Title : Good Day
Author : Kyuppa (Latifa Nurkhalisa)
Genre : Romance, Friendship
Cast :
-
P Latifa Nurkhalisa as Park Min
Gi (Min Gi)
-
Wulan Damayanti as Lee Hyun
Ah (Hyura/Hyun Ah)
-
Desy Rahmah Yulianti as Shin Ah Hyo (Ah Hyo)
#Part
1: Hyura’s circumstances
Di dunia ini ada dua jenis
manusia. Orang yang bisa jadi peran utama dan yang tak bisa. Tentu saja aku
jenis orang yang terakhir. Ucapan itulah yang kupikirkan di benakku saat melihat poster yang berjudul “Join the Miss
Contest”. Itu adalah sebuah kegiatan yang rutin dilaksanakan ketika ada
festival budaya sekolah. Oh ya, aku sempat lupa. Aku belum memperkenalkan
namaku. Apa kalian ingin tahu siapa namaku? Sepertinya tidak.. Huft.. Baiklah.
Namaku Lee Hyun Ah. Panggil saja Hyura.
“Poster
festival budaya tahun ini bagus ya.. Dibanding dengan ini…” kulihat poster sama
yang kami buat dalam kegiatan klub PKK.
“Rasanya
aku tidak percaya diri, mau ditaruh dimana?” akhirnya kuputuskan untuk
menempelnya di paling samping. Namun, tanpa kuduga seseorang mencabutnya dari
sana.
“Jangan
ditempel di bawah seperti itu, Hyura.. Bukannya masih ada ruang kosong?” tanya
pria itu padaku.
“Maaf
ya, aku mengganggu poster OSIS..”
“Biarkan
tetap di pinggir saja!!” kucoba menahannya dari belakang.
“Posterku
tak secantik yang lain..” ucapku dengan nada kecil.
“Tapi
kau menghabiskan banyak waktu untuk mengerjakannya kan?”
“Iya..
Kerjaku memang lamban..”
“Biarkan
di tengah saja.. Biar bisa dilihat semua orang..”
“Gomawo..”
“Sudah
ya. Aku duluan!” pria itu pun pergi. Aku hanya terdiam menatap posterku yang
tidak lebih bagus dari yang lain.
“Ah!
Selamat siang sekretaris OSIS, Donghae…” sapa dua orang wanita saat bertemu
dengan Donghae.
“Selamat
siang..” jawabnya dengan ramah. Kami (aku dan Donghae) sekelas, tapi rasanya
dunia kami berbeda..
“Hei!
Poster yang di tengah jelek sekali ya?”
“Iya..”
itu yang terdengar dari dua wanita itu. Sontak saja hatiku terasa sedih.
Akhirnya kutelan ludah dan harusnya kukembalikan ke tempat yang semula.
“Mianhae,
Donghae.. Sebaiknya kukembalikan ke tempat yang semula..” sekali lagi kutatap
poster miss contest itu lagi. Siapa ya yang akan menjadi Miss Contest kali ini?
Tak mungkin. Orang sepertiku hanya punya tempat di pinggir. Tak pernah ada
cerita tentang gadis desa dengan pangeran. Karena pangeran selalu jadi milik
tuan putri.
………………….
Siang hari di Ruang PKK. Ibu
Shin sudah memberikan perintahnya pada kami semua.
“Kita
buat kue untuk festival budaya! Nah, semua kue yang jadi akan kita berikan
kepada pengurus OSIS!”
“Apa?!”
aku pun kaget mendengarnya.
“Kenapa,
Hyura? Kau seharusnya lebih semangat!” Huft.. Bagaimana ini? Jika kueku lebih
buruk dari yang lainnya, Donghae akan tahu karena dia pengurus OSIS.. Huft..
Aku tak percaya diri..
…………………..
Dan akhirnya, hari yang
ditunggu-tunggu saat kue sudah jadi dan dikumpulkan. Kita mengumpulkannya di
ruang OSIS. Cookies buatanku sama sekali tak menarik. Polos dan biasa saja.
Sementara yang lain bagus sekali. Dari hiasannya, bentuknya, dll. Ah, apa boleh
buat.
Tiba-tiba ada yang datang dan
memakan cookiesku ini.
“Hmmm,
hei teman-teman! Cookiesnya enak lho!” dialah Donghae. Aku tak tahu. Apa ia
jujur atau tidak. Wajahnya sangat terlihat gembira. Tapi aku tak tahu.
Setidaknya ada yang mau memakan kue buatanku.. Terimakasih… Donghae…
……………………
Esoknya, saat pulang sekolah. Aku
hendak pergi ke kelas PKK karena ada sesuatu yang tertinggal disana. Namun Ji
Eun menghentikan langkahku.
“Lho?
Hyura? Bukannya hari ini kegiatan klub libur?”
“Aku
lupa. Buku resepku tertinggal di ruang PKK.
Maaf ya, kau pulang saja duluan.”
“Ok!”
akhirnya, kulanjutkan langkahku dengan ceria. Bayang-bayang ucapan Donghae
selalu terlintas di pikiranku.
“Enak lho!” dengan itu, aku ingin
latihan di rumah! Agar rasanya semakin enak!
Tiba-tiba saja terdengar suara
sesuatu yang jatuh dari ruang PKK. Siapa disana?
“Apa
itu?!” kuhampiri ruang PKK dan ternyata Donghae sedang berada disana. Ia sibuk
membereskan barang-barang yang terjatuh ke lantai.
“Eh?
Hei?” sapa Donghae sembari menyimpan barang itu di meja.
“Donghae?
Kenapa kau ada disini?”
“Maaf
membuat ribut. Oven di rumahku rusak. Jadi, aku pinjam oven disini. Hehe..” Donghae
menggaruk-garuk kepalanya.
“Memangnya
kau mau membuat apa?”
“Aku
diminta untuk membuat cake ulangtahun.. cake enak, tapi rendah kalori..” pasti
untuk dia.. Untuk Park Min Gi..
“Pacar
tercinta ya..” ucapku dengan nada kecil.
“Eh?”
“Maaf,
aku bicara yang bukan-bukan..” ucapku lagi.
“Ah,
tidak.. Bukan kok.. Dia hanya temanku semasa kecil..” jawabnya. Oh begitu..
Ternyata teman semasa kecil.. Syukurlah.. Hihihi..
Akhirnya, mataku tertuju pada
sebuah bahan di meja.
“Donghae-ah?
Ini kan tepung gluten tinggi? Kalau ingin buat cake, harus memakai tepung
gluten rendah.”
“Jeongmallyo?
Kukira tepung gluten tinggi bisa dipakai untuk membuat apa saja.”
“Kalau
begitu…” aku pun mengikat rambutku.
“Yang
ini saja ya?” kutunjukkan bahan pengganti dari tepung gluten tinggi itu.
“Tinggal
aduk semuanya dan matangkan dengan rice cooker. Buat cake pakai rice cooker
harus pakai hot cake mix!” kusingsingkan lengan seragamku ini.
“Oh,
ayo kita coba!” setelah beberapa lama menunggu, akhirnya selesai juga cake ini.
Ruang PKK menjadi kotor gara-gara Donghae yang membuka bahan-bahan dengan tidak
hati-hati. Tapi tak apa. Yang terpenting adalah kue ini berhasil dibuat!
“Selesai!”
kubuka ikatan rambutku.
“Hyura,
kau duduk dulu. Akan kusiapkan alat makan.” Ujar Donghae.
“Ya..”
hmm, saat ini aku berduaan saja dengan Donghae. Hatiku pun berdebar kencang.
“Kau
tidak ikut Miss Contest?” tiba-tiba Donghae mengagetkanku dari belakang.
“Eh?
Aku kan…” Dukk!! Piring yang Donghae bawa mengenai dahiku. Aku pun sempat
pusing karena cukup keras benturannya.
“Mianhae!
Kau tidak apa-apa?” Donghae mengusap-usap dahiku karena merasa bersalah.
Akhirnya, kami pun terdiam dengan tatapan ke satu arah. Saling menatap satu
sama lainnya.
“Kau
tidak ikutan Miss Contest?”Donghae membuat topic pembicaraan dan menghindar
dari tatapan tadi.
“Mana
mungkin aku ikut? Aku sama sekali tak menarik. Kalau sampai aku tampil, para
penonton pasti akan bubar..”
“Jangan
berlebihan seperti itu..”
“Celaka!
Dia pasti mengira aku gadis yang pengecut..” batinku dalam hati. Tiba-tiba
tangan Donghae menyentuh dahiku dan berkata,
“Kau
harus lebih percaya diri, Hyura.. Saat kau membuat cake tadi, kau sangat keren
lho?” ujarnya. Senyum merekah di bibirnya. Ternyata.. Aku memang menyukai Donghae..
Aku tak bisa segera percaya diri. Tapi aku ingin jadi gadis yang serasi dengan Donghae.
Sekali lagi, saat di depan mading,
kulihat poster miss contest kembali. Suara Donghae terngiang di telingaku. Saat
ia bertanya dan menyemangatiku. Bagaimana ini?
“Hai?
Selamat siang, Hyun Ah?” tiba-tiba saja gadis yang bernama Min Gi itu datang
dengan senyumannya yang khas.
“Terimakasih
ya kemarin kau sudah mengajarkan Donghae membuat kue.. “ gadis ini. Dia memang
baik dan ramah. Mana mungkin Donghae tak menyukainya. Tak kusangka aku tak
menjawab semua yang dilontarkan olehnya.
“Oh
ya, mau ikutan miss contest?” tanyanya. Tentu saja aku kaget mendengarnya.
“Maaf
kalau aku salah sangka. Tapi kulihat daritadi kau memelototi poster itu…” dia melihatku!!!
“Ma…masa…
aku ikut?! Ah, Donghae memintaku untuk ikut.. Tapi aku tak percaya diri..”
“Benar,
Hyun Ah.. Jangan ambil serius basa-basi orang..” Dheg! Perkataannya itu
membuatku semakin tak percaya diri.
“Ah…
Mungkin Donghae ingin menarik lebih banyak peserta..”
“Maksudmu?”
“Kau
belum mendengarnya ya? Peserta Miss Contest kali ini sedikit… Jika semua orang
melihat kau ikut acara itu, mereka pasti berpikir bisa mengalahkanmu.. Dan
akhirnya semakin banyak yang daftar..”
“Begitu
ya? Aku memang…” aku teringat dengan ucapan Donghae
“Kau harus lebih percaya diri, Hyura…”
“Aku
tidak boleh seperti ini!!” ujarku dalam hati sembari memukul pipiku dengan
kedua tangan.
“Kau
kenapa?” tanya Min Gi dengan polosnya.
“Buktikan
ucapanmu tadi!! Terserah kau mau bilang apa padaku!! Tapi Donghae bukan orang
yang tega memanfaatkan orang lain!!” Min Gi yang melihatku marah langsung
terdiam dan lari dari hadapanku. Karena tak kuasa, aku pun berlutut.
“Aku
juga… punya kekuatan untuk mengatakannya…” kukepal tanganku ini. Wajar saja
selama ini aku tak pernah terpilih menjadi peran utama.. Aku takut terluka..
hingga tak berani berbuat apa-apa.. Tapi itulah sebabnya aku.. Aku ingin
berubah!!
……………………….
Aku berlari dan menghampiri
sebuah ruangan. Ruangan yang sudah tak asing lagi bagiku. Karena ruangan ini
selalu kulewati sesekali ke ruang PKK. Ya, inilah ruangan OSIS dimana Donghae
pasti ada disana. Aku ingin bertemu dan mengatakan sesuatu padanya. Kubuka
pintu sembari berteriak memanggil namanya.
“Lee
Donghae!! A.. Aku… Aku ingin mengikuti Miss Contest!!” wajah Donghae pun
terlihat kaget.
“Kau
bilang agar aku percaya diri.. Aku sangat senang mendengarnya.. Mungkin aku
akan gagal, tapi aku harus berjuang. Jika kau tak keberatan, lihatlah aku!
Ukh.. Sudah ya begitu saja!!” aku pun berlari meninggalkan ruangan OSIS karena
tak tahu akan berbuat apa lagi setelah ini.
“Tunggu,
Hyura!!”
“Kemarin
aku sangat senang! Berkat kebaikan hatimu.. Aku akan mendukungmu di Miss
Contest.” Aku pun berbalik badan.
“Jadi..
Aku..”
“Apa
kau mau berkeliling denganku saat festival budaya nanti?” tanya Donghae. Aku
hanya bisa tersenyum.
*Min Gi’s POV
Pagi ini, saat aku hendak pergi ke kantin, kulihat mading
disana. Dan ternyata ada pengumuman bahwa kontestan yang kedua adalah Lee Hyun
Ah! Wah, gadis itu memang luar biasa! Gadis seperti apa dia? Aku tak akan
kalah!!
*TBC
(to be continued)
……………………………..
Note: Hmm, ditunggu kritik dan sarannya.. Sangat membantu.. Don't be a silent reader, friends! ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar