#Part 2
Title : Little by Little
Author: KyUPpa (Latifa Nurkhalisa)
Genre: Romance (?)
Cast : - No Min Woo
- Lee Ji Eun
- Jo Youngmin
and other cast
Akhirnya, bel istirahat
berbunyi. Semua murid berhamburan keluar ruangan mereka masing-masing. Ada yang
pergi ke kantin, taman sekolah, bahkan toilet. Suasana hening yang baru saja
dirasakan kembali gaduh. Bagitu juga dengan Minwoo. Ia berjalan pergi menghampiri
lokernya untuk mengambil sesuatu.
Saat di loker ia mendengar dua
orang wanita di belakang loker Minwoo.
“Apa kau ditolak?”
terdengar suara wanita. Minwoo mendengarnya sembari membuka lokernya.
“Ne..” jawabnya
sedih.
“Sedih sekali.
Sabar ya.. Sebenarnya aku juga sedang menyukai seseorang..”
“Dimana-mana orang
selalu membincangkan tentang pacar. Uh..” Minwoo pergi setelah mendapatkan hal
yang ia cari.
“Siapa? Siapa orang
itu?”
“Ah..”
“Jangan hanya
bicara ‘Ah...’”
“Pertama kali aku
melihatnya di halte bis, di hari penerimaan murid baru. Tampan sekali..” wanita
itu membayangkan seseorang.
“Dia anak kelas
1-3..”
“Namanya...” Minwoo sudah pergi dan berlalu. Jadi, ia tidak
mendengarkan pembicaraan mereka lagi.
Minwoo P.O.V
“Apa yang dilakukan
orang-orang? Selalu membicarakan hal tentang cinta.. Membuat iri saja...”
gumamku di kantin. Ku santap makan siangku hari ini. Walau begitu, tetap saja
aku memikirkan Kak Ji Eun. Dimana dia? Mengapa tidak sekolah? Apa aku tanya
pada orangtuanya? Ah, tidak usah.. Lain kali saja..
Tiba-tiba datang seseorang
memanggilku.
“Kau! No Min Woo?”
“Ne? Oh, kau...”
jawabku santai saat melihat kapten basket. Sekarang aku tahu siapa dia. Dia Kim
Dong Hyun, atau Donghyun. Tentu saja Kak Ji Eun yang memberitahukannya.
“Hanya itu saja
jawabanmu?”
“Lalu?”
“Ah, sudahlah!
Lupakan! Aku dengar Ji Eun tidak sekolah. Kemana dia? Terakhir ia pulang
sekolah bersamamu, kan? Apa yang kau lakukan padanya?!”
“Aku tidak
melakukan apapun padanya.. Aku juga tidak tahu kenapa ia tidak sekolah hari
ini.. Terakhir, ia biasa-biasa saja dan tidak menunjukkan apapun. Mungkin dia
izin atau bahkan sakit?” aku tak memperlihatkan rasa simpatiku pada Kak Ji Eun.
“Bukankah Ji Eun
bilang kau dekat dengannya? Mana mungkin kau tidak tahu?”
“Aku sudah bilang,
aku tak tahu!”
“Arrggghh!!!” ia
pergi meninggalkan meja makanku bersama temannya.
“Apa urusannya denganmu? Hmm, apa Donghyun memiliki hubungan spesial
dengan Kak Ji Eun? Dilihat dari tatapan matanya kemarin sangat berbeda.. Hmm,
tidak mungkin. Sulit diperacaya!” gumamku. Kulahap lagi makananku sembari
berpikir.
Author P.O.V
Keesokan harinya, Minwoo pergi
ke sekolah dengan berhati-hati. Hatinya berharap bahwa Ji Eun akan sekolah hari
ini. Dengan langkah penuh harapan, ia berjalan terburu-buru untuk masuk ke
kelas.
“Dimana Kak Ji Eun?
Apa dia tidak sekolah lagi? Padahal ini sudah hampir siang. Aku sengaja datang
ke sekolah agak siang agar bisa memastikan bahwa kau datang.. Huft.. Ada apa
dengannya?” batin Minwoo. Ia berdiri di depan pintu untuk melihat sekitar.
“Kya! Apa yang
sedang kau lakukan? Kau menghalangi jalan seongsaengnim...” ujar seseorang.
Minwoo pun menoleh ke belakang. Dan ternyata benar, ada seongsaengnim di
belakangnya. Minwoo hanya tersenyum malu dan meminta maaf lalu menghampiri
bangkunya.
“Dugaanku salah.. Kak Ji Eun tidak sekolah lagi..” batin Minwoo
kembali.
Akhirnya, waktunya pulang. Minwoo
segera mengambil tindakan untuk pergi ke rumah Ji Eun. Namun, langkahnya
terhenti ketika melihat dua orang wanita menghadangnya.
“Hai! Annyeong! Kau
murid kelas 1-3 kan?” sapanya.
“Ne.. Ada apa?”
jawab Minwoo.
“No Min Woo.. Ya
kan?”
“Ne..”
“Baek Su Ji imnida.. Kau bisa memanggilku Suzy. Dan dia, Seo Jeo Hyun..”
“Seo Jeo Hyun imnida.. Kau bisa memanggilku Seohyun.. Kami dari kelas 1-2..” jawab seorang wanita bernama Seohyun dengan
senyumannya.
“Oh.. Jadi, kalian kelas
sebelah? Baiklah. Apakah ada yang ingin dikatakan lagi? Mianhae, aku tidak bisa
berlama-lama disini. Aku memiliki urusan lain..”
“Baiklah.
Silahkan.. Kami hanya ingin berkenalan denganmu..” Minwoo pun membalas senyuman
mereka dan pergi.
“Oh, jadi pria itu yang kau sukai? Cukup tampan.. Kau memang hebat
dalam memilih pria.. Haha..” ujar seorang wanita bernama Suzy. Seohyun hanya
tersenyum dan menatap punggung Minwoo sampai menghilang dari pandangannya.
Minwoo P.O.V
Ku tekan bel rumah Ji Eun.
Ibunya pun keluar.
“Annyeong haseyo, Bi.. Maaf mengganggu..
Apakah benar ini rumah Lee Ji Eun?” tanyaku berbasa-basi demi kesopanan.
“Annyeong haseyo...
Benar.. Apa kau temannya?” Eomma Ji Eun berbalik tanya.
“Ne.. Saya teman
sekelasnya,”
“Mari masuk, biar
saya buatkan minum. Sepertinya kau baru pulang sekolah..”
“Tidak usah, Bi.. Saya hanya ingin
bertanya saja. Apakah Ji Eun ada di rumah?”
“Bukankah Ji Eun di
sekolah? Ia bilang hari ini ada latihan basket.. Jadi pulang terlambat. Apa kau
tidak melihatnya di sekolah? Bukankah kau teman sekelasnya?”
“Ah, tidak, Bi.. Aku melihatnya. Tapi,
apa kemarin Ji Eun sekolah?”
“Tentu saja.
Mengapa kau bertanya seperti itu? Kau tidak melihatnya? Apa dia membolos?”
“Ah, tidak, Bi.. Aku tidak sekolah kemarin.. Jadi, aku tidak tahu. Jika tidak ada,
tidak apa-apa.. Ghamsahamnida..” kutinggalkan rumah Ji Eun. Mianhaeyo.. Aku
sudah berbohong pada Eomma Ji Eun. Tapi, jika aku berbuat jujur, apa yang akan
terjadi pada Kak Ji Eun? Aku melakukan ini hanya demi Kak Ji Eun... Mianhaeyo..
(Di stasiun kereta api)
Minwoo yang sudah putus asa pun
beristirahat di stasiun dekat rumah Ji Eun.
“Hmm, tidak pergi
ke sekolah, tidak ada di rumah.. Kemana dia?” Minwoo pun teringat ucapan-ucapan
teman-temannya yang memojokkan Ji Eun.
Huh, dia pasti membolos! Oh.. Lee Ji Eun yang tinggal
kelas ya?? Pantas saja jika membolos...
“Meskipun dia
terlihat baik-baik saja.. Tapi namanya tinggal kelas itu tidak enak.. Meskipun
tetap terlihat tegar... Tapi, sampai kapan ia bertahan? Dan jika akulah yang
menjadi penyebab semua itu, aku harus...” ucapan Minwoo terhenti ketika melihat
Ji Eun di dekat kereta.
“Ah! Noona!! Kak Ji Eun!!” Minwoo berlari dan menghampiri Ji Eun.
Seohyun
P.O.V
Setelah Minwoo pergi, baru aku
lanjutkan perjalanku pulang bersama Suzy.
“Kudengar dia dekat
dengan Kak Ji Eun yang tinggal kelas itu ya??” Suzy memulai pembicaraan.
“Jinjja? Aku juga
lihat saat latihan basket, Kak Ji Eun sangat memperhatikan Minwoo. Apalagi ia
membelanya..”
“Mengapa kau bisa
tahu? Bukankah kau sangat tidak menyukai olahraga?”
“Hmm, kau seperti
tidak tahu aku saja.. Aku melakukan ini hanya untuk melihat Minwoo latihan..”
“Lalu, apa Minwoo
melihatmu?”
“Sepertinya
tidak..”
“Ah, sia-sia
usahamu mendekatinya..”
“Lagipula, saat itu
aku hanya melihatnya, bukan mendekatinya. Apa secepat itu aku harus
mengenalinya??”
“Tentu saja! Dia
itu tampan. Mudah saja untuknya mendapatkan seorang kekasih..”
“Benar juga.. Aha!!” tiba-tiba aku memiliki ide. Otakku memang bagus
ketika menyukai seseorang. Haha..
(Kembali ke
pembicaraan Minwoo dan Ji Eun)
“Ah! Noona!! Kak Ji
Eun!!” Minwoo menghampiri Ji Eun. Ji Eun tersenyum kecil.
“Ah, Minwoo-ah..”
mereka berdua pun duduk di tempat yang teduh.
“Mianhae sudah
membuatmu cemas..” Ji Eun tidak menatap wajah Minwoo seperti biasanya. Biasanya
setiap memulai pembicaraan Ji Eun selalu menatap orang yang sedang ia ajak
bicara. Minwoo tidak menjawabnya. Mereka pun saling diam.
“Andwae. Bukan itu maksudku..”
“Kak Ji Eun?”
“Ne?” Ji Eun kali ini melirik Minwoo.
“Aku..Aku ingin tahu apa yang mengganjal di hati kakak… Jika ada hal
yang menyusahkan, katakan saja, jangan sungkan.. Kalau sudah diungkapkan
perasaan kakak pasti akan jadi lebih enak. Aku akan siap mendengarkan keluh
kesah kakak,”
“Gomawoyo…” hanya senyuman yang bisa diberikan Ji Eun. Minwoo dan Ji Eun
pun segera mencari tempat lain untuk berbincang-bincang. Sebelumnya, Minwoo
membelikan minuman hangat. Sementara Ji Eun menunggu di luar.
Saat Ji Eun
menunggu di luar. Ia sangat kaget melihat seorang pria di hadapannya.
“Kau…” lirih Ji Eun.
“Youngmin-ah! Hai! Apa kabar?” sapa Minwoo yang baru saja keluar melihat
Youngmin.
“Minwoo-ah? Aku baik-baik saja. Kau sendiri?”
“Tentu saja. Eh, kau sekolah di SMA Dongji?”
“Ne.. Kau di SMA Youngsang ya? Kak Ji Eun? Lama tidak bertemu…”
“Hmm, ne.. Ehm, jika kalian ingin mengobrol, aku duluan ya..” Ji Eun
pergi meninggalkan mereka berdua.
“Ada apa dengannya?”
“Aku tidak tahu..”
“Sebaiknya aku menyusulnya.. Baiklah, sampai jumpa..” Minwoo mencari
keberadaan Ji Eun. Akhirnya, ia menemukan Ji Eun di bawah terangan lampu jalan.
Ji Eun P.O.V
Rasanya ku tak
sanggup lagi untuk berjalan jauh. Aku memutuskan untuk diam di bawah terangan
lampu jalan.
“Wae?? Waeyo??” aku mulai menangis saat Minwoo hadir dihadapanku.
“Kak, apa yang terjadi?” Ji Eun tetap menangis dan Minwoo pun memberikan
pelukannya.
“Menangislah selagi bisa.. Keluarkan semua
beban di hati kakak.. Aku siap melakukan apapun..”
Ting tong!
Terdengar suara bel dari rumah Youngmin. Ia pun membukanya.
“Minwoo?” tiba-tiba saja brukkk!! Pukulan mendarat di pipi Youngmin.
Bibirnya pun berdarah.
“Wae? Mengapa kau membuat Kak Ji Eun menangis?!!! Wae?!!!!!” Minwoo
memegang kerah Youngmin.
Flashback
Di dalam pelukan
Minwoo, Ji Eun bercerita.
“Kami baru saja akrab satu sama lain.. Dia kelas 2 SMP, aku kelas 1 SMA.
Kami bertemu satu minggu sekali.. Tapi, setiap kali harus berpisah, hati ini
rasanya berat sekali… Kalau bisa bertemu setiap hari, alangkah senangnya.. Begitu
ia bilang akan masuk SMA Youngsang selulusnya dari SMP, tak terkirakan
bahagianya hatiku.. Untuk menantinya aku harus berbuat tekad. Aku harus
menyiakan waktuku setahun.. Aku pun harus tabah membuat diriku tak naik kelas.
Hari-hari tak berjumpa dengannya.. Hari-hari tak bisa meneleponnya.. Tapi, jika
musim semi datang, kami pasti bisa bertemu lagi di sekolah yang sama… Tapi, aku
tak percaya, mengapa dia malah…..”
Flashback end
“Kenapa kau malah masuk SMA Dongji?!!!!” Tanya Minwoo dengan
kemarahannya.
“Aku mau masuk SMA Youngsang! Tapi semua ini diluar kemampuanku!!”
Minwoo melepaskan kerah Youngmin.
“Saat ujian masuk, aku sakit parah. Aku gagal masuk Youngsang. Yang
kudapat malah Dongji. Tapi, apa benar dia menungguku??”
“Kurasa.. Sebaiknya kau menemuinya.. Ji Eun
sangat menyukaimu dan ingin bertemu denganmu.. Kuharap kau bisa menghiburnya…” Minwoo
pun pergi.
Minwoo P.O.V
Seperti biasanya,
aku berangkat sekolah dengan harapan yang begitu kecil. Ternyata, bukan aku
yang ditunggunya…
“Kak Ji Eun! Selamat pagi..” kulihat Kak Ji Eun masih di depan gerbang
sekolah.
“Minwoo, mianhae soal kemarin..”
“Gwaenchana…”
“Tapi, setelah menangis dan menumpahkan segalanya padamu, beban ini
terasa lebih ringan… Gomawo…” Kak Ji Eun mulai tersenyum. Syukurlah…
“Kak Ji Eun, aku… Aku suka pada kakak sejak masih SMP dulu..” Kak Ji Eun
terlihat kaget.
“Aku sangat senang melihat wajah kakak yang selalu ceria.. Aku tak ingin
kakak bersedih.. Karena itu,” kutengok ke arah kanan. Karena penasaran, Kak Ji
Eun mengikutinya.
“Youngmin?”
“Hmmm, ayolah. Bukankah kakak ingin bertemu dengannya?”
“Minwoo-ah… Gomawo.. Mianhae..”
“Ne.. Ayo cepat!!!” kudorong Ji Eun agar ia berjalan menghampiri
Youngmin.
Senangnya
bisa melihat orang yang kucintai bahagia.. Tapi, aku sempat iri.. Hehe.. Ah!
Sudahlah!
(TBC... To be continued...)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar