Selasa, 28 Februari 2012

(FF) Little by Little #Part 1

#Part 1

                Pagi hari di halte bis Cheonma. Terdengar suara bis yang menghampiri halte bis yang siap mengantarkan penumpangnya ke tempat tujuan.  Di musim semi ini, para murid sudah bisa masuk ke jenjang berikutnya. Termasuk seorang pria berumur  15 tahun yang hendak masuk ke sekolah barunya, SMA. Namanya adalah No Min Woo.
Minwoo P.O.V
                Akhirnya, tiba juga hari-hariku mengenakan seragam ini.. Berakhir sudah hari-hari berat belajar untuk ujian masuk sekolah. Mulai hari ini, aku pulang-pergi ke sekolah baru naik bis. Kemudian....
Hatiku terkejut melihat seseorang di depan gerbang yang hendak masuk ke sekolah yang sama denganku. Tentu saja aku telah mengenalnya. Sontak saja aku memanggil namanya dan menyapanya.
“Noona!! Kak Ji Eun!!!” aku berlari menghampirinya. Pertama, ia terlihat bingung. Namun, akhirnya ia mengingatku juga. Syukurlah..
“Kau? Kau Minwoo?” jawabnya.
“Betul! Lama sekali tidak jumpa..” jawabku dengan senyuman indah dibibirku.
Author P.O.V
                Dua anak manusia itu pun pergi bersama untuk memasuki kelasnya masing-masing dengan diisi bincangan dan candaan-candaan kecil.
“Wah, aku tak menyangka kau bisa masuk sekolah ini!” terdengar suara bahagia dari Ji Eun.
“Haha.. Kau meledekku?”
“Bercanda.. Bercanda..”
“Minwoo-ah, kau masih main basket?”
“Tentu saja! Kak Ji Eun sendiri? Bagaimana?” terlihat Minwoo yang menaikkan tangannya seolah binaragawan.
“Sayangnya, di sekolah kita tidak ada klub basket putri..” dengan santainya Ji Eun menjawab.
“Benarkah?” Minwoo terlihat gelisah.
“Maka dari itu, aku sekarang jadi manajer untuk klub basket putra..” Ji Eun memberikan senyuman indahnya yang membuat matanya terlihat mengecil.
Minwoo P.O.V
                Huft.. Inilah alasan mengapa aku belajar mati-matian untuk bisa masuk ke sekolah ini. Aku ingin masuk sekolah yang sama dengan Kak Ji Eun.. Hehe..
“Minwoo-ah, kau masih main basket?”
“Tentu saja! Kak Ji Eun sendiri? Bagaimana?”
“Sayangnya, di sekolah kita tidak ada klub basket putri..”
“Benarkah?”
“Maka dari itu, aku sekarang jadi manajer untuk klub basket putra..”
“Yes! Semakin banyak waktu yang bisa kulewatkan bersamanya!” gumamku dalam hati.
“Selama 3 tahun, kita akan bersenang-senang Minwoo..” Kak Ji Eun menoleh padaku.
“Hah?! 3 tahun?”
“Ya.. 3 tahun...”
“Aku tidak naik kelas....” Kak Ji Eun mengucapkannya padaku. Lagi-lagi dia menatapku dengan tatapan berarti. Yang benar saja?! Mana mungkin seorang Lee Ji Eun tidak naik kelas?
Author P.O.V
                Ji Eun dan Minwoo masuk ke kelas yang sama. Akhirnya, bel sekolah berbunyi dan waktunya memulai pelajaran.
Minwoo P.O.V
                Aku tak percaya... Kak Ji Eun.. Kak Ji Eun yang selalu aku impikan sekarang jadi teman sekelasku!! Apakah ini mimpi? Aku pun melirik ke bangku belakang tempak Kak Ji Eun duduk. Dia terlihat sangat antusias dan santai walaupun semua orang tahu ia tak naik kelas. Saat menatapnya, hatiku menjadi berdebar sangat kencang. Aku pun menelan ludah.
                Jadi anak SMA, berganti seragam.. Main basket, pulang-pergi naik bis. Lalu... Membuat pernyataan cinta...
Author P.O.V
                Jam sekolah sudah berakhir. Waktunya semua murid untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. Termasuk Minwoo yang sudah sampai di rumahnya.
“Aku pulang!” Minwoo segera mengganti bajunya dan duduk di depan televisi. Terlihat kakaknya, No Min Ji yang asalnya teman sekelas Ji Eun di SMP.
“Ternyata, benar ya gosip Ji Eun tak naik kelas,” Minji menghampiri Minwoo sembari membawa segelas teh hangat.
“Kau tahu darimana?”
“Aku dengar dari teman sekelasku. Kenapa ya, Ji Eun bisa sampai tinggal kelas?
“Padahal dia pintar... Kelakuannya baik, tidak menyusahkan guru.. Kenapa ya?” gumam Minwoo. Minji hanya tertawa kecil.
“Bocah lugu ini!” Minji menyenggol Minwoo dengan sikutnya.
“Aduh!”
“Apa kau tidak tahu?! Justru itulah yang sedang ramai digossipkan..” Minwoo menatap wajah Minji tanda penasaran.
“Katanya, dia menyukai adik kelasnya dulu. Ia ingin sekelas dengannya! Sekarang aku tanya, dari sekolahmu ada berapa anak yang masuk ke SMA Youngsang?”
“7 orang. 6 perempuan, lelaki hanya aku seorang..”
“Asyik! Pasti kau yang disukainya.. suuiit suiit!!!” goda Minji.
“Yanga benar saja?!!!”
“Ah, sudahlah. Yang dimaksud juga belum tentu kau,” Minji membalikkan badannya.
“Apa?!” Minwoo marah dengan ucapan Minji yang tak jelas dan membuatnya kaget.
“Yang namanya adik kelas itu macam-macam. Siapa tahu adik kelas di tempat les atau waktu SD..”
“Lebih mungkin jika adik kelas waktu SMP!”
“Ah, terlalu banyak kemungkinan..” jawab Minji tertawa.
“Kakak ini bagaimana sih?!!!!”
“Apa Kak Ji Eun merasakan hal yang sama denganku?” batin Minwoo berpikir. Minji terlihat sudah pergi meninggalkannya. Lagi-lagi hati Minwoo berdebar dan keringatnya keluar.
Author P.O.V
                Keesokan harinya, di sekolah. Hal yang sama dilakukan oleh Minwoo. Namun di bis ia bertemu dengan temannya semasa SMP yang masih berteman dengannya sampai sekarang.
“Minwoo?”
“Jeongmin?”
“Hai! Bagaimana sekolahmu di Youngsang?”
“Luar biasa... Hahaha.. Bagaimana denganmu?”
“Aku juga. Wah, kau mungkin satu orang lelaki yang beruntung masuk ke sekolah terkenal itu. Padahal, teman-temanmu yang lain ingin sekali sekolah disana dan tidak masuk. Beruntungnya kau ini!!” Jeongmin memegang pundak Minwoo.
“Haha.. Syukurlah.. Oh ya, sudah sampai. Aku duluan ya!”
Minwoo P.O.V
“Hai! Selamat pagi..” sapa seseorang yang ternyata Kak Ji Eun. Jantungku terasa berhenti berdetak.
“Cepat sekali datangnya, Kak Ji Eun...”
“Kau juga..”
“Ania. Hari ini giliranku untuk piket,”
“Aku juga!”
“Benarkah? Bukankah nomor urut kita jauh berbeda?”
“Namaku Lee Ji Eun, dan kau No Min Woo. Hampir berdekatankan abjadnya..”
“Oh iya.. Hehe.. Aku tidak berpikir demikian..” jawabku tertawa kecil dan membalikkan badanku.
“Karena kita sudah saling kenal, jadi lebih mudah bekerja sama. Ini sebabnya kenapa aku tinggal kelas.” Aku pun kaget. Keringatku mulai bercucuran kembali.
“A.. Alasan kau tinggal kelas?”
“Aku ingin sekelas dengan Minwoo. Apa boleh?” aku telan air ludahku saat mendengar ucapannya.
“Ini bohong kan?” kubalikkan badanku untuk menatapnya.
“Sedikit bohong, tapi ada benarnya juga. Bukankah ini luar biasa? Waktu itu kita kakak dan adik kelas.. Tak punya keberanian untuk bergaul akrab, juga dibatasi dengan rasa sungkan.. Dengan begini, bukankah kita bisa akrab? Bukan begitu?” Kak Ji Eun menolehkan wajahnya padaku sambil tersenyum.
Dia suka dengan adik kelasnya. Ingin sekelas denganya....
Aku teringat dengan ucapan Kak Minji kemarin.
Author P.O.V
                Waktunya pulang sekolah. Waktu begitu cepat berlalu. Namun, hari ini ada latihan basket. Jadi, Minwoo tidak segera pulang dan menelpon kakaknya untuk pulang terlambat hari ini.
                Tiba-tiba drek! Suara bola yang masuk ke ring basket. Ya! Minwoo yang memasukkannya. Terlihat Ji Eun menyemangati Minwoo. Itu semakin membuat Minwoo semangat.
“Hebat! Hebat! Berjuanglah Minwoo!!” terdengar suara Ji Eun di luar lapangan. Minwoo hanya tersenyum. Sementara teman-teman basket yang lain membuat latihan berhenti.
“Hai! Anak baru! Apa hubunganmu dengan manajer kita?!!”
“Eh, tidak! Tidak ada apa-apa..”
“Yang benar saja? Tadi dia menyemangatimu..” ujar seorang lelaki di hadapannya. Dia adalah kakak kelas Minwoo. Namanya Kim Dong Hyun atau lebih akrab disapa Donghyun. Asalnya ia sekelas dengan Ji Eun. Namun karena Ji Eun tidak naik kelas, akhirnya pertemuan mereka hanya saat latihan basket saja. Menurut gossip, ia menyukai Ji Eun dan pernah membuat pernyataan cinta pada Ji Eun di hadapan teman-temannya. Namun, Ji Eun menolak dengan alasan ingin fokus dengan belajar dan ingin bersahabat baik dengan Donghyun.
“Dia teman sekelasku.. Wajar saja jika aku menyemangatinya. Aku sudah kenal baik denganya. Lalu apa urusan kalian melarangku menyemangatinya? Aku senang karena dia adalah murid baru tetapi penampilannya di basket sudah tak terlihat baru lagi.. Sudahlah! Lanjutkan latihan kalian!” Ji Eun menghampiri kerumunan dan pergi kembali. Donghyun terlihat kecewa dengan jawaban Ji Eun tadi.
“Apa ini orang yang membuat Ji Eun bersemangat lagi?” batin Donghyun menatap Minwoo. Minwoo hanya membungkukkan badannya.
Minwoo P.O.V
                Aku pulang dari latihan basket bersama Kak Ji Eun. Saat melewati ruang guru, terdengar seongsaengnim yang memanggil kami berdua.
“Hai! Kalian berdua bukankah piket hari ini?” aku dan Kak Ji Eun menoleh dan menghampiri seongsaengnim.
“Tolong bagikan daftar nama murid ini, cepat ya!”
“Baik, pak..” Minwoo membawa daftar nama murid yang diberikan seongsaengnim.
“Kubawakan separuh, ya?” tawar Kak Ji Eun sembari berjalan.
“Tidak perlu, biar kubawa sendiri..”
“Ah, dasar laki-laki..” kutatap langit-langit sekolah sembari tersenyum. Kak Ji Eun selalu menampakkan wajah ceria penuh tawa di hadapanku. Aku ingin percaya bahwa dia menungguku...”
Author P.O.V    
Malam hari, di rumah Ji Eun. Tepatnya di kamarnya.
“Benarkah?” terdengar suara kecil dari seseorang di kamar sana. Ya, Ji Eun. Ia sedang melilaht-lihat daftar nama murid. Namun, tiba-tiba ia menitikkan air matanya di depan daftar nama murid itu. Ia lipat-lipat dan melempar daftar itu ke sebuah tempat sampah di kamarnya.
                Pagi hari...
Minwoo P.O.V
                Aku berlari ke sekolah, berlari menggapai impianku..
“Selamat pagi, kak!” sapaku dengan tersenyum lebar.
“Lho? Tidak ada?” aku terdiam sejenak ketika melihat seisi kelas yang kosong.
                Tak lama, Pak seongsaengnim datang dan melihat daftar absensi.
“Lee Ji Eun! Lee Ji Eun tidak hadir?” saat seongsaengnim mengucapkannya, para murid saling berbisik-bisik pada temannya.
“Dia pasti bolos! Sudah tinggal kelas, sekarang berani membolos. Oh, Lee Ji Eun murid yang tinggal kelas itu ya? Pantas saja membolos..” ucapan itu yang terdengar dari telingaku. Aku termenung dan keringatku lagi-lagi keluar.
Author P.O.V
                Sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan Ji Eun? Mengapa ia tidak sekolah? Apa mungkin ia membolos? Dan bagaimana reaksi Minwoo saat mengetahuinya? Apa yang akan dilakukan Minwoo? Tunggu kisahnya di Part 2.

| Free Bussines? |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar