#Part8B-END
Title : Little by Little
Author : Latifa N. K. (Song Hye
Ri)
Cast : Minwoo as No Min Woo
IU as Lee Ji Eun
Youngmin as Jo Youngmin
And other cast
Genre : Love (?)
“Minwoo-ssi??”
“Minwoo-ssi??” Ji Eun menutup mulutnya seakan tak percaya.
“Maafkan aku… Aku menyesal..” Minwoo tertunduk dengan kesalahannya.
“Kau.. Benar-benar….” Ji Eun berlari meninggalkan Minwoo. Ia terlihat
sangatlah sedih dengan peristiwa tadi. Ia memang menyukai Minwoo, tapi bukan
ini yang ia harapkan.
Ji Eun menangis
tersedu-sedu. Ia berlari tak tentu arah. Tangannya membekap mulutnya sendiri
agar tangisannya tak terdengar keras. Semakin lama, langkah kakinya melambat
dan akhirnya melemah sehingga ia jatuh di trotoar jalan yang tak terlalu sepi.
“Apa yang sudah kulakukan?” Ji Eun menangis tak percaya. Dadanya terasa
sesak.
Minwoo telah merebut ciuman pertamanya.
Minwoo telah merebut ciuman pertamanya.
“Kau tak apa?” tanya Ahjumma yang sedang lewat. Ji Eun tak menjawabnya,
hanya menangis kecil. Ahjumma itu pergi karena menganggap tak ada apa-apa.
Sementara Minwoo
yang masih tak percaya dengan apa yang ia lakukan, akhirnya mencoba mencari
kemana Ji Eun pergi. Ia takut terjadi sesuatu padanya. Pikirannya penuh dengan
hal yang tak jelas. Nafasnya terengah-engah dan terus mencari. Ia tak menemukan
Ji Eun dimanapun. Minwoo mencoba meneleponnya, tapi tak ada jawaban sama
sekali.
……………….
Keesokan harinya,
Minwoo masih tertidur di ranjang kamarnya. Ia terlihat tak semangat hari ini.
Tak seperti biasanya Minwoo harus dibangunkan oleh Noonanya.
“Kyaa~! Minwoo~ah! Bangunlah! Sudah siang…” teriak Minji membuka tirai
kamar Minwoo.
“Hmmm…” Minwoo tetap menutup matanya. Dengan terpakasa, Minji mendorong
tubuh Minwoo hingga jatuh ke lantai.
“Arrrghh!” Minwoo berteriak kesakitan.
“Sana mandi!” sebenarnya Minji tak tega melihat adiknya seperti itu tapi
itu demi Minwoo juga.
Beberapa puluh menit kemudian……
“Noona, aku berangkat..” Minwoo telah selesai bersiap-siap dan hendak
pergi ke sekolah.
“Ne.. Hati-hati..” kebetulan Minji sedang libur sehingga hari ini berada
di rumah.
“Sepertinya ada yang terjadi dengan Minwoo… Hmm…” gumam Minji.
…………
Minwoo berjalan
menuju halte bis dengan lesu. Ia masih memikirkan peristiwa tadi malam. Apakah
Ji Eun masih marah padanya. Itu sudah pasti. Minwoo takut permintaan Gyuri tak
dapat ia wujudkan.
Akhirnya, setelah
menunggu beberapa lama, bus pun datang. Minwoo segera mencari tempat duduk yang
kosong. Kebetulan hari itu bus tampak sepi. Maksudnya, tak ada yang tak
kebagian kursi jok, biasanya selalu ada yang berdiri karena tak kebagian.
“Ahjussi, tunggu!” ujar seseorang di pintu masuk bus. Sepertinya ia
sedang terburu-buru. Yeoja itu duduk di sebelah Minwoo, kursi jok satu-satunya
yang kosong. Minwoo tak peduli dengan kehadiran yeoja itu. Ia diam melihat
keluar melalui kaca.
“Huft…” keluh Minwoo. Semangatnya sudah menurun. Ia pun menoleh kea rah
samping dan menemukan orang yang sangat familiar di kehidupannya. Tampaknya itu
Ji Eun!!
“Ji Eun?” sapa Minwoo. Yeoja yang merasa namanya disebut pun menoleh
pada Minwoo.
“Minwoo?!” batin Ji Eun dalam hatinya. Raut wajahnya menunjukkan bahwa
ia sedang kaget. Untuk menutupi semua itu, ia menutup matanya dan membuang
muka.
“Maaf aku mengungkitnya lagi. Mianhaeyo.. Aku sungguh tidak sadar akan
apa yang kulakukan malam tadi… Aku tidak tahu bahwa..”
“Ahjussi! Berhenti..” Ji Eun memotong pembicaraannya dan menyuruh
Ahjussi untuk berhenti karena sudah sampai di sekolah. Ia langsung berjalan
begitu saja tanpa menoleh sedikitpun pada Minwoo. Sementara Minwoo mengikutinya
dari belakang.
“Ji Eun~ssi!! Jamkkanman!!” Minwoo mencoba berlari mengejar Ji Eun. Ji
Eun pun berhenti. Minwoo mengatur nafasnya terlebih dahulu.
“Maafkan aku…”
“Untuk apa?” Ji Eun mulai membuka mulutnya.
“Untuk masalah kemarin… Maafkan aku.. sungguh, aku sangat menyesal.”
“Lalu, apa yang akan kau lakukan?”
“Aku tahu. Aku tak bisa melakukan apapun. Aku hanya bisa meminta maaf…”
Minwoo menundukkan wajahnya. Ji Eun terdiam sejenak dan tersenyum pada Minwoo.
“Yang harus kau lakukan jadilah teman baikku…” ujar Ji Eun sembari
tersenyum.
“Maksudmu?” Ji Eun dan Minwoo pun memutuskan untuk berbicara sembari
berjalan menuju kelas.
“Hmmm, jadilah teman baikku. Itu sudah cukup mengganti peristiwa
kemarin. Aku sudah mencoba melupakanmu dan ternyata kau selalu hadir. Seperti
hari ini, ketika aku mencoba menjauh darimu, kau malah mendekatiku. Itulah yang
membuatku benci. Jadi, jadilah teman baikku. Lagipula, semua ini impas. Aku
telah berbohong padamu masalah ulang tahunku itu. Aku malah memilih Youngmin.
Maafkan aku…”
“Gwaenchana.. aku juga minta maaf masalah kemarin.”
“Jadi, kita berteman?” Ji Eun mengacungkan jari kelingkingnya di depan
Minwoo.
“Teman?” Minwoo mencoba meyakinkan ucapan Ji Eun. Ji Eun menjawabnya
dengan anggukkan yang terlihat meyakinkan.
“Teman.” Minwoo membalasnya dengan mengikatkan jari kelingking mereka.
Mereka tertawa bersama. Dan melanjutkan perjalanan mereka ke kelas.
“Aaaahhh.. Hanya teman…” gumam Minwoo. Ji Eun mengernyitkan dahinya.
“Ne? Kau ingin apa hah?” mereka mengobrol sembari berjalan bersama
dengan penuh keceriaan.
“Lebih dari teman.”
“Teman baik?”
“Lebih..” Minwoo menggelengkan kepalanya.
“Sahabat?”
“Lebih dari itu..”
“Hmm, sepertinya akan terlalu jauh.. Issh~ dasar bocah!!” Ji Eun
mengacak-acak rambut Minwoo yang lebih tinggi darinya. Mereka pun tertawa
bersama dengan penuh keceriaan.
“Kau tahu Hyeri kan?” tanya Ji Eun di tengah-tengah perjalanan mereka.
“Oh.. Yeoja kemarin yang datang bersamamu, kan?”
“Tepat sekali! Kau tahu? Dia menyukai Youngmin! Haha..”
“Kenapa selalu Youngmin… Aisshh~!!”
Jika mengingat kembali, sama persis dengan
pertama mereka bertemu di SMA ini. Tak ada yang tahu mereka mengikrarkan
dirinya sebagai pasangan kekasih atau bahkan hanya sekedar persahabatan semata.
Semuanya akan ditentukan oleh takdir. Takdir yang sudah dituliskan sebelum
mereka lahir ke dunia ini. Kini, Ji Eun dan Minwoo berteman baik untuk
selanjutnya, biarkan takdir yang menentukan… ^^
THE END
*Endingnya garing banget kan? Haha..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar