#Part 4
“No Min Woo-ssi? Benarkah kau Minwoo?” tanyanya lagi. Tak sempat Minwoo
membuka mulutnya untuk menjawabnya, ia malah mendekat dan ternyata melakukan
hal yang tidak sopan!! Di muka umum, ia melakukannya!! Ia mencium bibir
Minwoo!!
Saat itu juga tanpa
sepengetahuan Minwoo, Ji Eun melihatnya di pintu masuk bis yang berlawanan
dengan Minwoo. Namun, tetap saja terlihat. Ji Eun terlihat kaget dan tidak
percaya. Ia pun kembali turun dari bis yang Minwoo tumpangi.
Wanita itu
melepaskan kecupannya dan pergi turun dari bis sambil tersenyum.
“Ah.. Ah! Apa? Apa? Apa ini?!” semua orang yang ada di dalam bis melihat
padanya.
“Minwoo-ssi? Apa yang kau lakukan tadi?” tanya Jeongmin pada Minwoo yang
tengah duduk di kursi bis paling belakang. Mereka selalu berangkat sekolah
bersama walaupun arah yang berbeda.
“Jeongmin? Ah, aku tidak tahu! Aku tidak mengenalinya! Sungguh, aku..
Aku… Ah!” Minwoo mengacak-acak rambutnya.
“Jinjja? Oh ya, tadi aku melihat seorang wanita yang masuk ke dalam bis.
Tapi saat melihatmu berciuman dengan wanita itu, ia meninggalkan bis ini.
Kulihat, ia memakai seragam yang sama denganmu…”
“Jinjja? Siapa itu? Jangan-jangan Kak Ji Eun? Wah, gawat! Dia pasti
salah paham!”
“Kak Ji Eun?”
“Ne.. Kau tidak tahu? Dia kan satu SMP dengan kita..”
“Jinjja? Aku lupa.. Aku hanya pernah mendengar namanya saja.. Ya,
mungkin dia.. Dia terlihat kaget… Memangnya Kak Ji Eun itu memiliki hubungan
denganmu?”
“Ania! Aku berteman dengannya. Aku hanya takut
ia salah paham dan menilaiku buruk… Siapa sih wanita itu?!” Minwoo kembali
mengingatkan kejadian tadi. Ia mencoba melupakaannya dengan menutup matanya.
Ji Eun P.O.V
Aku
masuk ke bis yang sama dengan Minwoo. Kuharap aku bisa bertemu dengannya. Tapi,
apa yang kulihat. Dia membuatku salah paham… Hatiku terasa sesak melihatnya.
Apa yang kau lakukan, Minwoo? Apa begitu cepatnya kau melupakanku setelah kau
tahu Youngmin yang aku maksud? Daripada aku melihat pemandangan yang
menyesakkanku, lebih baik aku pergi dan mencari bis lain.
Bel sekolah berbunyi. Minwoo baru datang ke sekolah.
Untung saja seongsaengnim belum datang. Ia segera duduk di kelas. Ji Eun
terlihat meliriknya sesekali. Saat Minwoo menengok, Ji Eun tidak memberikan
senyuman seperti biasanya. Ia hanya diam dan berpura-pura menulis sesuatu.
“Ada apa dengan Kak Ji Eun? Jangan-jangan benar
apa yang Jeongmin katakan. Kak Ji Eun lah yang melihatku di dalam bis. Ah,
bagaimana caraku untuk menjelaskannya?” Minwoo mecoba menengok ke belakang
kembali dan memberikan senyuman pada Ji Eun. Tapi Ji Eun tak membalasnya dan
tetap fokus pada bukunya.
Minwoo P.O.V
Bel istirahat berbunyi. Waktu begitu cepat
berlalu. Kulihat Kak Ji Eun pergi meninggalkan kelas dengan teman barunya.
Tanpa melirikku sedikitpun. Bagaimana caraku menjelaskannya? Dia pasti
menyangka aku ini buruk..
Terlihat Kak Ji Eun
sedang di kantin. Seperti biasa aku juga
pergi ke kantin. Kak Ji Eun terlihat nyaman berbincang-bincang bersama
teman barunya. Aku hanya terdiam sesekali meliriknya yang berada jauh di
seberangku. Aku terkaget ketika melihat wanita yang menciumku tadi di bis. Saat
ia melewatiku, ia memberikan senyuman. Tanpa meminta maaf ataupun menyesali
perbuatannya. Jika aku memarahinya sekarang, semua orang nanti bisa tahu apa
yang sedang terjadi. Terlihat Kak Ji Eun memperhatikanku ketika wanita itu lewat
di hadapaku. Aku hanya diam tanpa melihat sekitar walaupun tahu apa yang Kak Ji
Eun lakukan.
Terdengar
percakapan seseorang dari belakang bangku kantin yang kududuki.
“Hai! Dia itu Nam Gyu Ri kan? Wanita yang sering digossipkan itu?” bisik
seseorang wanita sepertinya.
“Bingo! Dia disebut sebagai wanita “Murahan” oleh lelaki manapun.
Katanya ia sering menggoda lelaki.. Ckckck.. Ternyata ada wanita seperti itu.
Tapi, masih saja ada satu orang temannya yang setia bersamanya..”
“Mungkin ia ingin menjadi pengikut wanita itu?”
Begitulah
kita-kira percakapannya. Maka dari itu, sedapat mungkin aku harus melupakan
peristiwa tadi pagi. Meskipun aku penasaran.. Mengapa ia menciumku tanpa
alasan. Tanganku sudah tidak kuat lagi untuk memukulnya. Tapi karena ia wanita,
apa mungkin aku melakukannya?
(Pulang sekolah)
Minwoo P.O.V
Kucoba memulai
pembicaraan pada Kak Ji Eun saat Kak Ji Eun akan keluar dari kelas sendirian.
Sebenarnya aku sengaja menunggunya keluar sendiri agar aku bisa berbicara
padanya.
“Kak Ji Eun?” ujarku. Ia pun menengok ke arahku.
“Ne?”
“Ehm, ada yang ingin kubicarakan padamu.. Apa kau memiliki waktu?”
“Hmm, sekarang saja..”
“Baiklah. Sambil berjalan saja…” aku dan Kak Ji Eun pun berjalan keluar
dari kelas.
“Tentang peristiwa tadi pagi di bis. Temanku melihatmu disana. Lalu,
kakak pergi saat melihat peristiwa itu. Apakah benar?”
“Ania.. Aku tidak ada disana…”
“Lalu, mengapa kakak terlihat marah padaku?”
“Apa aku terlihat marah?”
“Ania. Kakak terlihat beda seperti biasanya..”
“Jinjja?”
“Ah, lupakan. Jika itu benar kakak, aku meminta maaf. Aku benar-benar
tidak mengenalinya. Sungguh.. Tapi ia mengetahui namaku. Aku juga tida tahu apa
maksudnya..”
“Lalu, apa hubungannya denganku?”
“Ania. Aku hanya takut kakak salah paham…”
“Memangnya apa yang terjadi?”
“Ah, tidak.. Jika kakak tidak mengetahuinya, sebaiknya jangan.. Aku
takut kakak salah paham..”
“Apa kau takut?” batin Ji Eun dalam hati.
“Aku juga ingin bertanya,” ujar Kak Ji Eun.
“Apa kemarin malam kau ingat aku meneleponmu?”
“Tentu saja. Mengapa kakak menutup teleponnya?” Kak Ji Eun hanya tertawa
dan tersenyum.
“Aku mendengar suaramu tertidur..” sindir Kak Ji Eun.
“Jinjja? Ah! Mianhae, malam tadi aku kelelahan.. Hehe..”
“Hahahaha!!! Jadi, kau tidak tahu apa yang kuucapkan tadi malam dengan
panjang kali lebar kali tinggi.”
“Memangnya apa yang kakak bicarakan?”
“Tidak bisa diulangi… Hehe..”
“Ah! Aku penasaran..” tiba-tiba saja di depan gerbang aku melihat wanita
gila itu lagi. Katanya namanya Nam Gyu Ri.
“Minwoo-ssi?” sapanya. Wanita yang bersamanya pun pergi meninggalkan Gyu
Ri.
“Gyu Ri-ah. Aku duluan ya! Selamat berjuang!” ujar temannya pergi. Apa
yang ia maksud? Selamat berjuang? Apa maksudnya?
“Ne.. Gomawo..” jawab Gyu Ri.
“Minwoo-ssi, mau pulang bersamaku?” ajaknya dengan senyuman.
“Mwo?!!!” jawabku kaget. Kak Ji Eun terlihat diam menatap kami berdua.
“Hmmm, sebaiknya aku pulang duluan,” ujar Kak Ji Eun mulai pergi.
“Jamkkan!! Kak Ji Eun! Jamkkan!!”
“Bukankah kau akan pulang bersamanya? Pulanglah!” Kak Ji Eun memberikan
senyumannya seolah setuju.
“Apa yang ia lakukan? Ah, aku tahu. Ia kan tidak menyukaiku..” gumamku.
“Minwoo-ssi? Bagaimana?” tanyanya lagi.
“Kya!! Kau ini wanita seperti apa hah?! Beraninya kau melakukan hal itu!
Padahal kita belum kenal dekat dan memiliki hubungan! Apa yang kau maksud?!!
Dasar wanita tidak mempunyai sopan santun!!!!”
“Mwo? Nam Gyu Ri imnida..”
“Aku tidak bertanya!!!!!”
“Bukankah kau belum mengenaliku?”
“Argghh!! Wanita menyebalkan! Kau membuat Kak Ji Eun salah paham!!!”
“Jinjja? Mianhae.. Bagaimana kalau kita bicarakan masalah ini di café?”
“Mwo?!! Wanita seperti apa dirimu ini?!”
Ji Eun P.O.V
“Minwoo-ssi, mau pulang bersamaku?” ajaknya dengan senyuman.
“Mwo?!!!” jawab Minwoo terlihat kaget. Pasti Minwoo takut karena ada
aku.
“Hmmm, sebaiknya aku pulang duluan,”
“Jamkkan!! Kak Ji Eun! Jamkkan!!”
“Bukankah kau akan pulang bersamanya? Pulanglah!” aku harus bersikap
biasa. Tetap ceria dan tersenyum walau hatiku berkata lain.
“Minwoo-ssi? Bagaimana?” tanyanya lagi.
“Kya!! Kau ini wanita seperti apa hah?! Beraninya kau melakukan hal itu!
Padahal kita belum kenal dekat dan memiliki hubungan! Apa yang kau maksud?!!
Dasar wanita tidak mempunyai sopan santun!!!!”
“Mwo? Nam Gyu Ri imnida..”
“Aku tidak bertanya!!!!!”
“Bukankah kau belum mengenaliku?”
“Argghh!! Wanita menyebalkan! Kau membuat Kak Ji Eun salah paham!!!”
“Jinjja? Mianhae.. Bagaimana kalau kita bicarakan masalah ini di café?”
Hanya itu yang
kudengar dari pembicaraan mereka. Setelah itu, bis pun datang.
Saat masuk bis,
kulihat kursi sudah penuh dan hanya tersisa satu. Daripada aku kesal berdiri,
lebih baik aku duduk disampingnya walaupun ia seorang pria. Saat ia menengok ke
arahku, aku kaget. Wajahnya sangat mirip dengan Youngmin. Apa Youngmin memiliki
saudara kembar? Setahuku tidak. Apa mungkin aku saja yang tidak tahu?
“Youngmin-ssi?” sapaku. Ia terlihat lebih mirip saat memakai seragam sekolah
walaupun berbeda dengan seragam milik Youngmin.
“Siapa Youngmin? Apa yang kau maksud?”
“Kau sangat mirip dengan temanku, Youngmin.. Apa kau ini Youngmin?”
“Apa kau tidak bisa lihat tanda pengenalku?” pria itu menunjukkan tanda
pengenalnya yang terlihat dari seragam.
“Jo Kwangmin? Wah, ternyata benar kau bukan
Youngmin. Tapi, sungguh. Kau sangat mirip dengannya…” pria itu hanya diam dan
segera turun dari bis. Jo Kwangmin? Nama asli Youngmin adalah Jo Youngmin… Ah!
Apa mereka saudara kembar?? Tapi, aku jarang melihat mereka bersama.. Atau ini
hanya kebetulan saja? Ah! Lupakan!
(Coffee Shop)
Minwoo P.O.V
“Wanita seperti apa ini?” batinku.
“Tidak pesan?” tanya Gyu Ri.
“Tidak lapar..” jawabku dengan nada datar.
“Begitu ya..” sambung Gyu Ri sambil tersenyum.
Nampaknya dia biasa saja. Malah terlihat
manis.. Kenapa gadis seperti dia digossipkan sedemikian rupa?
“Eh, aku boleh tanya sesuatu?”
“Boleh…” jawab Gyu Ri sembari memakan semangkuk ice cream di hadapannya.
“Soal ciuman… Yang tadi pagi… Aku kurang mengerti..”
Terdengar suara sendok yang Gyu Ri jatuhkan.
“Ah!” Gyu Ri terlihat kaget. Lho? Wajahnya menjadi merah padam.
“Mianhae.. Maafkan aku..” Gyu Ri terlihat malu dan menutup mulutnya.
Bagaimana bisa wanita murahan yang sering disebut-sebut menjadi merah padam
saat ditanya soal ciuman?
“Aku….” Ucapnya terbata-bata.
“Ne?”
“Aku..Aku suka padamu, Minwoo.. Sejak pertama kali melihat..” jawabnya
dengan sedikit keraguan.
“Aku ingin dekat…” sambungnya lagi.
“Mwo?!!”
TO BE CONTINUED…….
Author P.O.V
Bagaimanakah cerita
selanjutnya? Apa reaksi Minwoo saat ia tahu perasaan Gyu Ri? Lalu, bagaimana
dengan Ji Eun yang sudah terlanjur mencintainya? Akankah Minwoo tahu isi hati
Ji Eun saat ini? Tunggu kisah selanjutnya di Part 5.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar