Sabtu, 04 Agustus 2012

(FF) Wind Love #Part 1



Title       : Wind Love
Author  : WooLan (Wulan Damayanti)
Cast       : Lee Hyun Ah (Hyura) (OC)
-          Other cast bisa dilihat dalam cerita
Genre   : Romance, Friendship

#Part 1
                Jatuh cinta. Pernahkah kalian kamu merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta? Dan pernahkah kamu merasakan bagaimana sakitnya jatuh cinta itu?
                Aku yakin kalian pernah merasakan hal itu. Dalam hidup ini tiada seorang pun yang tak pernah merasakan jatuh cinta. Apalagi disaat masa remaja. Jatuh cinta saat masa remaja itu sangat indah dan menyenangkan sekali. Jatuh cinta juga dapat membuat hidup kita lebih nyaman dan semangat menjalani hidup ini. Jatuh cinta adalah disaat kita mencintai dan menyayangi seseorang dengan sepenuh hati. Jatuh cinta merupakan hal yang sangat penting. Jatuh cinta tak bisa dibeli. Walau dengan berratus-ratus miliar, beribu-ribu gunung, berton-ton emas, maupun beribu-ribu pulau, jatuh cina tidak bisa dibeli. Awalnya jatuh cinta memang menyenangkan, membuat kita berbunga-bunga. Tapi adakalanya jatuh cinta dapat menjerumuskan kita ke dalam hal-hal yang tak dapat kita ketahui. Cinta dapat menjerumuskan seseorang menjadi seseorang yang tidak berperikemanusiaan. Cinta dapat membuat kita melakukan sesuatu hal yang nekad. Dan Cinta juga dapat membuat akal dan pikiran kita menjadi sempit yang membuat kita melakukan sesuatu hal yang negative.
                Entahlah, mengapa cinta jadi seperti ini? Apakah kesetiaan antara sebuah pasangan sudah tidak ada lagi?? Ataukah zaman yang membuat semuanya berubah? Mungkinkah percintaan itu hanyalah sebagai sebuah permainan saja?? Ataukah banyak orang ketiga yang hilir mudik menghampiri sebuah pasangan itu, yang menyebabkan perselisihan?? Entahlah. Apa yang sedang terjadi di dunia ini? Tapi, kuharap hubungan kami tetap abadi selamanya. Tak akan terjadi sesuatu hal yang buruk…”
“Huft… sudah 4 tahun aku tak bertemu dengannya. Walaupun begitu, aku selalu berhubungan dengannya. Meskipun hanya di jejaring social..” gumamnya dengan nada rendah.
“Kya~!! Hyura!!” teriak seseorang dari arah belakang. Gadis itu pun memutar badannnya dan berkata, “Ne…”
“Hyura!! Kau sedang apa melamun sendiri disini? Apa kau sedang melamunkan cinta sejatimu itu? Sudahlah kau jangan melamunkan dia lagi.. Dia pasti kembali lagi.” Ujar seorang temannya.
“Tentu saja dia pasti kembali..” balas Hyura dengan penuh kepercayaan dirinya.
“Aigoo~… Aku hampir saja lupa.. Bel sekolah berbunyi 5 menit lagi!! Kita harus segera masuk kelas! Apalagi sekarang pelajaran Guru Kang! Aiishh gawat!! Kajja!!” teman Hyura terlihat panic sekali. Malah sebaliknya, Hyura terlihat tenang.
“Issh kau ini.. Kyaa Yoona!! Jamkkanman!!” Hyura pun berlali mengejar temannya (Yoona) yang sudah berlalu pergi.
***
“Cepat juga larimu. Aku hampir saja terkalahkan olehmu!!” ujar Yoona sembari menghembus-hembuskan nafasnya karena lelah.
“Tentu saja.. Bukan hampir terkalahkan. Tapi, kau itu memang sudah kalah.. Kau sudah lelah ya? Baru begitu saja udah lelah.. Gimana kalau lari dari sini ke rumahku?” ujar Hyura sembari tertawa melihat penderitaan temannya itu.
“Isssh~~” Yoona membalasnya dengan senyuman masam.
“Oh ya, ada yang ingin aku ceritakan padamu!!” ujar Hyura. Namun, tiba-tiba Guru Kang datang sehingga Hyura tak jadi bercerita pada Yoona.
                Suasana menjadi hening dengan sekejap saja karena kehadiran guru music itu, yang amat amat amat ditakuti seluruh penghuni sekolah, terkecuali Hyura. Suasana kelas tetap saja hening seperti ada harimau yang akan melahap mereka satu persatu, sehingga mulutnya terbungkam. Namun, Hyura tetap sanatai da berkata pada Guru Kang yang amat ditakuti oleh seluruh penghuni sekolah itu.
“Annyeong haseyo, Seonsaengnim.. Good morning.” Sapanya dengan ramahnya sembari tersneyum manis. Semua siswa yang tadinya diam tidak bergerak sedikitpun seperti patung, kini mereka memutarkan badannya ke satu titik yaitu dimana Hyura dan Yoona duduk bersampingan.
“Ada apa ini?? Mengapa kalian menatapku seperti itu?” tanyanya kebingungan. Hyura menggeleng-gelengkan kepaanya, ia sungguh tak mengerti mengapa mereka menatapnya setajam itu.
“Sudah, sudah!! Kita lanjutkan ke materi selanjutnya.” Guru Kang memelototi murid-murid yang ada di hadapannya.
***
                Bel istirahat telah berbunyi. Seluruh siswa di sekolah itu berbondong-bondong keluar dari kelas mereka menuju ke kantin sekolah. Namun, dimana Hyura? Dia tak keluar dari kelasnya! Apa yang sedang ia lakukan?
“Asyikk!!” teriak Hyura meloncat-loncat sembari melihat foto kekasihnya. Ternyata Hyura sedang asyik bermain twitter bersama kekasihnya. Uhh so sweet.. ^^
“Hyura!! Kau itu apa-apaan sih? Cepat turun!” ujar Yoona.
“Aku.. Aku lagi seneng nih!!!” jawab Hyura sembari tersenyum.
“Mwo? Apa yang membuatmu sesenang itu hingga kamu meloncat-loncat di atas kursi seperti itu, hah??” Yoona penasaran.
“Cepat kemari!! Aku akan menceritakannya!!” ujar Hyura sembari tersenyum. Yoona berjalan mendekati Hyura.
“Apa, apa?! Ayo ceritakan!” Yoona penasaran.
“Begini, tadi…
*Flashback
~5 menit yang lalu~
                Pada saat jam istirahat, Hyura duduk termenung sendiri memikirkan kekasihnya. Wajahnya nampak cemberut memandangi foto kekasihnya itu di ponselnya. Tiba-tiba ia teringat sesuatu.
“Oh ya, aku kan mau twitteran sama Oppa!” ujarnya.
Aduh, kemana sih Oppa? Masih belum ada kabar. Issh~!
Nah, mengapa aku harus menunggunya? Ahh.. aku off saja lah!
Hmmm, mengapa Oppa hari ini belum ada kabar? Biasanya jam segini Oppa ngirim mentions. Hmm…
                Tiba-tiba saja ada suara dering pesan dari ponsel Hyura. Hyura membukanya dan.. dan ternyata pesan itu dari kekasihnya. 1 hal yang sangat membuatnya bahagia adalah kekasihnya akan pulang ke Seoul.
*end
“Oh.. jadi gitu ceritanya.. Pantes aja kamu seseneng itu! Emangnya kapan Oppa Okay-mu itu pulang?” tanya Yoona.
“Besok..” jawabnya singkat dengan tersenyum riang.
“Jinjja?!”
“Ne…”
***
“Aissh~ Yoona kemana sih? Lama banget! Padahal kan ini udah bel pulang. Tadi juga kan dia ada di sampingku.. pergi kemana dia?? Apa jangan-jangan dia….!!” Ujar Hyura penasaran.
“Kyaa~..” teriak Yoona sambil menepuk pundak Hyura dengan kencangnya.
“Aigoo.. sakit tau! Aku bilangin nih ama…” ucapannya terpotong.
“Ama Oppa Okay-mu itu?” Yoona memotong perkataan Hyura.
“Hehehe…” Hyura hanya tersenyum.
“Oh ya, gimana persiapan kamu buat ketemuan sama Oppa Okay-mu itu?” tanya Yoona mencoba menggoda Hyura.
“Gak tau.. Hmm.. Gimana.. Gimana kalau kalu antee aku beli baju buat aku ketemuan besok sama Oppa Okay?!” jawab Hyura sembari menatap Yoona dengan tersenyum.
“Mmmm.. Gimana ya?” Yoona kebingungan.
“Please.. Ya? Please?” ujar Hyura menatap Yoona dengan tersenyum.
“Mmm.. Gimana ya?? Aku bingung!!”
“Please… Jebal.. Yoona, kamu cantiiiik banget. Udah cantik, baik lagi.. Ya?? Jadi, tolong banget.. Kamu anter aku ke mall, ya??” ujar Hyura penuh harapan.
“Hmm.. Mmmm.. Ya udah deh. Ne..” jawab Yoona.
“Asyik!! Kau memang sahabat terbaikku!!”
“Oh ya, benarkah aku ini cantik dan baik?? Apa benar?” tanya Yoona penasaran.
“Hmm, tentu saja. Tapi, sebaliknya!!” Hyura berlari  sekuat tenaganya.
“Apa maksudnya?? (Berpikir sejenak) Mwo?! Berarti dia mengataiku jelek dan jahat!! Aissh~!! Hyuraaa!!!” wajah Yoona memerah dan mulai mengejar Hyura.
“Aduh, cepat juga larimu! Disaat kamu marah aja larimu cepat.. Kamu itu jadi orang imut banget sih!!” ujar Hyura sembari tersenyum.
“Jinjjanayo?”
“Ne.. Sudahlah.. Kajja!!” Hyura dan Yoona pun berangak dengan menggunakan taxi.
***
“Yoona, bantu aku memilih baju-baju ini. Mana yang bagus untukku ya?” ujar Hyura menunjukkan beberapa baju yang menurutnya bagus dan cocok untuknya.
“Nah. Ini cocok untukmu..”
“Jinjja?” tanya Hyura. Yoona tak menjawabnya. Ia hanya menganggukkan kepalanya.
“Oh.. Baiklah. Aku akan memilih ini. Tunggu disini ya! Akua akan membayarnya dulu.”
                Hyura pun membawa bajunya itu ke kasir untuk membayar bajunya. Setelah membayarnya, Hyura pun kembali ke tempat dimana ia membeli baju tadi.
“Yoona, apa kamu mau makan? Sudah jam segini, pasti kamu belum makan. Ayo kita pergi ke café di seberang itu!” ujar Hyura.
“Tidak perlu, Hyura.. Aku tak lapar.” Jawab Yoona. Namun, tiba-tiba saja ada suara keroncong dari perut seseorang.
“Apa itu suara perutmu?” tanya Hyura sembari tersenyum.
“Aniyo…” jawab Yoona sembari tersenyum masam dan tersipu malu.
“Sudah kubilang, kau pasti lapar! Ayo ikut denganku!” Hyura menarik tangan Yoona. Mereka pun sampai di café itu dan makan dengan lahapnya. Terutama Yoona.
***
“Yoona, aku pulang dulu, ya.. Bye!! Hati-hati di jalan!” ujar Hyura sembari tersneyum.
“Ne. Kau juga. Hati-hati, ya!!”
“Hmm” ucap Hyura menganggukkan kepalanya. Mereka pun berpisah dengan araha jalan rumah yang berlawanan.
***
                Pagi yang cerah, secerah wajah gadis cantik itu. Mentari pagi, hilir kemari menyambut datangnya gadis ramah itu. Awan-awan mengikuti arah kemana gadis itu pergi untuk menjaganya.
“Huft.. Sekarang hari libur sekaligus hari aku akan bertemu dengan seseorang yang kunanti. Aku siap-siap dulu ah!” gumam yeoja itu yang ternyata Hyura.
                Hyura pun bersiap-siap. Ia sangat kebingungan sekali baju aman yang akan ia pakai. Ia pun memutuskan untuk memakai baju yang telah dibelinya kemarin bersama Yoona. Setelah bersiap-siap, Hyura langsung berangkat.
“Aigoo~.. apa ia sudah sampai di Bandara Internasional Incheon?” ujar Hyura sembari menunggu taxi datang.
“Stop!” Hyura melambaikan tangnya ke depan untuk membeehentikan taxi itu.
***
“Aduh, dia masih belum menghubungiku juga! Dia sudah sampai atau belum ya? Ya ampun.. Aku lupa! Ponselku belum dinyalakan!” Hyura pun menyalakan ponselnya.
“Mwo?! Dia sudah sampai!” teriak Hyura dengan perasaan kebingungan.
“Ahjussi, tolong agak cepat..” ujar Hyura pada supir taxi itu.
“Baiklah.”
“Haduh, aku pasti telat nih! Otteohke?”
“Kita sudah sampai..” ujar supir taxi itu.
“Ne.. Gamsahamnida, ahjussi.. Ini uangnya.” Hyura memberikan uang kepada supir taxi itu. Hyura pun keluar dari taxi.
“Aku pasti telat! Pasti dia sudah pulang!” gumam Hyura dengan perasaan tak menentu. Ia terlihat sedih dan duduk menunggu di ruang tunggu.
Sudah 10 menit Hyura menunggu. Tapi, kekasihnya belum kunjung datang juga. Hyura pergi dengan langkah perlahan. Namun, tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan Hyura. Hyura sangat terkejut. Ia memukul orang itu dengan tangannya.
“Aww!! Aww!! Kau masih saja seperti dulu.. cantik dan jago karate..” ujar seorang namja tampan di hadapannya.
“Kau.. Kau.. Aissh! Mengagetkanku saja!” balas Hyura dengan perasaan tak menentu.
“Kemari!” namja tampan itu merentangkan tangannya.
“Untuk apa kau merentangkan tanganmu seperti itu?!” tanya Hyura.
“Apa kau tidak merindukanku? Kenapa kau tidak memelukku?” namja itu kekasih Hyura, namanya Ok Taecyeon.
“Aku tak mau! Nan Bogoshiposseo.. Tapi, untuk apa kau memelukku? Kita salaman saja..”
“Hmm, baiklah..” Taecyeon memegang tangan Hyura.
“Oh ya, gimana tuh suasana disana? Rame gak??” tanya Hyura memegang tangan Taecyeon dengan eratnya.
“Tentu.”
“Pasti karena banyak yeoja cantik ya?!”
“Hmm…”
“Diam itu berarti benar. Ayooo… Ngaku saja!!”
“Hmm.. oh ya, gimana kabarmu?” Taecyeon mengalihkan pembicaraannya.
“Kau ini.. mengalihkan pembicaraan saja! Hmm, ketahuan.. Ayo, ngaku?!!” Hyura terus mendesak Taecyeon.
“Aniyo..”
“Jinjja?!”
“Ne… mana mungkin aku selingkuh di belakangmu?”
“Tunggu! Tunggu! (sembari mengerutkan keningnya, kebingungan) Apa kau bilang?! Bukankah kita sudah tak ada hubungan lagi?”
“Tentu saja masih! Kapan kita putus?! Kita kan belum mengucapkan kata putus?”
“Oh iya.. Aku lupa!” Hyura tersenyum manis.
“Kau ini..” Taecyeon membalas senyumannya.
“Apakah nanti kau akan memutuskanku?” tanya Hyura. Taecyeon tak menjawab. Ia hanya menundukkan kepala seperti sedang melamun.
“Hyura, mungkin ini kenangan terindah yang pernah kumiliki dan takkan pernah kulupakan. Walaupun nanti ada sesuatu hal…” batin Taecyeon dalam hati.
***

#To be continued
Next part? RCL please…Thanks.. ^^


| Free Bussines? |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar