Minggu, 05 Agustus 2012

(FF) Little by Little #Part 8B-END


#Part8B-END 

Title       : Little by Little
Author  : Latifa N. K. (Song Hye Ri)
Cast       : Minwoo                             as                            No Min Woo
                  IU                                         as                            Lee Ji Eun
                  Youngmin                          as                            Jo Youngmin
                  And other cast
Genre   : Love (?)

“Minwoo-ssi??”
“Minwoo-ssi??” Ji Eun menutup mulutnya seakan tak percaya.
“Maafkan aku… Aku menyesal..” Minwoo tertunduk dengan kesalahannya.
“Kau.. Benar-benar….” Ji Eun berlari meninggalkan Minwoo. Ia terlihat sangatlah sedih dengan peristiwa tadi. Ia memang menyukai Minwoo, tapi bukan ini yang ia harapkan.
                Ji Eun menangis tersedu-sedu. Ia berlari tak tentu arah. Tangannya membekap mulutnya sendiri agar tangisannya tak terdengar keras. Semakin lama, langkah kakinya melambat dan akhirnya melemah sehingga ia jatuh di trotoar jalan yang tak terlalu sepi.
“Apa yang sudah kulakukan?” Ji Eun menangis tak percaya. Dadanya terasa sesak. 
Minwoo telah merebut ciuman pertamanya.
“Kau tak apa?” tanya Ahjumma yang sedang lewat. Ji Eun tak menjawabnya, hanya menangis kecil. Ahjumma itu pergi karena menganggap tak ada apa-apa.
                Sementara Minwoo yang masih tak percaya dengan apa yang ia lakukan, akhirnya mencoba mencari kemana Ji Eun pergi. Ia takut terjadi sesuatu padanya. Pikirannya penuh dengan hal yang tak jelas. Nafasnya terengah-engah dan terus mencari. Ia tak menemukan Ji Eun dimanapun. Minwoo mencoba meneleponnya, tapi tak ada jawaban sama sekali.
……………….
                Keesokan harinya, Minwoo masih tertidur di ranjang kamarnya. Ia terlihat tak semangat hari ini. Tak seperti biasanya Minwoo harus dibangunkan oleh Noonanya.
“Kyaa~! Minwoo~ah! Bangunlah! Sudah siang…” teriak Minji membuka tirai kamar Minwoo.
“Hmmm…” Minwoo tetap menutup matanya. Dengan terpakasa, Minji mendorong tubuh Minwoo hingga jatuh ke lantai.
“Arrrghh!” Minwoo berteriak kesakitan.
“Sana mandi!” sebenarnya Minji tak tega melihat adiknya seperti itu tapi itu demi Minwoo juga.
Beberapa puluh menit kemudian……
“Noona, aku berangkat..” Minwoo telah selesai bersiap-siap dan hendak pergi ke sekolah.
“Ne.. Hati-hati..” kebetulan Minji sedang libur sehingga hari ini berada di rumah.
“Sepertinya ada yang terjadi dengan Minwoo… Hmm…” gumam Minji.
…………
                Minwoo berjalan menuju halte bis dengan lesu. Ia masih memikirkan peristiwa tadi malam. Apakah Ji Eun masih marah padanya. Itu sudah pasti. Minwoo takut permintaan Gyuri tak dapat ia wujudkan.
                Akhirnya, setelah menunggu beberapa lama, bus pun datang. Minwoo segera mencari tempat duduk yang kosong. Kebetulan hari itu bus tampak sepi. Maksudnya, tak ada yang tak kebagian kursi jok, biasanya selalu ada yang berdiri karena tak kebagian.
“Ahjussi, tunggu!” ujar seseorang di pintu masuk bus. Sepertinya ia sedang terburu-buru. Yeoja itu duduk di sebelah Minwoo, kursi jok satu-satunya yang kosong. Minwoo tak peduli dengan kehadiran yeoja itu. Ia diam melihat keluar melalui kaca.
“Huft…” keluh Minwoo. Semangatnya sudah menurun. Ia pun menoleh kea rah samping dan menemukan orang yang sangat familiar di kehidupannya. Tampaknya itu Ji Eun!!
“Ji Eun?” sapa Minwoo. Yeoja yang merasa namanya disebut pun menoleh pada Minwoo.
“Minwoo?!” batin Ji Eun dalam hatinya. Raut wajahnya menunjukkan bahwa ia sedang kaget. Untuk menutupi semua itu, ia menutup matanya dan membuang muka.
“Maaf aku mengungkitnya lagi. Mianhaeyo.. Aku sungguh tidak sadar akan apa yang kulakukan malam tadi… Aku tidak tahu bahwa..”
“Ahjussi! Berhenti..” Ji Eun memotong pembicaraannya dan menyuruh Ahjussi untuk berhenti karena sudah sampai di sekolah. Ia langsung berjalan begitu saja tanpa menoleh sedikitpun pada Minwoo. Sementara Minwoo mengikutinya dari belakang.
“Ji Eun~ssi!! Jamkkanman!!” Minwoo mencoba berlari mengejar Ji Eun. Ji Eun pun berhenti. Minwoo mengatur nafasnya terlebih dahulu.
“Maafkan aku…”
“Untuk apa?” Ji Eun mulai membuka mulutnya.
“Untuk masalah kemarin… Maafkan aku.. sungguh, aku sangat menyesal.”
“Lalu, apa yang akan kau lakukan?”
“Aku tahu. Aku tak bisa melakukan apapun. Aku hanya bisa meminta maaf…” Minwoo menundukkan wajahnya. Ji Eun terdiam sejenak dan tersenyum pada Minwoo.
“Yang harus kau lakukan jadilah teman baikku…” ujar Ji Eun sembari tersenyum.
“Maksudmu?” Ji Eun dan Minwoo pun memutuskan untuk berbicara sembari berjalan menuju kelas.
“Hmmm, jadilah teman baikku. Itu sudah cukup mengganti peristiwa kemarin. Aku sudah mencoba melupakanmu dan ternyata kau selalu hadir. Seperti hari ini, ketika aku mencoba menjauh darimu, kau malah mendekatiku. Itulah yang membuatku benci. Jadi, jadilah teman baikku. Lagipula, semua ini impas. Aku telah berbohong padamu masalah ulang tahunku itu. Aku malah memilih Youngmin. Maafkan aku…”
“Gwaenchana.. aku juga minta maaf masalah kemarin.”
“Jadi, kita berteman?” Ji Eun mengacungkan jari kelingkingnya di depan Minwoo.
“Teman?” Minwoo mencoba meyakinkan ucapan Ji Eun. Ji Eun menjawabnya dengan anggukkan yang terlihat meyakinkan.
“Teman.” Minwoo membalasnya dengan mengikatkan jari kelingking mereka. Mereka tertawa bersama. Dan melanjutkan perjalanan mereka ke kelas.
“Aaaahhh.. Hanya teman…” gumam Minwoo. Ji Eun mengernyitkan dahinya.
“Ne? Kau ingin apa hah?” mereka mengobrol sembari berjalan bersama dengan penuh keceriaan.
“Lebih dari teman.”
“Teman baik?”
“Lebih..” Minwoo menggelengkan kepalanya.
“Sahabat?”
“Lebih dari itu..”
“Hmm, sepertinya akan terlalu jauh.. Issh~ dasar bocah!!” Ji Eun mengacak-acak rambut Minwoo yang lebih tinggi darinya. Mereka pun tertawa bersama dengan penuh keceriaan.
“Kau tahu Hyeri kan?” tanya Ji Eun di tengah-tengah perjalanan mereka.
“Oh.. Yeoja kemarin yang datang bersamamu, kan?”
“Tepat sekali! Kau tahu? Dia menyukai Youngmin! Haha..”
“Kenapa selalu Youngmin… Aisshh~!!”
Jika mengingat kembali, sama persis dengan pertama mereka bertemu di SMA ini. Tak ada yang tahu mereka mengikrarkan dirinya sebagai pasangan kekasih atau bahkan hanya sekedar persahabatan semata. Semuanya akan ditentukan oleh takdir. Takdir yang sudah dituliskan sebelum mereka lahir ke dunia ini. Kini, Ji Eun dan Minwoo berteman baik untuk selanjutnya, biarkan takdir yang menentukan… ^^

THE END
*Endingnya garing banget kan? Haha..


| Free Bussines? |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar