#Part 3
Title : Little by Little
Author: KyUPpa (Latifa Nurkhalisa)
Genre: Romance (?)
Cast : - No Min Woo
- Lee Ji Eun
- Jo Youngmin
and other cast
#Part 3
Minwoo P.O.V
Hari ini adalah hari yang paling berharga
untukku. Walaupun Kak Ji Eun hanya menganggapku sebagai teman, tapi aku merasa
bahagia. Aku sudah membuatnya bahagia dan aku juga telah menyatalan perasaanku
padanya. Rasanya hati ini terasa lebih lega. Serasa tak ada beban lagi… Ternyata,
menyatakan perasaan cinta memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Kukira
orang lain berhubungan dengan seseorang dengan mudahnya, tetapi susah juga.
Hari ini aku harus
latihan basket. Pasti Kak Ji Eun hadir. Aku merasa canggung kali ini. Setiap
aku melihatnya, aku selalu teringat akan kejadian tadi pagi (menyatakan cinta).
Apa Kak Ji Eun akan tetap berteman denganku?
Setelah beberapa
menit latihan diistirahatkan, seperti biasa Kak Ji Eun membagikan air mineral
pada anggotanya agar tidak kehausan.
“Gomawo…” ujarku saat Kak Ji Eun datang. Aku segera membukanya dan
meminumnya sampai habis.
“Wah, selera minummu memang besar! Biasanya selera makan yang besar..
Ini selera minum.. Ckckck” sambung Kak Ji Eun duduk di sampingku.
“Huah.. Aku hanya kehausan saja, kak..”
“Oh… Hmm, dari dulu kerigatmu selalu keluar. Sudah berapa liter hasil
keringatmu itu? Ckckck…”
“Jinjja?? Wah, itu sudah menjadi kebiasanku, kak.. Kakak tahu kenapa?
Aku juga tidak tahu kenapa..”
“Kau ini.. Sebaiknya kau periksakan ke dokter..” Kak Ji Eun memberikan
handuk untuk menyeka keringatku yang bercucuran.
“Masalah begini saja harus ke dokter… Sudahlah, ini kan alami.. Oh ya,
ngomong-ngomong, Gomawo..” jawabku samba menunjukkan handuk yang diberikan Kak
Ji Eun. Kak Ji Eun hanya tersenyum dan membagikan air mineral pada pemain lain.
Tiba-tiba saja
datang seorang wanita menghampiri Kak Ji Eun.
“Kau baru datang?” Tanya kak Ji Eun seakan sudah akrab dengannya.
“Mianhaeyo, eonni.. Di jalan tadi macet. Lalu, aku membuatkan makanan
untuk para pemain..”
“Ah? Jinjja? Baguslah! Ayo kemari!”
“Siapa dia?” batinku dalam hati.
“Ah! Bukankah dia wanita yang kemarin siang di depan gerbang sekolah?”
aku mulai mengingatnya. Ia pun melirikku dan member senyuman karena sudah
mengenalku. Aku membalasnya dan menatap ke arah ain.
“Hai, teman-teman! Biar kuperkenalkan wanita cantik ini. Dia Seohyun,
anak kelas 1-2… Sekarang dia menjadi Sie. Konsumsi sekaligus Asistenku.. Jadi,
jika aku tidak bisa hadir, kalian bisa menghubunginya..”
“Oh.. Hai! Apa yang kau pegang itu?” Tanya seseorang.
“Oh, aku hampir lupa. Ini makanan yang kubuat khusus untuk kalian… Sebagai
perkenalanku di klub basket ini, aku membuatnya…” jelas Seohyun.
“Wah, pasti enak! Bolehkah aku mencobanya?”
“Kau ini.. Untuk istilah makan saja nomor satu. Huuh…” ledek Kak Ji Eun.
Terdengar tawa dari semua orang terkecuali aku.
“Tidak apa.. Bukankah kalian sedang istirahat? Sebaiknya kalian mengisi
perutnya terlebih dahulu..” Seohyun mulai membuka bekal yang ia bawa.
Author P.O.V
Semuanya memakan
apa yang Seohyun bawa. Mereka juga memuji apa yang Seohyun buat. Makanannya
sangat enak, menyehatkan, dan unik.
“Oh ya, dua minggu lagi sekolah sebelah mengajak kita untuk bertanding
persahabatan di sekolahnya. Apa kalian siap?” Tanya Kak Ji Eun disela-sela
keheningan.
“Apa kau sudah mengatakannya pada pelatih dan pihak sekolah?” Tanya
Donghyun.
“Tentu saja. Mereka menyerahkan semuanya padaku dan kalian. Mereka akan
setuju-setuju saja dan mendukung tentunya. Karena di sekolah ini sangat
berpihak pada tim basket kan? Mereka sangat berharap kalian bisa meraih
kemenangan kembali….”
“Ah, kalau begitu, mari kita latihan lebih keras lagi!”
“Jadi, kalian sepakat untuk mengikutinya?”
“Jika diperbolehkan oleh manager…”
“Ok! Setelah ini, kalian berlatih lagi, ya!” Ji Eun memberikan semangat.
Wanita itu (Seohyun) kembali melirik Minwoo dengan senyumannya. Minwoo hanya
membalasnya dengan senyuman kecil.
“Kak Ji Eun terlihat bahagia dari biasanya. Ia
sudah kembali pada Lee Ji Eun yang dulu.. Terlihat ceria kembali.. Pasti semua
ini karena Youngmin, bukan aku.. Huft..” batin Minwoo menatap makanannya lalu
melirik Ji Eun yang terlihat tersenyum kembali.
Mentari telah
menghilang. Senja pun tiba. Semua orang kembali ke rumah mereka masing-masing
untuk beristirahat.
“Aku pulang!” Minwoo melepaskan sepatunya dan masuk ke rumah masih
memakai kaus kakinya.
“Minwoo-ah! Apa yang terjadi? Kau tidak terlihat seperti biasanya..”
Tanya Minji. Oh ya, Minwoo dan Minji hanya hidup berdua. Orangtua mereka
tinggal di luar kota. Ini karena Minwoo yang ingin tinggal bersama kakaknya.
Karena jika di rumah, orangtuanya jarang pulang ke rumah. Jadi, ia memutuskan
untuk tinggal bersama kakaknya.
“Gwaenchana… Ah, aku hanya lelah setelah latihan basket kali ini..
Huahhh aku tidur dulu, kak…” Minwoo segera merebahkan dirinya di kasur.
“Kau pikir aku tidak tahu? Ini pasti ada yang terjadi denganmu. Aku ini
kakakmu, aku tahu kelakuanmu.. Jangan mencoba berbohong padaku..” gumam Minji
saat Minwoo masuk ke kamarnya.
Tiba-tiba saja saat
Minwoo menutup matanya, terdengar suara deringan telepon pada ponselnya.
“ArgghH!! Baru saja aku hendak tertidur…” Minwoo segera mengambil ponselnya
di meja.
“Kak Ji Eun? Bagaimana dia tahu nomor ponselku?” Minwoo segera
mengangkatnya.
*Pembicaraan via telepon
Minwoo : Yeoboseyo?
Kak Ji Eun? Ada apa? Bagaimana kau tahu nomor ponselku?
Ji Eun : Ah?
Aku tahu dari Youngmin.. Oh ya, aku ingin bercerita denganmu.. Apa kau
bersedia? Bukankah dulu kau bersedia untuk melakukan apapun untukku?
Minwoo : Tentu
saja...
Ji Eun :
Sepertinya kau sudah mengantuk? Jika kau mengantuk, lebih baik besok saja di
sekolah… Aku tidak apa-apa kok..
Minwoo : Ah, aniya..
Aku sedang berdiam diri di kamar. Sebelumnya, apa aku boleh tanya? Bagaimana
pertemuan kakak dengan Youngmin? Sukseskah?
Ji Eun : Ah,
aniyo.. Biasa saja.. Itulah yang akan kuceritakan padamu.
Flashback
@Halte bis sekolah
“Sudah lama tidak berjumpa..” ujar Youngmin duduk di samping Ji Eun.
“Haha, iya.. Sudah berapa lama ya? Semenjak aku keluar dari SMP kan?”
“Haha, sudah lama juga ternyata…” mereka berdua saling diam dan
tersenyum.
“Oh ya, mengenai itu.. Kakak tinggal kelas.. Apa itu semua karenaku?
Mianhae, aku mengungkit hal ini..”
“Tak apa.. Ternyata kau sudah paham..”
“Ya, aku tahu semua ini dari Minwoo..”
“Minwoo lagi, Minwoo lagi. Dia sangat berjasa bagiku,”
“Jinjja? Oh.. Aku meminta maaf karena aku tidak bisa sekolah di sekolah
yang sama dengan kakak.. Soalnya, saat ujian penerimaan murid baru aku sedang
sakit dan tidak dapat mengikutinya.. Aku sangat menyesal…”
“Jinjja? Tapi, tidak apa…”
“Aku tahu kakak sangat menyesal..”
“Menyesal pasti ada.. Tapi, aku terima saja kenyataanku ini dan belajar
dari kesalahan tentunya..”
“Kakak terlihat dewasa sekarang…”
“Jadi dulu aku terlihat kekanak-kanakkan?”
“Ah, tidak juga… Oh ya, mengenai kakak menyukaiku, aku meminta maaf
juga..”
“Waeyo?”
“Mianhae, mianhaeyo, aku tidak bisa menerimanya. Walaupun aku juga
menyukai kakak, tapi keadaan yang memaksaku untuk hanya bersahabat dengan
kakak.. Aku sudah memiliki kekasih.. Jadi, aku harus memegang kepercayaannya..”
“Jinjja? Selamat! Aku tahu, kau pasti dengan secepat itu memiliki
kekasih.. Aku bahagia jika kau bahagia..”
“Kakak memang kakak yang terbaik untukku.. Aku suka kakak yang sekarang.
Terlihat tegar, dewasa, dan lebih cantik…”
“Hahahaha.. Gomawo.. Tapi, itu bukan ejekan kan? Berarti dulu aku tidak
sebagus yang kau kira. Ya kan?”
“Aniya! Kakak tetap cantik, tapi sekarang lebih cantik luar dan dalam…”
“Ah, kau ini! Baiklah, bel sudah berbunyi sebentar lagi. Aku duluan ya..
Kita tetap bersahabat bukan?”
“Tentu saja!”
“Ok! Sampai jumpa.. Senang bertemu denganmu..” Ji Eun memeluk Youngmin
dan pergi.
Flashback End
*Kembali ke Percakapan via telepon
Ji Eun : Begitulah
ceritanya…
Minwoo : Memang benar
apa yang dikatakan Youngmin. Kakak terlihat tegar..
Ji Eun :
………………………
Minwoo : Kakak masih
disana?
Ji Eun : Ne?
Ne… Hmm, sebenarnya aku ingin berbicara sesuatu padamu..
Minwoo : Lanjutkan
saja! Aku siap mendengarnya!
Ji Eun :
Tentang itu.. Tentang ucapanmu saat pagi hari.. Apa…
Minwoo : Ah! Lupakan!
Aku haya bercanda saja, kak.. Hehe
Ji Eun :
Jinjja? Kau hanya bercanda? Kukira kau benar-benar menyukaiku?
Minwoo : ………………
Ji Eun : Sebenarnya
aku tidak tahu apa yang sedang kurasakan saat ini. Saat aku mendengar Youngmin
sudah mempunyai kekasih, hatiku terasa biasa saja. Padahal aku sangat sangat
menyukainya.. Tapi, saat aku mendengar ucapanmu itu, hatiku serasa
terkaget-kaget dan berdebar sangat kencang.
Minwoo : Ah, mungkin
itu hanya perasaan kakak saja.. Kakak juga tahu kan perasaan kakak pada
Youngmin?
Ji Eun : Ne..
Seperti yang aku ucapkan tadi, rasanya biasa saja.. Ada apa denganku ini?
Minwoo : ……………………..
Ji Eun : Dari
saat kita bertemu, aku merasa nyaman sekali denganmu.. Sebenarnya apa arti
cinta yang sebenarnya? Aku belum pernah merasakan pacaran. Jadi, aku masing
bingung. Apa aku menyukaimu, Minwoo? Ya, sepertinya. Apa kau juga menyukaiku?
Minwoo : ……………………
Ji Eun : Ne!
Aku tahu sekarang! Aku menyukaimu, Minwoo.. Saranghaeyo…
Minwoo : ……………………..
Ji Eun :
Minwoo-ssi? Kau masih disana? Yeoboseyo? Yeoboseyo? Minwoo-ssi? Apa kau sudah
tidur?
Minwoo : (suara orang
tertidur lenyap)
Ji Eun : Ah,
dia sudah tertidur. Aku yakin dia tidak mendengarnya.. Minwoo, Minwoo.. Ada-ada
saja kau ini. Baiklah. Selamat tidur.. Semoga mimpi indah.. Sampai jumpa besok
di sekolah.. Suara tidurmu terdengar sampai kesini! Hahaha!! Lucu juga suaramu
saat tidur.. Jika aku mengatakannya padamu besok, apa kau akan mengakuinya??
Haha.. Baiklah. Kumatikan telepon sekarang. Jangan lupa ganti pulsaku untuk
meneleponmu ya! Saranghae…
(saat akan menutup telepon)
Ji Eun : Oh ya,
aku lupa. Minwoo-ssi, walaupun kau tidak mendengar semua ucapanku ini, tapi aku
harap Tuhan mendengarnya. Gomawo.. Aku hanya bisa mengucapkan itu padamu.. Aku
tidak bisa melakukan apapun padamu.. Tak ada hal yang kulakukan membuatmu
bahagia.. Mianhae.. Aku hanya merepotkamu.. Sementara kau sangat
memperdulikanku.. Aku baru tahu sekarang apa itu cinta.. Hahaha.. Aku kalah
denganmu.. Umurku lebih tua darimu, tapi aku masih saja belum tahu apa itu
cinta.. Hahaha.. Pasti kau menertawaiku. Ya kan? Ah, aku seperti orang gila
saja berbicara sendiri.. Sudah dulu ya.. Bye Mr. Keringat! Hahaha…
Akhirnya,
dengan puas, Ji Eun menutup teleponnya dan tertidur. Di kamarnya, ia terlihat
tersenyum puas dan tertidur dengan pulasnya.
Minwoo P.O.V
Pagi hari, di halte bis Cheonma. aku berangkat
sekolah seperti biasanya. Saat ia masuk, tiba-tiba datang seseorang
menghampiriku. Ya, seorang wanita. Rasanya aku mengenalinya.
“Minwoo-ssi?”
“Eh?”
“No Min Woo-ssi?” ujarnya lagi.
“Ne?” Kalau tidak salah, ia kan anak kelas 1-5 yang sering dibicarakan..
“No Min Woo-ssi? Benarkah kau Minwoo?” tanyanya lagi. Tak sempat aku
membuka mulutku untuk menjawabnya, ia malah mendekat dan ternyata melakukan hal
yang tidak sopan!! Di muka umum, ia melakukannya!! Ia mencium bibirku!!
To be continued…
Author P.O.V
Siapakah wanita
itu? Mengapa wanita itu bisa mengenal Minwoo dan melakukan hal seperti itu?
Bahkan mereka belum kenal satu sama lainnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar