Title : Good Day
Author : KyuPpa (Latifa Nurkhalisa)
Genre : Romance, Friendship
Cast :
-
Latifa Nurkhalisa K. aka. Park Min
Gi (Min Gi)
-
Wulan Damayanti aka. Lee Hyun
Ah (Hyura/Hyun Ah)
-
Desy Rahmah Yulianti aka. Shin Ah Hyo (Ah Hyo)
#Part
2 : Min Gi’s Love
Pagi ini, saat aku hendak pergi
ke kantin, kulihat mading disana. Dan ternyata ada pengumuman bahwa kontestan
yang kedua adalah Lee Hyun Ah! Wah, gadis itu memang luar biasa! Gadis seperti
apa dia? Aku tak akan kalah!!
Setelah itu, aku pun pergi ke
kelas. Sebenarnya aku ingin ke kantin, tapi bel sudah berbunyi. Jadi, lebih
baik masuk kelas saja.
“Min
Gi!” tiba-tiba saja ada yang memanggilku dari belakang.
“Kau
tidak ikut Miss Contest?” tanya si ketua OSIS, Park Eun Hee.
“Maaf,
aku takut tampil di depan orang banyak…” jawabku dengan lesunya.
“Maaf
ya.. aku tak memaksamu kok…”
“Aku
juga minta maaf. Permisi, ketua OSIS..”
“Tapi
sayang juga jika Min Gi tak ikut.. Padahal dia calon yang kuat untung menang.”
Aku
tak tertarik dengan Miss Contest. Karena, aku hanya ingin dapat pengakuan dari…
“Donghae….”
Aku pun tersenyum ceria melihatnya. Kukira dia melihatku, ternyata ia melihat
seseorang disana. Ya, gadis itu. Lee Hyun Ah.
………………….
Di ruang ganti wanita.
“Huh!!
Menyebalkan!!!” kutendang pintu ruang ganti itu dengan kakiku. Aku tumpahkan
semua kekesalanku hari ini!! Tiba-tiba saja seseorang di belakang memukul
kepalaku ini.
“Jangan
bergerak yang aneh-aneh!” ujarnya.
“Kyuhyun!!
Mengapa kau ada disini? Ini ruang ganti wanita!! Lagipula, aku sedang latihan
kaki saja untuk olahraga!!”
“Hanya
lewat saja.. Untuk apa latihan seperti itu? Itu kebiasaan burukmu sejak dulu!”
“Sudah
janji kan jangan bicara soal masa lalu lagi?”
“Maaf…”
*Flashback
Aku bersama Donghae dan Kyuhyun
sudah bersahabat sejak kecil. Kebetulan, jarak rumah kami sangat dekat. Lalu..
“Huweeee!!”
aku pun menangis. Saat itu aku masih berumur 6 tahun.
“Mereka
bilang orang gendut dilarang ikut main.. Huweeee!!!”
“Jangan
menangis, Min Gi.. Aku selalu menemanimu..” saat itulah Donghae tersenyum manis
padaku. Donghae adalah cinta pertamaku.. Demi Donghae.. Aku berjuang
mati-matian untuk menjadi gadis yang lebih baik. Aku berusaha menurunkan berat
badanku, berdandan yang baik, dan belajar dengan sangat rajin.
*Flashback
end
“Tapi..”
setelah aku mengingat semua itu, rasanya sedih sekali..
“Min
Gi, mau makan di rumahku?” ajak Kyuhyun tiba-tiba.
“Tapi..
Aku tidak mau bertemu dengan Donghae..”
“Tenang
saja! Hari ini dia makan di luar..” Donghae tinggal di rumah Kyuhyun karena
orangtuanya bekerja di luar negeri. Karena mereka sudah seperti keluarga, jadi Donghae
tinggal di rumah Kyuhyun.
“Sekalian
kita kerjakan PR.. Aku belum mengerjakannya..” Kyuhyun.. Apa.. Dia mengerti
perasaanku?
“Ya
sudah. Kita pergi sekarang…”
………………………..
Setelah sampai di rumah Kyuhyun,
Kyuhyun melihat ada surat di meja tamu. Ia pun membukanya. Isinya:
Untuk Kyuhyun
Eomma dan Oppa sedang pergi menonton, ada
kare di kulkas.
“Ya
ampun! Membiarkan remaja puber berduaan di rumah, kan bahaya!”
“Apanya
yang bahaya?” tanyaku bingung.
“Kalian
kan sudah seperti saudaraku sendiri…” sambungku.
“Kalau
begitu.. mari kita jalin kisah cinta terlarang..”
“Apa?!”
“Aku
pulang..” Donghae sudah pulang!
“Wah,
ada Min Gi?” sapanya dengan senyuman.
“Kau?” jawab Kyuhyun.
“Donghae?!!”
“Kau
bilang ingin makan di luar?!” tanya Kyuhyun dengan kasarnya.
“Aku
pulang hanya untuk menaruh ini saja..” Donghae menaruh sesuatu ke atas meja.
“Cake
buatanku untuk ulangtahun Song Hye Ri..” Donghae membuka bungkusan itu. Cake
yang cantik..
“Cake?!
Kau yang buat?!” tanya Kyuhyun seolah tak percaya. Iya, aku tahu.. Donghae
membuat cake bersama Hyun Ah dengan bergitu mesra.. Aku pun tertunduk.
Sepertinya Kyuhyun melihat tingkahku yang aneh ini.
“Ayo
dimakan, Min Gi!”
“Ne..
Gomawo..” saat aku hendak membawanya dari tangan Donghae, Kyuhyun merebutnya
dan memakannya sendiri dengan lahap!
“Kyuhyun?!!”
Donghae.
“Kau
lupa ya? Min Gi dilarang memakan makanan yang manis-manis saat malam hari..” Kyuhyun
menarik pundakku. Aku pun bingung.
“Sudah
ya, kami akan mengerjakan PR di atas..” sambung Kyuhyun dengan tetap menarik
pundakku untuk pergi dari tempat itu.
“Eh,
tunggu!!” aku mencoba mengelak. Namun, Kyuhyun tetap menarikku keluar dari
suasana panas ini. Donghae hanya melihat jam dinding untuk memastikan bahwa ini
sudah malam. Tapi, ini masih jam 5 sore.
“Min
Gi.. Tidak boleh makan makanan yang manis pada pukul 8 malam kan?”gumam Donghae.
……………….
Di dalam kamar Kyuhyun. Kyuhyun
sudah mulai duduk dan membuka buku catatannya. Sementara aku masih berdiri
mengingat kejadian tadi. Dia tahu perasaanku saat Donghae memberikan kuenya
untukku.. Dan saat itu hatiku kecewa karena kue itu dibuat oleh Hyun Ah dan
Donghae. Tapi, Kyuhyun mengerti perasaanku sehingga ia memakannya dan
mengajakku kesini.
“Terimakasih…”
batinku dalam hati tersenyum padanya.
“Hei!
Kenapa kau menjiplak pekerjaan rumahku?!” teriakku kaget melihat Kyuhyun
menyalin jawaban PR-ku.
“Jika
kau tidak mengerjakannya sendiri, kau tidak akan pernah bisa!!”
“Biar
saja.. Kalau urusan belajar, aku tak serajin Donghae..”
“Tetap
saja harus belajar..” kupukul kepalanya.
“Kau
kan masih punya sisi baik yang lain.. Ayo berjuang jadi dirimu sendiri!”
wajahku sudah serius seperti ini, Kyuhyun hanya menatapku diam.
“Min
Gi, kenapa kau meminta Donghae membuat cake sendiri?” tiba-tiba saja pertanyaan
itu terlontarkan dari bibir Kyuhyun.
“Karena
aku ingin meminta perhatiannya.. Apapun boleh..”
“Perhatian?”
“Ah,
salahku juga bercanda seperti itu.. Tapi sebenarnya aku tidak mengharapkan
hadiah apapun kok..” aku pun termenung sedih mengingat semuanya.
“Aku
tahu kok perasaannya padaku..”
“Min
Gi, lupakan saja dia..” tiba-tiba saja Kyuhyun mendekatkan dirinya padaku dan…
Dan terjadilah first kiss… Aku pun terkaget dan menatap kosong.
“Sebenarnya..
sudah lama aku..”
“Apa
yang kau lakukan?!!” aku pun mendorong tubuh Kyuhyun jauh dariku.
“Menyebalkan!!”
kutendang buku catatanku dan pergi darinya. Kyuhyun merebut ciuman pertamaku!
Dia jahat!
…………………….
Pagi hari yang cerah, di
sekolah.
“Min
Gi, akhir-akhir ini kau jarang bersama Kyuhyun dan Donghae.. Ada apa?” tanya
teman sekelasku. Aku hanya bisa tertawa. Sejak peristiwa itu, sudah satu minggu
aku jarang berbicara dengan Kyuhyun.
“Apa
ada masalah?” tanyanya lagi. Aku hanya menggelengkan kepala.
“Oh
ya, kau tahu tidak? Donghae dan Hyura sudah berpacaran lho..”
“Mwo?
Benarkah? Maksudmu Hyun Ah dan Donghae?”
“Iya..
Kau belum tahu ya? Kurang lebih satu minggu yang lalu..”
“Oh..
Pacaran dengan wanita itu ya..” aku merasakan kecewa. Rasanya tanganku ingin
memukul meja ini. Namun, apa aku harus menunjukkannya dihadapan temanku? Tidak
mungkin.
“Oh
ya, apa kau serius tidak ingin mengukuti Miss Contest?”
“Aku
sudah tak peduli lagi..” aku pun beranjak pergi keluar. Semua teman sekelasku
menatapku heran.
“Min
Gi, kau mau kemana?”
“Ke
toilet…” jawabku dengan nada datar. Saat kutatap wajahku di jendela, rasanya
wajahku sangat layu. Kantung mataku tebal sekali.. Yang harus kulakukan.. Hari
ini aku ingin tidur lebih cepat dan jangan lupa meminum vitamin.. Lalu..
Tess..Air mataku jatuh mengenai lantai. Rasanya aku sudah tak kuat untuk
membendung air mataku ini.
“Bodohnya
aku ini.. Padahal aku tidak bisa meraih Donghae..” kututup mataku ini.
“Kenapa
menangis?” tanya seseorang dari belakang. Ia memegang pundakku. Suaranya
seperti Kyuhyun. Ya! Sepertinya dia! Aku pun berhenti menangis.
“Apa
kau akan macam-macam lagi?!” kubalikkan tubuhku. Kyuhyun pun kaget melihatku
marah.
“Iya,
aku minta maaf soal waktu itu, tapi..”
“Aku
tak akan tinggal diam melihat wanita yang kusukai menangis..” sambung Kyuhyun.
“Hentikan,
Kyuhyun.. Jangan bersikap baik padaku..” aku pun kembali menangis dan
menitikkan air mata ini.
…………………
Kyuhyun membawaku ke taman
belakang sekolah untuk menenangkanku. Kami pun sempat terdiam.
“Donghae
berpacaran dengan wanita itu ya?” Kyuhyun memulai pembicaraannya.
“Benar-benar
menyebalkan..” jawabku dengan sedikit kesal.
“Sudah
kubilang lupakan saja. Aku tahu, kau kesal karena dia diambil wanita lain..”
kami saling menatap ke depan.
“Iya,
aku kesal..” jawabku sembari mengepalkan tanganku. Ternyata Kyuhyun menatap
kepalan tanganku.
“Aku
paling kesal pada diriku sendiri!” kini kedua mata Kyuhyun menatap wajahku.
“Waktu
itu, aku menjelek-jelekkan Donghae demi menyakiti perasaan Hyun Ah.. Padahal
dia bisa menilai Donghae dengan baik. Tapi aku hanya memikirkan diri sendiri..”
“Aku takkan kalah..” saat aku mengingat
ucapan itu,
“meski
aku bilang begitu.. Sejak dulu aku tahu, Donghae hanya menganggapku sebagai
adik. Tapi.. Aku tak terima..” kututup wajahku dengan kedua tanganku.
“Min
Gi, kau sudah sadar? Baiklah. Kalau begitu, apa kau bersedia melakukan hal
seperti itu lagi?”
“Mwo?!
Kau ini!!” kupukul tubuhnya sembari tertawa. Kyuhyun pun tertawa.
“Aku
hanya bercanda.. Maksudnya, apa kau mau melakukan hal seperti Donghae dan Hyun
Ah?”
“Maksudmu?”
tanyaku. Sebenarnya aku mengerti. Tapi aku takut salah dan malu.. Hehe..
“Kau
tidak mengerti, baiklah. Tidak jadi..”
“Tunggu!
Aku mengerti!”
“Jadi?”
aku pun mengangguk mengiyakan. Kyuhyun membalikkan badannya seolah merasa
senang dan kembali menatapku.
“Ucapan
memalukan ini hanya kukatakan padamu..” sambung Kyuhyun dengan wajah seriusnya
lagi.
“Terimakasih,
Kyuhyun..” aku pun tersenyum padanya.
…………..
Sepulang sekolah, aku dan Kyuhyun
berjalan bersama menuju rumah.
“Kau
mau ikutan Miss Contest?” tanya Kyuhyun di tengah-tengah perjalanan.
“Iya,
aku ingin membuka wawasanku.. Sudah pasti aku yang menang.. Hihihi…” senyuman
evil yang kuberikan.. haha..
“Bisa
gawat kalau over percaya diri lho..”
“Tenang
saja, aku akan berjuang. Setelah itu.. Ada kau di sampingku, kan?” kami pun
tertawa bersama.
…………….
Di tempat lain, seorang wanita
tengah bingung melihat lembaran kertas di hadapannya.
“Bagaimana
ini? Kalau begini, Miss Contest bisa dibatalkan..”
#TBC
(to be continued)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar