Jumat, 02 Maret 2012

(FF) - Little by Little #Part 2


#Part 2



Title  : Little by Little
Author: KyUPpa (Latifa Nurkhalisa)
Genre: Romance (?)
Cast  : - No Min Woo
           - Lee Ji Eun
           - Jo Youngmin 
and other cast



                Akhirnya, bel istirahat berbunyi. Semua murid berhamburan keluar ruangan mereka masing-masing. Ada yang pergi ke kantin, taman sekolah, bahkan toilet. Suasana hening yang baru saja dirasakan kembali gaduh. Bagitu juga dengan Minwoo. Ia berjalan pergi menghampiri lokernya untuk mengambil sesuatu.
                Saat di loker ia mendengar dua orang wanita di belakang loker Minwoo.
“Apa kau ditolak?” terdengar suara wanita. Minwoo mendengarnya sembari membuka lokernya.
“Ne..” jawabnya sedih.
“Sedih sekali. Sabar ya.. Sebenarnya aku juga sedang menyukai seseorang..”
“Dimana-mana orang selalu membincangkan tentang pacar. Uh..” Minwoo pergi setelah mendapatkan hal yang ia cari.
“Siapa? Siapa orang itu?”
“Ah..”
“Jangan hanya bicara ‘Ah...’”
“Pertama kali aku melihatnya di halte bis, di hari penerimaan murid baru. Tampan sekali..” wanita itu membayangkan seseorang.
“Dia anak kelas 1-3..”
“Namanya...” Minwoo sudah pergi dan berlalu. Jadi, ia tidak mendengarkan pembicaraan mereka lagi.
Minwoo P.O.V
“Apa yang dilakukan orang-orang? Selalu membicarakan hal tentang cinta.. Membuat iri saja...” gumamku di kantin. Ku santap makan siangku hari ini. Walau begitu, tetap saja aku memikirkan Kak Ji Eun. Dimana dia? Mengapa tidak sekolah? Apa aku tanya pada orangtuanya? Ah, tidak usah.. Lain kali saja..
                Tiba-tiba datang seseorang memanggilku.
“Kau! No Min Woo?”
“Ne? Oh, kau...” jawabku santai saat melihat kapten basket. Sekarang aku tahu siapa dia. Dia Kim Dong Hyun, atau Donghyun. Tentu saja Kak Ji Eun yang memberitahukannya.
“Hanya itu saja jawabanmu?”
“Lalu?”
“Ah, sudahlah! Lupakan! Aku dengar Ji Eun tidak sekolah. Kemana dia? Terakhir ia pulang sekolah bersamamu, kan? Apa yang kau lakukan padanya?!”
“Aku tidak melakukan apapun padanya.. Aku juga tidak tahu kenapa ia tidak sekolah hari ini.. Terakhir, ia biasa-biasa saja dan tidak menunjukkan apapun. Mungkin dia izin atau bahkan sakit?” aku tak memperlihatkan rasa simpatiku pada Kak Ji Eun.
“Bukankah Ji Eun bilang kau dekat dengannya? Mana mungkin kau tidak tahu?”
“Aku sudah bilang, aku tak tahu!”
“Arrggghh!!!” ia pergi meninggalkan meja makanku bersama temannya.
“Apa urusannya denganmu? Hmm, apa Donghyun memiliki hubungan spesial dengan Kak Ji Eun? Dilihat dari tatapan matanya kemarin sangat berbeda.. Hmm, tidak mungkin. Sulit diperacaya!” gumamku. Kulahap lagi makananku sembari berpikir.
Author P.O.V
                Keesokan harinya, Minwoo pergi ke sekolah dengan berhati-hati. Hatinya berharap bahwa Ji Eun akan sekolah hari ini. Dengan langkah penuh harapan, ia berjalan terburu-buru untuk masuk ke kelas.
“Dimana Kak Ji Eun? Apa dia tidak sekolah lagi? Padahal ini sudah hampir siang. Aku sengaja datang ke sekolah agak siang agar bisa memastikan bahwa kau datang.. Huft.. Ada apa dengannya?” batin Minwoo. Ia berdiri di depan pintu untuk melihat sekitar.
“Kya! Apa yang sedang kau lakukan? Kau menghalangi jalan seongsaengnim...” ujar seseorang. Minwoo pun menoleh ke belakang. Dan ternyata benar, ada seongsaengnim di belakangnya. Minwoo hanya tersenyum malu dan meminta maaf lalu menghampiri bangkunya.
“Dugaanku salah.. Kak Ji Eun tidak sekolah lagi..” batin Minwoo kembali.
                Akhirnya, waktunya pulang. Minwoo segera mengambil tindakan untuk pergi ke rumah Ji Eun. Namun, langkahnya terhenti ketika melihat dua orang wanita menghadangnya.
“Hai! Annyeong! Kau murid kelas 1-3 kan?” sapanya.
“Ne.. Ada apa?” jawab Minwoo.
“No Min Woo.. Ya kan?”
“Ne..”
Baek Su Ji imnida.. Kau bisa memanggilku Suzy. Dan dia, Seo Jeo Hyun..”
Seo Jeo Hyun imnida.. Kau bisa memanggilku Seohyun.. Kami dari kelas 1-2..” jawab seorang wanita bernama Seohyun dengan senyumannya.
“Oh.. Jadi, kalian kelas sebelah? Baiklah. Apakah ada yang ingin dikatakan lagi? Mianhae, aku tidak bisa berlama-lama disini. Aku memiliki urusan lain..”
“Baiklah. Silahkan.. Kami hanya ingin berkenalan denganmu..” Minwoo pun membalas senyuman mereka dan pergi.
“Oh, jadi pria itu yang kau sukai? Cukup tampan.. Kau memang hebat dalam memilih pria.. Haha..” ujar seorang wanita bernama Suzy. Seohyun hanya tersenyum dan menatap punggung Minwoo sampai menghilang dari pandangannya.
Minwoo P.O.V
                Ku tekan bel rumah Ji Eun. Ibunya pun keluar.
“Annyeong haseyo, Bi.. Maaf mengganggu.. Apakah benar ini rumah Lee Ji Eun?” tanyaku berbasa-basi demi kesopanan.
“Annyeong haseyo... Benar.. Apa kau temannya?” Eomma Ji Eun berbalik tanya.
“Ne.. Saya teman sekelasnya,”
“Mari masuk, biar saya buatkan minum. Sepertinya kau baru pulang sekolah..”
“Tidak usah, Bi.. Saya hanya ingin bertanya saja. Apakah Ji Eun ada di rumah?”
“Bukankah Ji Eun di sekolah? Ia bilang hari ini ada latihan basket.. Jadi pulang terlambat. Apa kau tidak melihatnya di sekolah? Bukankah kau teman sekelasnya?”
“Ah, tidak, Bi.. Aku melihatnya. Tapi, apa kemarin Ji Eun sekolah?”
“Tentu saja. Mengapa kau bertanya seperti itu? Kau tidak melihatnya? Apa dia membolos?”
“Ah, tidak, Bi.. Aku tidak sekolah kemarin.. Jadi, aku tidak tahu. Jika tidak ada, tidak apa-apa.. Ghamsahamnida..” kutinggalkan rumah Ji Eun. Mianhaeyo.. Aku sudah berbohong pada Eomma Ji Eun. Tapi, jika aku berbuat jujur, apa yang akan terjadi pada Kak Ji Eun? Aku melakukan ini hanya demi Kak Ji Eun... Mianhaeyo..
                (Di stasiun kereta api)
                Minwoo yang sudah putus asa pun beristirahat di stasiun dekat rumah Ji Eun.
“Hmm, tidak pergi ke sekolah, tidak ada di rumah.. Kemana dia?” Minwoo pun teringat ucapan-ucapan teman-temannya yang memojokkan Ji Eun.
Huh, dia pasti membolos! Oh.. Lee Ji Eun yang tinggal kelas ya?? Pantas saja jika membolos...
“Meskipun dia terlihat baik-baik saja.. Tapi namanya tinggal kelas itu tidak enak.. Meskipun tetap terlihat tegar... Tapi, sampai kapan ia bertahan? Dan jika akulah yang menjadi penyebab semua itu, aku harus...” ucapan Minwoo terhenti ketika melihat Ji Eun di dekat kereta.
“Ah! Noona!! Kak Ji Eun!!” Minwoo berlari dan menghampiri Ji Eun.
Seohyun P.O.V
                Setelah Minwoo pergi, baru aku lanjutkan perjalanku pulang bersama Suzy.
“Kudengar dia dekat dengan Kak Ji Eun yang tinggal kelas itu ya??” Suzy memulai pembicaraan.
“Jinjja? Aku juga lihat saat latihan basket, Kak Ji Eun sangat memperhatikan Minwoo. Apalagi ia membelanya..”
“Mengapa kau bisa tahu? Bukankah kau sangat tidak menyukai olahraga?”
“Hmm, kau seperti tidak tahu aku saja.. Aku melakukan ini hanya untuk melihat Minwoo latihan..”
“Lalu, apa Minwoo melihatmu?”
“Sepertinya tidak..”
“Ah, sia-sia usahamu mendekatinya..”
“Lagipula, saat itu aku hanya melihatnya, bukan mendekatinya. Apa secepat itu aku harus mengenalinya??”
“Tentu saja! Dia itu tampan. Mudah saja untuknya mendapatkan seorang kekasih..”
“Benar juga.. Aha!!” tiba-tiba aku memiliki ide. Otakku memang bagus ketika menyukai seseorang. Haha..
(Kembali ke pembicaraan Minwoo dan Ji Eun)
“Ah! Noona!! Kak Ji Eun!!” Minwoo menghampiri Ji Eun. Ji Eun tersenyum kecil.
“Ah, Minwoo-ah..” mereka berdua pun duduk di tempat yang teduh.
“Mianhae sudah membuatmu cemas..” Ji Eun tidak menatap wajah Minwoo seperti biasanya. Biasanya setiap memulai pembicaraan Ji Eun selalu menatap orang yang sedang ia ajak bicara. Minwoo tidak menjawabnya. Mereka pun saling diam.
“Mianhae, aku telah membuatmu piket sendirian..”
“Andwae. Bukan itu maksudku..”
“Kak Ji Eun?”
“Ne?” Ji Eun kali ini melirik Minwoo.
“Aku..Aku ingin tahu apa yang mengganjal di hati kakak… Jika ada hal yang menyusahkan, katakan saja, jangan sungkan.. Kalau sudah diungkapkan perasaan kakak pasti akan jadi lebih enak. Aku akan siap mendengarkan keluh kesah kakak,”
“Gomawoyo…” hanya senyuman yang bisa diberikan Ji Eun. Minwoo dan Ji Eun pun segera mencari tempat lain untuk berbincang-bincang. Sebelumnya, Minwoo membelikan minuman hangat. Sementara Ji Eun menunggu di luar.
                Saat Ji Eun menunggu di luar. Ia sangat kaget melihat seorang pria di hadapannya.
“Kau…” lirih Ji Eun.
“Youngmin-ah! Hai! Apa kabar?” sapa Minwoo yang baru saja keluar melihat Youngmin.
“Minwoo-ah? Aku baik-baik saja. Kau sendiri?”
“Tentu saja. Eh, kau sekolah di SMA Dongji?”
“Ne.. Kau di SMA Youngsang ya? Kak Ji Eun? Lama tidak bertemu…”
“Hmm, ne.. Ehm, jika kalian ingin mengobrol, aku duluan ya..” Ji Eun pergi meninggalkan mereka berdua.
“Ada apa dengannya?”
“Aku tidak tahu..”
“Sebaiknya aku menyusulnya.. Baiklah, sampai jumpa..” Minwoo mencari keberadaan Ji Eun. Akhirnya, ia menemukan Ji Eun di bawah terangan lampu jalan.
Ji Eun P.O.V
                Rasanya ku tak sanggup lagi untuk berjalan jauh. Aku memutuskan untuk diam di bawah terangan lampu jalan.
“Wae?? Waeyo??” aku mulai menangis saat Minwoo hadir dihadapanku.
“Kak, apa yang terjadi?” Ji Eun tetap menangis dan Minwoo pun memberikan pelukannya.
“Menangislah selagi bisa.. Keluarkan semua beban di hati kakak.. Aku siap melakukan apapun..”
                Ting tong! Terdengar suara bel dari rumah Youngmin. Ia pun membukanya.
“Minwoo?” tiba-tiba saja brukkk!! Pukulan mendarat di pipi Youngmin. Bibirnya pun berdarah.
“Wae? Mengapa kau membuat Kak Ji Eun menangis?!!! Wae?!!!!!” Minwoo memegang kerah Youngmin.
Flashback
                Di dalam pelukan Minwoo, Ji Eun bercerita.
“Kami baru saja akrab satu sama lain.. Dia kelas 2 SMP, aku kelas 1 SMA. Kami bertemu satu minggu sekali.. Tapi, setiap kali harus berpisah, hati ini rasanya berat sekali… Kalau bisa bertemu setiap hari, alangkah senangnya.. Begitu ia bilang akan masuk SMA Youngsang selulusnya dari SMP, tak terkirakan bahagianya hatiku.. Untuk menantinya aku harus berbuat tekad. Aku harus menyiakan waktuku setahun.. Aku pun harus tabah membuat diriku tak naik kelas. Hari-hari tak berjumpa dengannya.. Hari-hari tak bisa meneleponnya.. Tapi, jika musim semi datang, kami pasti bisa bertemu lagi di sekolah yang sama… Tapi, aku tak percaya, mengapa dia malah…..”
Flashback end
“Kenapa kau malah masuk SMA Dongji?!!!!” Tanya Minwoo dengan kemarahannya.
“Aku mau masuk SMA Youngsang! Tapi semua ini diluar kemampuanku!!” Minwoo melepaskan kerah Youngmin.
“Saat ujian masuk, aku sakit parah. Aku gagal masuk Youngsang. Yang kudapat malah Dongji. Tapi, apa benar dia menungguku??”
“Kurasa.. Sebaiknya kau menemuinya.. Ji Eun sangat menyukaimu dan ingin bertemu denganmu.. Kuharap kau bisa menghiburnya…” Minwoo pun pergi.
Minwoo P.O.V
                Seperti biasanya, aku berangkat sekolah dengan harapan yang begitu kecil. Ternyata, bukan aku yang ditunggunya…
“Kak Ji Eun! Selamat pagi..” kulihat Kak Ji Eun masih di depan gerbang sekolah.
“Minwoo, mianhae soal kemarin..”
“Gwaenchana…”
“Tapi, setelah menangis dan menumpahkan segalanya padamu, beban ini terasa lebih ringan… Gomawo…” Kak Ji Eun mulai tersenyum. Syukurlah…
“Kak Ji Eun, aku… Aku suka pada kakak sejak masih SMP dulu..” Kak Ji Eun terlihat kaget.
“Aku sangat senang melihat wajah kakak yang selalu ceria.. Aku tak ingin kakak bersedih.. Karena itu,” kutengok ke arah kanan. Karena penasaran, Kak Ji Eun mengikutinya.
“Youngmin?”
“Hmmm, ayolah. Bukankah kakak ingin bertemu dengannya?”
“Minwoo-ah… Gomawo.. Mianhae..”
“Ne.. Ayo cepat!!!” kudorong Ji Eun agar ia berjalan menghampiri Youngmin.
                Senangnya bisa melihat orang yang kucintai bahagia.. Tapi, aku sempat iri.. Hehe.. Ah! Sudahlah!

(TBC... To be continued...)

| Free Bussines? |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar