Title : Wind Love
Author : WooLan (Wulan Damayanti)
Cast : Lee Hyun Ah (Hyura) (OC)
-
Other cast bisa dilihat dalam cerita
Genre : Romance, Friendship
#Part 1
“Jatuh
cinta. Pernahkah kalian kamu
merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta? Dan pernahkah kamu merasakan bagaimana
sakitnya jatuh cinta itu?
Aku yakin kalian
pernah merasakan hal itu. Dalam hidup ini tiada seorang pun yang tak pernah
merasakan jatuh cinta. Apalagi disaat masa remaja. Jatuh cinta saat masa remaja
itu sangat indah dan menyenangkan sekali. Jatuh cinta juga dapat membuat hidup
kita lebih nyaman dan semangat menjalani hidup ini. Jatuh cinta adalah disaat
kita mencintai dan menyayangi seseorang dengan sepenuh hati. Jatuh cinta
merupakan hal yang sangat penting. Jatuh cinta tak bisa dibeli. Walau dengan
berratus-ratus miliar, beribu-ribu gunung, berton-ton emas, maupun beribu-ribu
pulau, jatuh cina tidak bisa dibeli. Awalnya jatuh cinta memang menyenangkan,
membuat kita berbunga-bunga. Tapi adakalanya jatuh cinta dapat menjerumuskan
kita ke dalam hal-hal yang tak dapat kita ketahui. Cinta dapat menjerumuskan seseorang menjadi seseorang yang tidak
berperikemanusiaan. Cinta dapat
membuat kita melakukan sesuatu hal yang nekad. Dan Cinta juga dapat membuat akal dan pikiran kita menjadi sempit yang
membuat kita melakukan sesuatu hal yang negative.
Entahlah, mengapa
cinta jadi seperti ini? Apakah kesetiaan antara sebuah pasangan sudah tidak ada
lagi?? Ataukah zaman yang membuat semuanya berubah? Mungkinkah percintaan itu
hanyalah sebagai sebuah permainan saja?? Ataukah banyak orang ketiga yang hilir
mudik menghampiri sebuah pasangan itu, yang menyebabkan perselisihan??
Entahlah. Apa yang sedang terjadi di dunia ini? Tapi, kuharap hubungan kami
tetap abadi selamanya. Tak akan terjadi sesuatu hal yang buruk…”
“Huft… sudah 4 tahun aku tak
bertemu dengannya. Walaupun begitu, aku selalu berhubungan dengannya. Meskipun
hanya di jejaring social..” gumamnya dengan nada rendah.
“Kya~!! Hyura!!” teriak seseorang
dari arah belakang. Gadis itu pun memutar badannnya dan berkata, “Ne…”
“Hyura!! Kau sedang apa melamun
sendiri disini? Apa kau sedang melamunkan cinta sejatimu itu? Sudahlah kau
jangan melamunkan dia lagi.. Dia pasti kembali lagi.” Ujar seorang temannya.
“Tentu saja dia pasti kembali..”
balas Hyura dengan penuh kepercayaan dirinya.
“Aigoo~… Aku hampir saja lupa..
Bel sekolah berbunyi 5 menit lagi!! Kita harus segera masuk kelas! Apalagi
sekarang pelajaran Guru Kang! Aiishh gawat!! Kajja!!” teman Hyura terlihat
panic sekali. Malah sebaliknya, Hyura terlihat tenang.
“Issh kau ini.. Kyaa Yoona!!
Jamkkanman!!” Hyura pun berlali mengejar temannya (Yoona) yang sudah berlalu
pergi.
***
“Cepat juga larimu. Aku hampir
saja terkalahkan olehmu!!” ujar Yoona sembari menghembus-hembuskan nafasnya
karena lelah.
“Tentu saja.. Bukan hampir
terkalahkan. Tapi, kau itu memang sudah kalah.. Kau sudah lelah ya? Baru begitu
saja udah lelah.. Gimana kalau lari dari sini ke rumahku?” ujar Hyura sembari
tertawa melihat penderitaan temannya itu.
“Isssh~~” Yoona membalasnya
dengan senyuman masam.
“Oh ya, ada yang ingin aku
ceritakan padamu!!” ujar Hyura. Namun, tiba-tiba Guru Kang datang sehingga
Hyura tak jadi bercerita pada Yoona.
Suasana
menjadi hening dengan sekejap saja karena kehadiran guru music itu, yang amat
amat amat ditakuti seluruh penghuni sekolah, terkecuali Hyura. Suasana kelas
tetap saja hening seperti ada harimau yang akan melahap mereka satu persatu,
sehingga mulutnya terbungkam. Namun, Hyura tetap sanatai da berkata pada Guru
Kang yang amat ditakuti oleh seluruh penghuni sekolah itu.
“Annyeong haseyo, Seonsaengnim..
Good morning.” Sapanya dengan ramahnya sembari tersneyum manis. Semua siswa
yang tadinya diam tidak bergerak sedikitpun seperti patung, kini mereka
memutarkan badannya ke satu titik yaitu dimana Hyura dan Yoona duduk
bersampingan.
“Ada apa ini?? Mengapa kalian
menatapku seperti itu?” tanyanya kebingungan. Hyura menggeleng-gelengkan
kepaanya, ia sungguh tak mengerti mengapa mereka menatapnya setajam itu.
“Sudah, sudah!! Kita lanjutkan ke
materi selanjutnya.” Guru Kang memelototi murid-murid yang ada di hadapannya.
***
Bel
istirahat telah berbunyi. Seluruh siswa di sekolah itu berbondong-bondong
keluar dari kelas mereka menuju ke kantin sekolah. Namun, dimana Hyura? Dia tak
keluar dari kelasnya! Apa yang sedang ia lakukan?
“Asyikk!!” teriak Hyura
meloncat-loncat sembari melihat foto kekasihnya. Ternyata Hyura sedang asyik
bermain twitter bersama kekasihnya. Uhh so sweet.. ^^
“Hyura!! Kau itu apa-apaan sih?
Cepat turun!” ujar Yoona.
“Aku.. Aku lagi seneng nih!!!”
jawab Hyura sembari tersenyum.
“Mwo? Apa yang membuatmu sesenang
itu hingga kamu meloncat-loncat di atas kursi seperti itu, hah??” Yoona
penasaran.
“Cepat kemari!! Aku akan
menceritakannya!!” ujar Hyura sembari tersenyum. Yoona berjalan mendekati
Hyura.
“Apa, apa?! Ayo ceritakan!” Yoona
penasaran.
“Begini, tadi…
*Flashback
~5 menit yang lalu~
Pada
saat jam istirahat, Hyura duduk termenung sendiri memikirkan kekasihnya.
Wajahnya nampak cemberut memandangi foto kekasihnya itu di ponselnya. Tiba-tiba
ia teringat sesuatu.
“Oh ya, aku kan mau twitteran
sama Oppa!” ujarnya.
Aduh, kemana sih Oppa? Masih belum ada kabar. Issh~!
Nah, mengapa aku harus menunggunya? Ahh.. aku off saja lah!
Hmmm, mengapa Oppa hari ini belum ada kabar? Biasanya jam segini Oppa
ngirim mentions. Hmm…
Tiba-tiba
saja ada suara dering pesan dari ponsel Hyura. Hyura membukanya dan.. dan
ternyata pesan itu dari kekasihnya. 1 hal yang sangat membuatnya bahagia adalah
kekasihnya akan pulang ke Seoul.
*end
“Oh.. jadi gitu ceritanya..
Pantes aja kamu seseneng itu! Emangnya kapan Oppa Okay-mu itu pulang?” tanya
Yoona.
“Besok..” jawabnya singkat dengan
tersenyum riang.
“Jinjja?!”
“Ne…”
***
“Aissh~ Yoona kemana sih? Lama
banget! Padahal kan ini udah bel pulang. Tadi juga kan dia ada di sampingku..
pergi kemana dia?? Apa jangan-jangan dia….!!” Ujar Hyura penasaran.
“Kyaa~..” teriak Yoona sambil
menepuk pundak Hyura dengan kencangnya.
“Aigoo.. sakit tau! Aku bilangin
nih ama…” ucapannya terpotong.
“Ama Oppa Okay-mu itu?” Yoona
memotong perkataan Hyura.
“Hehehe…” Hyura hanya tersenyum.
“Oh ya, gimana persiapan kamu
buat ketemuan sama Oppa Okay-mu itu?” tanya Yoona mencoba menggoda Hyura.
“Gak tau.. Hmm.. Gimana.. Gimana
kalau kalu antee aku beli baju buat aku ketemuan besok sama Oppa Okay?!” jawab
Hyura sembari menatap Yoona dengan tersenyum.
“Mmmm.. Gimana ya?” Yoona
kebingungan.
“Please.. Ya? Please?” ujar Hyura
menatap Yoona dengan tersenyum.
“Mmm.. Gimana ya?? Aku bingung!!”
“Please… Jebal.. Yoona, kamu
cantiiiik banget. Udah cantik, baik lagi.. Ya?? Jadi, tolong banget.. Kamu
anter aku ke mall, ya??” ujar Hyura penuh harapan.
“Hmm.. Mmmm.. Ya udah deh. Ne..”
jawab Yoona.
“Asyik!! Kau memang sahabat
terbaikku!!”
“Oh ya, benarkah aku ini cantik
dan baik?? Apa benar?” tanya Yoona penasaran.
“Hmm, tentu saja. Tapi,
sebaliknya!!” Hyura berlari sekuat
tenaganya.
“Apa maksudnya?? (Berpikir
sejenak) Mwo?! Berarti dia mengataiku jelek dan jahat!! Aissh~!! Hyuraaa!!!”
wajah Yoona memerah dan mulai mengejar Hyura.
“Aduh, cepat juga larimu! Disaat
kamu marah aja larimu cepat.. Kamu itu jadi orang imut banget sih!!” ujar Hyura
sembari tersenyum.
“Jinjjanayo?”
“Ne.. Sudahlah.. Kajja!!” Hyura
dan Yoona pun berangak dengan menggunakan taxi.
***
“Yoona, bantu aku memilih
baju-baju ini. Mana yang bagus untukku ya?” ujar Hyura menunjukkan beberapa
baju yang menurutnya bagus dan cocok untuknya.
“Nah. Ini cocok untukmu..”
“Jinjja?” tanya Hyura. Yoona tak
menjawabnya. Ia hanya menganggukkan kepalanya.
“Oh.. Baiklah. Aku akan memilih
ini. Tunggu disini ya! Akua akan membayarnya dulu.”
Hyura
pun membawa bajunya itu ke kasir untuk membayar bajunya. Setelah membayarnya,
Hyura pun kembali ke tempat dimana ia membeli baju tadi.
“Yoona, apa kamu mau makan? Sudah
jam segini, pasti kamu belum makan. Ayo kita pergi ke café di seberang itu!”
ujar Hyura.
“Tidak perlu, Hyura.. Aku tak
lapar.” Jawab Yoona. Namun, tiba-tiba saja ada suara keroncong dari perut
seseorang.
“Apa itu suara perutmu?” tanya
Hyura sembari tersenyum.
“Aniyo…” jawab Yoona sembari
tersenyum masam dan tersipu malu.
“Sudah kubilang, kau pasti lapar!
Ayo ikut denganku!” Hyura menarik tangan Yoona. Mereka pun sampai di café itu
dan makan dengan lahapnya. Terutama Yoona.
***
“Yoona, aku pulang dulu, ya..
Bye!! Hati-hati di jalan!” ujar Hyura sembari tersneyum.
“Ne. Kau juga. Hati-hati, ya!!”
“Hmm” ucap Hyura menganggukkan
kepalanya. Mereka pun berpisah dengan araha jalan rumah yang berlawanan.
***
Pagi
yang cerah, secerah wajah gadis cantik itu. Mentari pagi, hilir kemari
menyambut datangnya gadis ramah itu. Awan-awan mengikuti arah kemana gadis itu
pergi untuk menjaganya.
“Huft.. Sekarang hari libur
sekaligus hari aku akan bertemu dengan seseorang yang kunanti. Aku siap-siap
dulu ah!” gumam yeoja itu yang ternyata Hyura.
Hyura
pun bersiap-siap. Ia sangat kebingungan sekali baju aman yang akan ia pakai. Ia
pun memutuskan untuk memakai baju yang telah dibelinya kemarin bersama Yoona.
Setelah bersiap-siap, Hyura langsung berangkat.
“Aigoo~.. apa ia sudah sampai di
Bandara Internasional Incheon?” ujar Hyura sembari menunggu taxi datang.
“Stop!” Hyura melambaikan tangnya
ke depan untuk membeehentikan taxi itu.
***
“Aduh, dia masih belum
menghubungiku juga! Dia sudah sampai atau belum ya? Ya ampun.. Aku lupa!
Ponselku belum dinyalakan!” Hyura pun menyalakan ponselnya.
“Mwo?! Dia sudah sampai!” teriak
Hyura dengan perasaan kebingungan.
“Ahjussi, tolong agak cepat..”
ujar Hyura pada supir taxi itu.
“Baiklah.”
“Haduh, aku pasti telat nih!
Otteohke?”
“Kita sudah sampai..” ujar supir
taxi itu.
“Ne.. Gamsahamnida, ahjussi.. Ini
uangnya.” Hyura memberikan uang kepada supir taxi itu. Hyura pun keluar dari
taxi.
“Aku pasti telat! Pasti dia sudah
pulang!” gumam Hyura dengan perasaan tak menentu. Ia terlihat sedih dan duduk
menunggu di ruang tunggu.
Sudah 10 menit
Hyura menunggu. Tapi, kekasihnya belum kunjung datang juga. Hyura pergi dengan
langkah perlahan. Namun, tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangan Hyura. Hyura
sangat terkejut. Ia memukul orang itu dengan tangannya.
“Aww!! Aww!! Kau masih saja
seperti dulu.. cantik dan jago karate..” ujar seorang namja tampan di
hadapannya.
“Kau.. Kau.. Aissh! Mengagetkanku
saja!” balas Hyura dengan perasaan tak menentu.
“Kemari!” namja tampan itu
merentangkan tangannya.
“Untuk apa kau merentangkan
tanganmu seperti itu?!” tanya Hyura.
“Apa kau tidak merindukanku?
Kenapa kau tidak memelukku?” namja itu kekasih Hyura, namanya Ok Taecyeon.
“Aku tak mau! Nan Bogoshiposseo..
Tapi, untuk apa kau memelukku? Kita salaman saja..”
“Hmm, baiklah..” Taecyeon
memegang tangan Hyura.
“Oh ya, gimana tuh suasana
disana? Rame gak??” tanya Hyura memegang tangan Taecyeon dengan eratnya.
“Tentu.”
“Pasti karena banyak yeoja cantik
ya?!”
“Hmm…”
“Diam itu berarti benar. Ayooo…
Ngaku saja!!”
“Hmm.. oh ya, gimana kabarmu?”
Taecyeon mengalihkan pembicaraannya.
“Kau ini.. mengalihkan
pembicaraan saja! Hmm, ketahuan.. Ayo, ngaku?!!” Hyura terus mendesak Taecyeon.
“Aniyo..”
“Jinjja?!”
“Ne… mana mungkin aku selingkuh
di belakangmu?”
“Tunggu! Tunggu! (sembari
mengerutkan keningnya, kebingungan) Apa kau bilang?! Bukankah kita sudah tak
ada hubungan lagi?”
“Tentu saja masih! Kapan kita
putus?! Kita kan belum mengucapkan kata putus?”
“Oh iya.. Aku lupa!” Hyura
tersenyum manis.
“Kau ini..” Taecyeon membalas
senyumannya.
“Apakah nanti kau akan
memutuskanku?” tanya Hyura. Taecyeon tak menjawab. Ia hanya menundukkan kepala
seperti sedang melamun.
“Hyura, mungkin ini kenangan
terindah yang pernah kumiliki dan takkan pernah kulupakan. Walaupun nanti ada
sesuatu hal…” batin Taecyeon dalam hati.
***
#To be continued
Next part? RCL please…Thanks.. ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar