan memalukan ini hanya kukatakan padamu..” sambung Kyuhyun dengan wajah seriusnya lagi.
“Terimakasih, Kyuhyun..” aku pun tersenyum padanya.
…………..
                Sepulang sekolah, aku dan Kyuhyun berjalan bersama menuju rumah.
“Kau mau ikutan Miss Contest?” tanya Kyuhyun di tengah-tengah perjalanan.
“Iya, aku ingin membuka wawasanku.. Sudah pasti aku yang menang.. Hihihi…” senyuman evil yang kuberikan.. haha..
“Bisa gawat kalau over percaya diri lho..”
“Tenang saja, aku akan berjuang. Setelah itu.. Ada kau di sampingku, kan?” kami pun tertawa bersama.
…………….
                Di tempat lain, seorang wanita tengah bingung melihat lembaran kertas di hadapannya.
“Bagaimana ini? Kalau begini, Miss Contest bisa dibatalkan..”
#TBC (to be continued)

| Free Bussines? |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar