Jumat, 09 Maret 2012

(FF) Little by Little #Part 3

#Part 3
 
Title  : Little by Little
Author: KyUPpa (Latifa Nurkhalisa)
Genre: Romance (?)
Cast  : - No Min Woo
           - Lee Ji Eun
           - Jo Youngmin 
and other cast
 
#Part 3
Minwoo P.O.V
                Hari ini adalah hari yang paling berharga untukku. Walaupun Kak Ji Eun hanya menganggapku sebagai teman, tapi aku merasa bahagia. Aku sudah membuatnya bahagia dan aku juga telah menyatalan perasaanku padanya. Rasanya hati ini terasa lebih lega. Serasa tak ada beban lagi… Ternyata, menyatakan perasaan cinta memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Kukira orang lain berhubungan dengan seseorang dengan mudahnya, tetapi susah juga.
                Hari ini aku harus latihan basket. Pasti Kak Ji Eun hadir. Aku merasa canggung kali ini. Setiap aku melihatnya, aku selalu teringat akan kejadian tadi pagi (menyatakan cinta). Apa Kak Ji Eun akan tetap berteman denganku?
                Setelah beberapa menit latihan diistirahatkan, seperti biasa Kak Ji Eun membagikan air mineral pada anggotanya agar tidak kehausan.
“Gomawo…” ujarku saat Kak Ji Eun datang. Aku segera membukanya dan meminumnya sampai habis.
“Wah, selera minummu memang besar! Biasanya selera makan yang besar.. Ini selera minum.. Ckckck” sambung Kak Ji Eun duduk di sampingku.
“Huah.. Aku hanya kehausan saja, kak..”
“Oh… Hmm, dari dulu kerigatmu selalu keluar. Sudah berapa liter hasil keringatmu itu? Ckckck…”
“Jinjja?? Wah, itu sudah menjadi kebiasanku, kak.. Kakak tahu kenapa? Aku juga tidak tahu kenapa..”
“Kau ini.. Sebaiknya kau periksakan ke dokter..” Kak Ji Eun memberikan handuk untuk menyeka keringatku yang bercucuran.
“Masalah begini saja harus ke dokter… Sudahlah, ini kan alami.. Oh ya, ngomong-ngomong, Gomawo..” jawabku samba menunjukkan handuk yang diberikan Kak Ji Eun. Kak Ji Eun hanya tersenyum dan membagikan air mineral pada pemain lain.
                Tiba-tiba saja datang seorang wanita menghampiri Kak Ji Eun.
“Kau baru datang?” Tanya kak Ji Eun seakan sudah akrab dengannya.
“Mianhaeyo, eonni.. Di jalan tadi macet. Lalu, aku membuatkan makanan untuk para pemain..”
“Ah? Jinjja? Baguslah! Ayo kemari!”
“Siapa dia?” batinku dalam hati.
“Ah! Bukankah dia wanita yang kemarin siang di depan gerbang sekolah?” aku mulai mengingatnya. Ia pun melirikku dan member senyuman karena sudah mengenalku. Aku membalasnya dan menatap ke arah ain.
“Hai, teman-teman! Biar kuperkenalkan wanita cantik ini. Dia Seohyun, anak kelas 1-2… Sekarang dia menjadi Sie. Konsumsi sekaligus Asistenku.. Jadi, jika aku tidak bisa hadir, kalian bisa menghubunginya..”
“Oh.. Hai! Apa yang kau pegang itu?” Tanya seseorang.
“Oh, aku hampir lupa. Ini makanan yang kubuat khusus untuk kalian… Sebagai perkenalanku di klub basket ini, aku membuatnya…” jelas Seohyun.
“Wah, pasti enak! Bolehkah aku mencobanya?”
“Kau ini.. Untuk istilah makan saja nomor satu. Huuh…” ledek Kak Ji Eun. Terdengar tawa dari semua orang terkecuali aku.
“Tidak apa.. Bukankah kalian sedang istirahat? Sebaiknya kalian mengisi perutnya terlebih dahulu..” Seohyun mulai membuka bekal yang ia bawa.
Author P.O.V
                Semuanya memakan apa yang Seohyun bawa. Mereka juga memuji apa yang Seohyun buat. Makanannya sangat enak, menyehatkan, dan unik.
“Oh ya, dua minggu lagi sekolah sebelah mengajak kita untuk bertanding persahabatan di sekolahnya. Apa kalian siap?” Tanya Kak Ji Eun disela-sela keheningan.
“Apa kau sudah mengatakannya pada pelatih dan pihak sekolah?” Tanya Donghyun.
“Tentu saja. Mereka menyerahkan semuanya padaku dan kalian. Mereka akan setuju-setuju saja dan mendukung tentunya. Karena di sekolah ini sangat berpihak pada tim basket kan? Mereka sangat berharap kalian bisa meraih kemenangan kembali….”
“Ah, kalau begitu, mari kita latihan lebih keras lagi!”
“Jadi, kalian sepakat untuk mengikutinya?”
“Jika diperbolehkan oleh manager…”
“Ok! Setelah ini, kalian berlatih lagi, ya!” Ji Eun memberikan semangat. Wanita itu (Seohyun) kembali melirik Minwoo dengan senyumannya. Minwoo hanya membalasnya dengan senyuman kecil.
“Kak Ji Eun terlihat bahagia dari biasanya. Ia sudah kembali pada Lee Ji Eun yang dulu.. Terlihat ceria kembali.. Pasti semua ini karena Youngmin, bukan aku.. Huft..” batin Minwoo menatap makanannya lalu melirik Ji Eun yang terlihat tersenyum kembali.
                Mentari telah menghilang. Senja pun tiba. Semua orang kembali ke rumah mereka masing-masing untuk beristirahat.
“Aku pulang!” Minwoo melepaskan sepatunya dan masuk ke rumah masih memakai kaus kakinya.
“Minwoo-ah! Apa yang terjadi? Kau tidak terlihat seperti biasanya..” Tanya Minji. Oh ya, Minwoo dan Minji hanya hidup berdua. Orangtua mereka tinggal di luar kota. Ini karena Minwoo yang ingin tinggal bersama kakaknya. Karena jika di rumah, orangtuanya jarang pulang ke rumah. Jadi, ia memutuskan untuk tinggal bersama kakaknya.
“Gwaenchana… Ah, aku hanya lelah setelah latihan basket kali ini.. Huahhh aku tidur dulu, kak…” Minwoo segera merebahkan dirinya di kasur.
“Kau pikir aku tidak tahu? Ini pasti ada yang terjadi denganmu. Aku ini kakakmu, aku tahu kelakuanmu.. Jangan mencoba berbohong padaku..” gumam Minji saat Minwoo masuk ke kamarnya.
                Tiba-tiba saja saat Minwoo menutup matanya, terdengar suara deringan telepon pada ponselnya.
“ArgghH!! Baru saja aku hendak tertidur…” Minwoo segera mengambil ponselnya di meja.
“Kak Ji Eun? Bagaimana dia tahu nomor ponselku?” Minwoo segera mengangkatnya.
*Pembicaraan via telepon
Minwoo               : Yeoboseyo? Kak Ji Eun? Ada apa? Bagaimana kau tahu nomor ponselku?
Ji Eun                     : Ah? Aku tahu dari Youngmin.. Oh ya, aku ingin bercerita denganmu.. Apa kau bersedia? Bukankah dulu kau bersedia untuk melakukan apapun untukku?
Minwoo               : Tentu saja...
Ji Eun                     : Sepertinya kau sudah mengantuk? Jika kau mengantuk, lebih baik besok saja di sekolah… Aku tidak apa-apa kok..
Minwoo               : Ah, aniya.. Aku sedang berdiam diri di kamar. Sebelumnya, apa aku boleh tanya? Bagaimana pertemuan kakak dengan Youngmin? Sukseskah?
Ji Eun                     : Ah, aniyo.. Biasa saja.. Itulah yang akan kuceritakan padamu.
Flashback
@Halte bis sekolah
“Sudah lama tidak berjumpa..” ujar Youngmin duduk di samping Ji Eun.
“Haha, iya.. Sudah berapa lama ya? Semenjak aku keluar dari SMP kan?”
“Haha, sudah lama juga ternyata…” mereka berdua saling diam dan tersenyum.
“Oh ya, mengenai itu.. Kakak tinggal kelas.. Apa itu semua karenaku? Mianhae, aku mengungkit hal ini..”
“Tak apa.. Ternyata kau sudah paham..”
“Ya, aku tahu semua ini dari Minwoo..”
“Minwoo lagi, Minwoo lagi. Dia sangat berjasa bagiku,”
“Jinjja? Oh.. Aku meminta maaf karena aku tidak bisa sekolah di sekolah yang sama dengan kakak.. Soalnya, saat ujian penerimaan murid baru aku sedang sakit dan tidak dapat mengikutinya.. Aku sangat menyesal…”
“Jinjja? Tapi, tidak apa…”
“Aku tahu kakak sangat menyesal..”
“Menyesal pasti ada.. Tapi, aku terima saja kenyataanku ini dan belajar dari kesalahan tentunya..”
“Kakak terlihat dewasa sekarang…”
“Jadi dulu aku terlihat kekanak-kanakkan?”
“Ah, tidak juga… Oh ya, mengenai kakak menyukaiku, aku meminta maaf juga..”
“Waeyo?”
“Mianhae, mianhaeyo, aku tidak bisa menerimanya. Walaupun aku juga menyukai kakak, tapi keadaan yang memaksaku untuk hanya bersahabat dengan kakak.. Aku sudah memiliki kekasih.. Jadi, aku harus memegang kepercayaannya..”
“Jinjja? Selamat! Aku tahu, kau pasti dengan secepat itu memiliki kekasih.. Aku bahagia jika kau bahagia..”
“Kakak memang kakak yang terbaik untukku.. Aku suka kakak yang sekarang. Terlihat tegar, dewasa, dan lebih cantik…”
“Hahahaha.. Gomawo.. Tapi, itu bukan ejekan kan? Berarti dulu aku tidak sebagus yang kau kira. Ya kan?”
“Aniya! Kakak tetap cantik, tapi sekarang lebih cantik luar dan dalam…”
“Ah, kau ini! Baiklah, bel sudah berbunyi sebentar lagi. Aku duluan ya.. Kita tetap bersahabat bukan?”
“Tentu saja!”
“Ok! Sampai jumpa.. Senang bertemu denganmu..” Ji Eun memeluk Youngmin dan pergi.
Flashback End
*Kembali ke Percakapan via telepon
Ji Eun                     : Begitulah ceritanya…
Minwoo               : Memang benar apa yang dikatakan Youngmin. Kakak terlihat tegar..
Ji Eun                     : ………………………
Minwoo               : Kakak masih disana?
Ji Eun                     : Ne? Ne… Hmm, sebenarnya aku ingin berbicara sesuatu padamu..
Minwoo               : Lanjutkan saja! Aku siap mendengarnya!
Ji Eun                     : Tentang itu.. Tentang ucapanmu saat pagi hari.. Apa…
Minwoo               : Ah! Lupakan! Aku haya bercanda saja, kak.. Hehe
Ji Eun                     : Jinjja? Kau hanya bercanda? Kukira kau benar-benar menyukaiku?
Minwoo               : ………………
Ji Eun                     : Sebenarnya aku tidak tahu apa yang sedang kurasakan saat ini. Saat aku mendengar Youngmin sudah mempunyai kekasih, hatiku terasa biasa saja. Padahal aku sangat sangat menyukainya.. Tapi, saat aku mendengar ucapanmu itu, hatiku serasa terkaget-kaget dan berdebar sangat kencang.
Minwoo               : Ah, mungkin itu hanya perasaan kakak saja.. Kakak juga tahu kan perasaan kakak pada Youngmin?
Ji Eun                     : Ne.. Seperti yang aku ucapkan tadi, rasanya biasa saja.. Ada apa denganku ini?
Minwoo               : ……………………..
Ji Eun                     : Dari saat kita bertemu, aku merasa nyaman sekali denganmu.. Sebenarnya apa arti cinta yang sebenarnya? Aku belum pernah merasakan pacaran. Jadi, aku masing bingung. Apa aku menyukaimu, Minwoo? Ya, sepertinya. Apa kau juga menyukaiku?
Minwoo               : ……………………
Ji Eun                     : Ne! Aku tahu sekarang! Aku menyukaimu, Minwoo.. Saranghaeyo…
Minwoo               : ……………………..
Ji Eun                     : Minwoo-ssi? Kau masih disana? Yeoboseyo? Yeoboseyo? Minwoo-ssi? Apa kau sudah tidur?
Minwoo               : (suara orang tertidur lenyap)
Ji Eun                     : Ah, dia sudah tertidur. Aku yakin dia tidak mendengarnya.. Minwoo, Minwoo.. Ada-ada saja kau ini. Baiklah. Selamat tidur.. Semoga mimpi indah.. Sampai jumpa besok di sekolah.. Suara tidurmu terdengar sampai kesini! Hahaha!! Lucu juga suaramu saat tidur.. Jika aku mengatakannya padamu besok, apa kau akan mengakuinya?? Haha.. Baiklah. Kumatikan telepon sekarang. Jangan lupa ganti pulsaku untuk meneleponmu ya! Saranghae…
(saat akan menutup telepon)
Ji Eun                     : Oh ya, aku lupa. Minwoo-ssi, walaupun kau tidak mendengar semua ucapanku ini, tapi aku harap Tuhan mendengarnya. Gomawo.. Aku hanya bisa mengucapkan itu padamu.. Aku tidak bisa melakukan apapun padamu.. Tak ada hal yang kulakukan membuatmu bahagia.. Mianhae.. Aku hanya merepotkamu.. Sementara kau sangat memperdulikanku.. Aku baru tahu sekarang apa itu cinta.. Hahaha.. Aku kalah denganmu.. Umurku lebih tua darimu, tapi aku masih saja belum tahu apa itu cinta.. Hahaha.. Pasti kau menertawaiku. Ya kan? Ah, aku seperti orang gila saja berbicara sendiri.. Sudah dulu ya.. Bye Mr. Keringat! Hahaha…
                Akhirnya, dengan puas, Ji Eun menutup teleponnya dan tertidur. Di kamarnya, ia terlihat tersenyum puas dan tertidur dengan pulasnya.
Minwoo P.O.V 
Pagi hari, di halte bis Cheonma. aku berangkat sekolah seperti biasanya. Saat ia masuk, tiba-tiba datang seseorang menghampiriku. Ya, seorang wanita. Rasanya aku mengenalinya.
“Minwoo-ssi?”
“Eh?”
“No Min Woo-ssi?” ujarnya lagi.
“Ne?” Kalau tidak salah, ia kan anak kelas 1-5 yang sering dibicarakan..
“No Min Woo-ssi? Benarkah kau Minwoo?” tanyanya lagi. Tak sempat aku membuka mulutku untuk menjawabnya, ia malah mendekat dan ternyata melakukan hal yang tidak sopan!! Di muka umum, ia melakukannya!! Ia mencium bibirku!!
To be continued…
Author P.O.V
                Siapakah wanita itu? Mengapa wanita itu bisa mengenal Minwoo dan melakukan hal seperti itu? Bahkan mereka belum kenal satu sama lainnya.
 
 

| Free Bussines? |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar