Sabtu, 23 Juni 2012

(FF) Good Day #Part 1 (Hyura's circumstances)



Title       : Good Day
Author  : Kyuppa (Latifa Nurkhalisa)
Genre   : Romance, Friendship
Cast       :
-          
P    Latifa Nurkhalisa                          as                                      Park Min Gi (Min Gi)
-          Wulan Damayanti                         as                                     Lee Hyun Ah (Hyura/Hyun Ah)
-          Desy Rahmah Yulianti                   as                                        Shin Ah Hyo (Ah Hyo)

#Part 1: Hyura’s circumstances
                Di dunia ini ada dua jenis manusia. Orang yang bisa jadi peran utama dan yang tak bisa. Tentu saja aku jenis orang yang terakhir. Ucapan itulah yang kupikirkan di benakku saat  melihat poster yang berjudul “Join the Miss Contest”. Itu adalah sebuah kegiatan yang rutin dilaksanakan ketika ada festival budaya sekolah. Oh ya, aku sempat lupa. Aku belum memperkenalkan namaku. Apa kalian ingin tahu siapa namaku? Sepertinya tidak.. Huft.. Baiklah. Namaku Lee Hyun Ah. Panggil saja Hyura.
“Poster festival budaya tahun ini bagus ya.. Dibanding dengan ini…” kulihat poster sama yang kami buat dalam kegiatan klub PKK.
“Rasanya aku tidak percaya diri, mau ditaruh dimana?” akhirnya kuputuskan untuk menempelnya di paling samping. Namun, tanpa kuduga seseorang mencabutnya dari sana.
“Jangan ditempel di bawah seperti itu, Hyura.. Bukannya masih ada ruang kosong?” tanya pria itu padaku.
“Eh? Donghae?” Donghae memindahkannya ke tengah.
“Maaf ya, aku mengganggu poster OSIS..”
“Biarkan tetap di pinggir saja!!” kucoba menahannya dari belakang.
“Posterku tak secantik yang lain..” ucapku dengan nada kecil.
“Tapi kau menghabiskan banyak waktu untuk mengerjakannya kan?”
“Iya.. Kerjaku memang lamban..”
“Biarkan di tengah saja.. Biar bisa dilihat semua orang..”
“Gomawo..”
“Sudah ya. Aku duluan!” pria itu pun pergi. Aku hanya terdiam menatap posterku yang tidak lebih bagus dari yang lain.
“Ah! Selamat siang sekretaris OSIS, Donghae…” sapa dua orang wanita saat bertemu dengan Donghae.
“Selamat siang..” jawabnya dengan ramah. Kami (aku dan Donghae) sekelas, tapi rasanya dunia kami berbeda..
“Hei! Poster yang di tengah jelek sekali ya?”
“Iya..” itu yang terdengar dari dua wanita itu. Sontak saja hatiku terasa sedih. Akhirnya kutelan ludah dan harusnya kukembalikan ke tempat yang semula.
“Mianhae, Donghae.. Sebaiknya kukembalikan ke tempat yang semula..” sekali lagi kutatap poster miss contest itu lagi. Siapa ya yang akan menjadi Miss Contest kali ini? Tak mungkin. Orang sepertiku hanya punya tempat di pinggir. Tak pernah ada cerita tentang gadis desa dengan pangeran. Karena pangeran selalu jadi milik tuan putri.
………………….
                Siang hari di Ruang PKK. Ibu Shin sudah memberikan perintahnya pada kami semua.
“Kita buat kue untuk festival budaya! Nah, semua kue yang jadi akan kita berikan kepada pengurus OSIS!”
“Apa?!” aku pun kaget mendengarnya.
“Kenapa, Hyura? Kau seharusnya lebih semangat!” Huft.. Bagaimana ini? Jika kueku lebih buruk dari yang lainnya, Donghae akan tahu karena dia pengurus OSIS.. Huft.. Aku tak percaya diri..
…………………..
                Dan akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu saat kue sudah jadi dan dikumpulkan. Kita mengumpulkannya di ruang OSIS. Cookies buatanku sama sekali tak menarik. Polos dan biasa saja. Sementara yang lain bagus sekali. Dari hiasannya, bentuknya, dll. Ah, apa boleh buat.
                Tiba-tiba ada yang datang dan memakan cookiesku ini.
“Hmmm, hei teman-teman! Cookiesnya enak lho!” dialah Donghae. Aku tak tahu. Apa ia jujur atau tidak. Wajahnya sangat terlihat gembira. Tapi aku tak tahu. Setidaknya ada yang mau memakan kue buatanku.. Terimakasih… Donghae…
……………………
                Esoknya, saat pulang sekolah. Aku hendak pergi ke kelas PKK karena ada sesuatu yang tertinggal disana. Namun Ji Eun menghentikan langkahku.
“Lho? Hyura? Bukannya hari ini kegiatan klub libur?”
“Aku lupa. Buku resepku tertinggal di ruang PKK.  Maaf ya, kau pulang saja duluan.”
“Ok!” akhirnya, kulanjutkan langkahku dengan ceria. Bayang-bayang ucapan Donghae selalu terlintas di pikiranku.
“Enak lho!” dengan itu, aku ingin latihan di rumah! Agar rasanya semakin enak!
                Tiba-tiba saja terdengar suara sesuatu yang jatuh dari ruang PKK. Siapa disana?
“Apa itu?!” kuhampiri ruang PKK dan ternyata Donghae sedang berada disana. Ia sibuk membereskan barang-barang yang terjatuh ke lantai.
“Eh? Hei?” sapa Donghae sembari menyimpan barang itu di meja.
“Donghae? Kenapa kau ada disini?”
“Maaf membuat ribut. Oven di rumahku rusak. Jadi, aku pinjam oven disini. Hehe..” Donghae menggaruk-garuk kepalanya.
“Memangnya kau mau membuat apa?”
“Aku diminta untuk membuat cake ulangtahun.. cake enak, tapi rendah kalori..” pasti untuk dia.. Untuk Park Min Gi..
“Pacar tercinta ya..” ucapku dengan nada kecil.
“Eh?”
“Maaf, aku bicara yang bukan-bukan..” ucapku lagi.
“Ah, tidak.. Bukan kok.. Dia hanya temanku semasa kecil..” jawabnya. Oh begitu.. Ternyata teman semasa kecil.. Syukurlah.. Hihihi..
                Akhirnya, mataku tertuju pada sebuah bahan di meja.
“Donghae-ah? Ini kan tepung gluten tinggi? Kalau ingin buat cake, harus memakai tepung gluten rendah.”
“Jeongmallyo? Kukira tepung gluten tinggi bisa dipakai untuk membuat apa saja.”
“Kalau begitu…” aku pun mengikat rambutku.
“Yang ini saja ya?” kutunjukkan bahan pengganti dari tepung gluten tinggi itu.
“Tinggal aduk semuanya dan matangkan dengan rice cooker. Buat cake pakai rice cooker harus pakai hot cake mix!” kusingsingkan lengan seragamku ini.
“Oh, ayo kita coba!” setelah beberapa lama menunggu, akhirnya selesai juga cake ini. Ruang PKK menjadi kotor gara-gara Donghae yang membuka bahan-bahan dengan tidak hati-hati. Tapi tak apa. Yang terpenting adalah kue ini berhasil dibuat!
“Selesai!” kubuka ikatan rambutku.
“Hyura, kau duduk dulu. Akan kusiapkan alat makan.” Ujar Donghae.
“Ya..” hmm, saat ini aku berduaan saja dengan Donghae. Hatiku pun berdebar kencang.
“Kau tidak ikut Miss Contest?” tiba-tiba Donghae mengagetkanku dari belakang.
“Eh? Aku kan…” Dukk!! Piring yang Donghae bawa mengenai dahiku. Aku pun sempat pusing karena cukup keras benturannya.
“Mianhae! Kau tidak apa-apa?” Donghae mengusap-usap dahiku karena merasa bersalah. Akhirnya, kami pun terdiam dengan tatapan ke satu arah. Saling menatap satu sama lainnya.
“Kau tidak ikutan Miss Contest?”Donghae membuat topic pembicaraan dan menghindar dari tatapan tadi.
“Mana mungkin aku ikut? Aku sama sekali tak menarik. Kalau sampai aku tampil, para penonton pasti akan bubar..”
“Jangan berlebihan seperti itu..”
“Celaka! Dia pasti mengira aku gadis yang pengecut..” batinku dalam hati. Tiba-tiba tangan Donghae menyentuh dahiku dan berkata,
“Kau harus lebih percaya diri, Hyura.. Saat kau membuat cake tadi, kau sangat keren lho?” ujarnya. Senyum merekah di bibirnya. Ternyata.. Aku memang menyukai Donghae.. Aku tak bisa segera percaya diri. Tapi aku ingin jadi gadis yang serasi dengan Donghae.
                Sekali lagi, saat di depan mading, kulihat poster miss contest kembali. Suara Donghae terngiang di telingaku. Saat ia bertanya dan menyemangatiku. Bagaimana ini?
“Hai? Selamat siang, Hyun Ah?” tiba-tiba saja gadis yang bernama Min Gi itu datang dengan senyumannya yang khas.
“Terimakasih ya kemarin kau sudah mengajarkan Donghae membuat kue.. “ gadis ini. Dia memang baik dan ramah. Mana mungkin Donghae tak menyukainya. Tak kusangka aku tak menjawab semua yang dilontarkan olehnya.
“Oh ya, mau ikutan miss contest?” tanyanya. Tentu saja aku kaget mendengarnya.
“Maaf kalau aku salah sangka. Tapi kulihat daritadi kau memelototi poster itu…” dia melihatku!!!
“Ma…masa… aku ikut?! Ah, Donghae memintaku untuk ikut.. Tapi aku tak percaya diri..”
“Benar, Hyun Ah.. Jangan ambil serius basa-basi orang..” Dheg! Perkataannya itu membuatku semakin tak percaya diri.
“Ah… Mungkin Donghae ingin menarik lebih banyak peserta..”
“Maksudmu?”
“Kau belum mendengarnya ya? Peserta Miss Contest kali ini sedikit… Jika semua orang melihat kau ikut acara itu, mereka pasti berpikir bisa mengalahkanmu.. Dan akhirnya semakin banyak yang daftar..”
“Begitu ya? Aku memang…” aku teringat dengan ucapan Donghae
“Kau harus lebih percaya diri, Hyura…”
“Aku tidak boleh seperti ini!!” ujarku dalam hati sembari memukul pipiku dengan kedua tangan.
“Kau kenapa?” tanya Min Gi dengan polosnya.
“Buktikan ucapanmu tadi!! Terserah kau mau bilang apa padaku!! Tapi Donghae bukan orang yang tega memanfaatkan orang lain!!” Min Gi yang melihatku marah langsung terdiam dan lari dari hadapanku. Karena tak kuasa, aku pun berlutut.
“Aku juga… punya kekuatan untuk mengatakannya…” kukepal tanganku ini. Wajar saja selama ini aku tak pernah terpilih menjadi peran utama.. Aku takut terluka.. hingga tak berani berbuat apa-apa.. Tapi itulah sebabnya aku.. Aku ingin berubah!!
……………………….
                Aku berlari dan menghampiri sebuah ruangan. Ruangan yang sudah tak asing lagi bagiku. Karena ruangan ini selalu kulewati sesekali ke ruang PKK. Ya, inilah ruangan OSIS dimana Donghae pasti ada disana. Aku ingin bertemu dan mengatakan sesuatu padanya. Kubuka pintu sembari berteriak memanggil namanya.
“Lee Donghae!! A.. Aku… Aku ingin mengikuti Miss Contest!!” wajah Donghae pun terlihat kaget.
“Kau bilang agar aku percaya diri.. Aku sangat senang mendengarnya.. Mungkin aku akan gagal, tapi aku harus berjuang. Jika kau tak keberatan, lihatlah aku! Ukh.. Sudah ya begitu saja!!” aku pun berlari meninggalkan ruangan OSIS karena tak tahu akan berbuat apa lagi setelah ini.
“Tunggu, Hyura!!”
“Kemarin aku sangat senang! Berkat kebaikan hatimu.. Aku akan mendukungmu di Miss Contest.” Aku pun berbalik badan.
“Jadi.. Aku..”
“Apa kau mau berkeliling denganku saat festival budaya nanti?” tanya Donghae. Aku hanya bisa tersenyum.
*Min Gi’s POV
Pagi ini, saat aku hendak pergi ke kantin, kulihat mading disana. Dan ternyata ada pengumuman bahwa kontestan yang kedua adalah Lee Hyun Ah! Wah, gadis itu memang luar biasa! Gadis seperti apa dia? Aku tak akan kalah!!
*TBC (to be continued)
……………………………..

Note: Hmm, ditunggu kritik dan sarannya.. Sangat membantu.. Don't be a silent reader, friends! ^^





| Free Bussines? |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar