#Part 8
Title : Little by Little
Author : Latifa N. K. (Song Hye
Ri)
Cast : Minwoo as No Min Woo
IU as Lee Ji Eun
Youngmin as Jo Youngmin
And other cast
Genre : Love (?)
HAPPY READING…
Tak lama, pelayan datang membawa pesanan.
“Oh ya, Saengil Chukkaehamnida, Kak…” Youngmin memberikan sebuah hadiah.
“Ah, Gomawo…” jawab Ji Eun.
“Ada satu lagi…” sambung Youngmin. Tiba-tiba ucapannya terhenti saat ada telepon dari seseorang yang menelepon Minwoo.
“Ah? Ok.. Baiklah…” itu yang terdengar dari mulutnya.
“Hmm, aku duluan ya.. Ada sesuatu yang harus kukerjakan.. Youngmin,
mian, aku tidak bisa menemanimu.. Jaga mereka berdua.. Ok? Oh ya, aku pamit…
Bye..” Minwoo pergi tanpa meminum satu kalipun dari minuman yang ia pesan. Ada
apa dengannya? Apa ia benar-benar marah? Sebelumnya, Minwoo belum pernah marah
seperti ini.. Apa Ji Eun sudah kelewatan? Tapi, bukankah mereka tidak memiliki
hubungan special? Lalu, mengapa harus marah jika aku membuat janji dengan
Youngmin?
“Ada apa dengannya?” tanya Youngmin sembari meminum cappucinonya. Ji Eun
dan Hyeri hanya menggelengkan kepala.
“Oh ya, Youngmin, katanya kau memiliki hadiah lain untuk Ji Eun?” tanya
Hyeri.
“Oh ya! Hampir saja aku lupa… Sebelumnya, mianhae jika aku bersikap
lancang, kak… Mengenai itu, noona menyukaiku.. Aku juga.. Sekarang aku sudah
tidak memiliki pasangan, jadi apa kesempatan itu masih terbuka untukku, kak?”
ujar Youngmin mendekati Ji Eun/
“Would you be my girlfriend?” Youngmin tiba-tiba mendekati Ji Eun. Ji
Eun terlihat sangat kaget. Ia diam seribu bahasa.
“Ah, Youngmin? Kau benar Youngmin? Mengapa harus kau? Mwo? Seharusnya
aku senang..” batin Ji Eun dalam hati.
“Ji Eun-ssi?” Hyeri membuyarkan lamunan Ji Eun.
“Ah? Hmm, Mianhae.. Aku belum bisa menjawabnya sekarang.. Ehm, aku
duluan ya.. Bye!” Ji Eun segera menarik tasnya dan pergi keluar. Youngmin pun
terlihat kecewa dan duduk kembali dengan lesunya.
“Kau? Kau tak apa-apa?” tanya Hyeri yang melihat wajah Youngmin.
Youngmin hanya melirik Hyeri tanpa menjawab apapun.
********
Ji Eun P.O.V
“Ya Tuhan, apa yang telah aku lakukan? Seharusnya aku menerimanya..
Babo!!!” gumamku. Aku pun berjalan mengikuti arus angin. Akhirnya aku teringat
akan ucapan Minwoo. Kami berjanji untuk pergi meneropong bintang. Tapi, semuanya
batal. Semuanya tidak akan pernah terjadi. Babo! Seharusnya aku kembali ke Café
dan menerima Youngmin. Tapi, apa aku tidak akan terlihat malu?
“Apa yang harus kulakukan?? Ah, Ji Eun! Bersikaplah dewasa!” aku pun
memutuskan untuk pergi ke tempat meneropong bintang. Walaupun Minwoo tidak ada
disana, tapi setidaknya aku ingin melihatnya sendirian..
Sesampai disana,
kulihat seorang pria yang sedang kedinginan duduk di kursi sembari menatap
tempat itu. Wajahnya mirip dengan Minwoo. Apa itu benar-benar Minwoo? Aku
memutuskan untuk berpura-pura melewatinya, dan ternyata benar. Minwoo!
“Ah?! Minwoo-ssi?” sapaku dengan terlihat kaget. Minwoo hanya diam tidak
memberikan ekspresi apapun. Awalnya terlihat kedinginan, sekarang ia menutupi
perasaan dingin itu.
“Kau marah?”
“Untuk apa aku marah?” jawabnya.
“Ah, bukankah kita akan meneropong bintang?”
“Bukankah sudah dibatalkan?”
“Bukankah kita sudah berada disini?”
“Bukankah kau berjanji dengan Youngmin?”
“Bukankah.. Ah, terlalu banyak bukankah! Ayo masuk!” ujarku berusaha
menarik tangan Ji Eun.
“Kau ini wanita seperti apa? Apa ini Lee Ji Eun?” Minwoo membuka mulut.
“Maksudmu?”
“Ternyata Lee Ji Eun adalah wanita yang selalu mempermainkan hati
pria..”
“Mwo?!!! Apa maksudmu?!!!” Minwoo hanya tersenyum licik.
“Minwoo?” ucapku lagi.
“Tolong jangan hadir di pikiranku lagi…” ucap Minwoo. Aku pun kaget.
“Mwo?!! Minwoo-ssi? Apa maksudmu?” Minwoo pun pergi. Apa yang terjadi? Aku
pun memutuskan untuk meneropong bintang sendirian….
Minwoo P.O.V
“Ternyata Lee Ji Eun adalah wanita yang selalu mempermainkan hati
pria..”
“Mwo?!!! Apa maksudmu?!!!”
“Minwoo?”
“Tolong jangan hadir di pikiranku lagi…”
“Mwo?!! Minwoo-ssi? Apa maksudmu?” aku pun pergi. Rasanya ucapan ini
spontan terjadi. Saat akan meninggalkan
tempat itu, aku kembali teringat dengan ucapan Gyu Ri.
“Cintailah Kak Ji Eun… Karena aku
tahu, kau sangat mencintainya… Meski kau coba melupakannya, tapi hatimu tidak
dapat dibohongi.. Sebentar lagi, aku tidak bisa disisimu seperti saat ini.
Jadi, kumohon… Kabulkan permintaan terakhirku ini..”
“Ah, mengapa ketika aku ingin melupakan Ji Eun, Gyu Ri selalu ada
dipikiranku… Seharusnya kau tak membuat permintaan seperti itu, Gyu Ri….”
Ucapku. Aku pun terpaksa kembali menghampiri Ji Eun.
“Ah, sendirian….” Ujar Ji Eun yang sudah membeli tiket. Ia pun
membalikkan badannya dan menemukanku sudah berada di belakangnya.
“Minwoo?”
“Ayo masuk..”
“Tiketnya?”
“Aku sudah membelinya… Kajja!” aku dan Ji Eun pun pergi masuk untuk
meneropong bintang. Kebetulan sekali hanya ada beberapa orang saja yang akan
meneropong, jadi kami bisa merasa puas.
*******
(Café)
“Sebaiknya kita pulang?” ujar seorang namja yang terlihat sudah bosan
diam di café.
“Baiklah.. Ji Eun juga sudah pulang…” jawab Hyeri. Mereka berdua pun
pergi keluar dari café. Youngmin menyalakan motornya.
“Sebaiknya kau pulang bersamaku.. Ini sudah malam.. Takut terjadi hal
yang tidak diinginkan..” saran Youngmin membuka kaca helm-nya.
“Ah, tidak usah.. Rumahku sudah dekat.. Aku bisa naik taxi..” Hyeri
memandang ke arah jalan raya untuk mencari taxi.
“Akan butuh waktu lama untuk menunggu taxi.. “
“Baiklah.. Gomawo..” Hyeri dan Youngmin pun pulang bersama. Malam ulang
tahun Ji Eun yang telah Youngmin siapkan gagal total. Ia hanya bisa mengelus
dada.
********
Suasana sepi dan
hening sangat terasa di tempat meneropong bintang itu. Mungkin hanya ada tiga
pasangan kekasih yang ada disana. Dan juga satu pasangan sahabat (Minwoo dan Ji
Eun).
“Ah, bintangnya terlihat terang…” Minwoo melihat sesuatu dari teropong
bintang.
“Jinjja? Coba kulihat!” Ji Eun menggeser tubuh Minwoo.
“Dimana? Aku tidak melihatnya?” Ji Eun terus saja penasaran.
“Memang tidak ada…” jawab Minwoo menahan tawa.
“Kau ini!” Ji Eun melepaskan teropong bintang itu.
“Sepertinya cuaca sudah mendung.. Percuma juga kita meneropong
bintang..” sesal Ji Eun.
“Bukankah bintangnya ada di depanku?” canda Minwoo.
“Maksudmu, aku? Ah, aku tak suka.. Aku tidak sebaik dan seindah
bintang.. Aku juga tidak ingin menjadi bintang, yang hanya muncul saat malam
hari.. Disaat mendung, bintang tak nampak.. Aku tidak mau disamakan seperti
itu..”
“Ah, jinjja??”
“Hmm… Tentu saja…”
“Aku tahu Youngmin menyatakan cinta padamu tadi. Maka dari itu, aku
pergi…”
“Lalu?”
“Kau menerimanya?”
“Belum..”
“Waeyo??”
“Ah… Mengapa membicarakan tentang ini?”
“Bukankah kau menyukainya?”
“Ayo pulang…” Ji Eun seakan enggan untuk membicarakan hal itu. Ji Eun
pun pergi.
“Jamkkan!!” Minwoo menarik tangan Ji Eun sehingga Ji Eun berada di
hadapannya dan akhirnya, mereka pun berciuman (teeett… dilarang!!)
“Minwoo-ssi??”
THE END
(Haha.. Mian endingnya garing banget… Haha.. Mianhae
ya… Gomawo sudah mau baca cerita perdana saya (selain yang My Tears ini termasuk perdana juga. Haha .. Hehe…)

bikin 1 part lagi dong ? Nanggung bgt nih cumah sampek situ doang? Yah yah? #puppy eyes . Pleaseee ^^
BalasHapusKayaknya suka FF yang gak menggantung ya? Hehe :D
HapusOk deh. Semoga ada inspirasi lain...