Senin, 18 Juni 2012

(FF) Little by Little #Part 8


#Part 8


Title       : Little by Little
Author  : Latifa N. K. (Song Hye Ri)
Cast       : Minwoo                             as                            No Min Woo
                  IU                                         as                            Lee Ji Eun
                  Youngmin                          as                            Jo Youngmin
                  And other cast
Genre   : Love (?)

HAPPY READING…

Tak lama, pelayan datang membawa pesanan.
“Oh ya, Saengil Chukkaehamnida, Kak…” Youngmin memberikan sebuah hadiah.
“Ah, Gomawo…” jawab Ji Eun.

“Ada satu lagi…” sambung Youngmin. Tiba-tiba ucapannya terhenti saat ada telepon dari seseorang yang menelepon Minwoo.
“Ah? Ok.. Baiklah…” itu yang terdengar dari mulutnya.
“Hmm, aku duluan ya.. Ada sesuatu yang harus kukerjakan.. Youngmin, mian, aku tidak bisa menemanimu.. Jaga mereka berdua.. Ok? Oh ya, aku pamit… Bye..” Minwoo pergi tanpa meminum satu kalipun dari minuman yang ia pesan. Ada apa dengannya? Apa ia benar-benar marah? Sebelumnya, Minwoo belum pernah marah seperti ini.. Apa Ji Eun sudah kelewatan? Tapi, bukankah mereka tidak memiliki hubungan special? Lalu, mengapa harus marah jika aku membuat janji dengan Youngmin?
“Ada apa dengannya?” tanya Youngmin sembari meminum cappucinonya. Ji Eun dan Hyeri hanya menggelengkan kepala.
“Oh ya, Youngmin, katanya kau memiliki hadiah lain untuk Ji Eun?” tanya Hyeri.
“Oh ya! Hampir saja aku lupa… Sebelumnya, mianhae jika aku bersikap lancang, kak… Mengenai itu, noona menyukaiku.. Aku juga.. Sekarang aku sudah tidak memiliki pasangan, jadi apa kesempatan itu masih terbuka untukku, kak?” ujar Youngmin mendekati Ji Eun/
“Would you be my girlfriend?” Youngmin tiba-tiba mendekati Ji Eun. Ji Eun terlihat sangat kaget. Ia diam seribu bahasa.
“Ah, Youngmin? Kau benar Youngmin? Mengapa harus kau? Mwo? Seharusnya aku senang..” batin Ji Eun dalam hati.
“Ji Eun-ssi?” Hyeri membuyarkan lamunan Ji Eun.
“Ah? Hmm, Mianhae.. Aku belum bisa menjawabnya sekarang.. Ehm, aku duluan ya.. Bye!” Ji Eun segera menarik tasnya dan pergi keluar. Youngmin pun terlihat kecewa dan duduk kembali dengan lesunya.
“Kau? Kau tak apa-apa?” tanya Hyeri yang melihat wajah Youngmin. Youngmin hanya melirik Hyeri tanpa menjawab apapun.
********
Ji Eun P.O.V
“Ya Tuhan, apa yang telah aku lakukan? Seharusnya aku menerimanya.. Babo!!!” gumamku. Aku pun berjalan mengikuti arus angin. Akhirnya aku teringat akan ucapan Minwoo. Kami berjanji untuk pergi meneropong bintang. Tapi, semuanya batal. Semuanya tidak akan pernah terjadi. Babo! Seharusnya aku kembali ke Café dan menerima Youngmin. Tapi, apa aku tidak akan terlihat malu?
“Apa yang harus kulakukan?? Ah, Ji Eun! Bersikaplah dewasa!” aku pun memutuskan untuk pergi ke tempat meneropong bintang. Walaupun Minwoo tidak ada disana, tapi setidaknya aku ingin melihatnya sendirian..
                Sesampai disana, kulihat seorang pria yang sedang kedinginan duduk di kursi sembari menatap tempat itu. Wajahnya mirip dengan Minwoo. Apa itu benar-benar Minwoo? Aku memutuskan untuk berpura-pura melewatinya, dan ternyata benar. Minwoo!
“Ah?! Minwoo-ssi?” sapaku dengan terlihat kaget. Minwoo hanya diam tidak memberikan ekspresi apapun. Awalnya terlihat kedinginan, sekarang ia menutupi perasaan dingin itu.
“Kau marah?”
“Untuk apa aku marah?” jawabnya.
“Ah, bukankah kita akan meneropong bintang?”
“Bukankah sudah dibatalkan?”
“Bukankah kita sudah berada disini?”
“Bukankah kau berjanji dengan Youngmin?”
“Bukankah.. Ah, terlalu banyak bukankah! Ayo masuk!” ujarku berusaha menarik tangan Ji Eun.
“Kau ini wanita seperti apa? Apa ini Lee Ji Eun?” Minwoo membuka mulut.
“Maksudmu?”
“Ternyata Lee Ji Eun adalah wanita yang selalu mempermainkan hati pria..”
“Mwo?!!! Apa maksudmu?!!!” Minwoo hanya tersenyum licik.
“Minwoo?” ucapku lagi.
“Tolong jangan hadir di pikiranku lagi…” ucap Minwoo. Aku pun kaget.
“Mwo?!! Minwoo-ssi? Apa maksudmu?” Minwoo pun pergi. Apa yang terjadi? Aku pun memutuskan untuk meneropong bintang sendirian….
Minwoo P.O.V
“Ternyata Lee Ji Eun adalah wanita yang selalu mempermainkan hati pria..”
“Mwo?!!! Apa maksudmu?!!!”
“Minwoo?”
“Tolong jangan hadir di pikiranku lagi…”
“Mwo?!! Minwoo-ssi? Apa maksudmu?” aku pun pergi. Rasanya ucapan ini spontan  terjadi. Saat akan meninggalkan tempat itu, aku kembali teringat dengan ucapan Gyu Ri.
“Cintailah Kak Ji Eun… Karena aku tahu, kau sangat mencintainya… Meski kau coba melupakannya, tapi hatimu tidak dapat dibohongi.. Sebentar lagi, aku tidak bisa disisimu seperti saat ini. Jadi, kumohon… Kabulkan permintaan terakhirku ini..”
“Ah, mengapa ketika aku ingin melupakan Ji Eun, Gyu Ri selalu ada dipikiranku… Seharusnya kau tak membuat permintaan seperti itu, Gyu Ri….” Ucapku. Aku pun terpaksa kembali menghampiri Ji Eun.
“Ah, sendirian….” Ujar Ji Eun yang sudah membeli tiket. Ia pun membalikkan badannya dan menemukanku sudah berada di belakangnya.
“Minwoo?”
“Ayo masuk..”
“Tiketnya?”
“Aku sudah membelinya… Kajja!” aku dan Ji Eun pun pergi masuk untuk meneropong bintang. Kebetulan sekali hanya ada beberapa orang saja yang akan meneropong, jadi kami bisa merasa puas.
*******
(Café)
“Sebaiknya kita pulang?” ujar seorang namja yang terlihat sudah bosan diam di café.
“Baiklah.. Ji Eun juga sudah pulang…” jawab Hyeri. Mereka berdua pun pergi keluar dari café. Youngmin menyalakan motornya.
“Sebaiknya kau pulang bersamaku.. Ini sudah malam.. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan..” saran Youngmin membuka kaca helm-nya.
“Ah, tidak usah.. Rumahku sudah dekat.. Aku bisa naik taxi..” Hyeri memandang ke arah jalan raya untuk mencari taxi.
“Akan butuh waktu lama untuk menunggu taxi.. “
“Baiklah.. Gomawo..” Hyeri dan Youngmin pun pulang bersama. Malam ulang tahun Ji Eun yang telah Youngmin siapkan gagal total. Ia hanya bisa mengelus dada.
********
                Suasana sepi dan hening sangat terasa di tempat meneropong bintang itu. Mungkin hanya ada tiga pasangan kekasih yang ada disana. Dan juga satu pasangan sahabat (Minwoo dan Ji Eun).
“Ah, bintangnya terlihat terang…” Minwoo melihat sesuatu dari teropong bintang.
“Jinjja? Coba kulihat!” Ji Eun menggeser tubuh Minwoo.
“Dimana? Aku tidak melihatnya?” Ji Eun terus saja penasaran.
“Memang tidak ada…” jawab Minwoo menahan tawa.
“Kau ini!” Ji Eun melepaskan teropong bintang itu.
“Sepertinya cuaca sudah mendung.. Percuma juga kita meneropong bintang..” sesal Ji Eun.
“Bukankah bintangnya ada di depanku?” canda Minwoo.
“Maksudmu, aku? Ah, aku tak suka.. Aku tidak sebaik dan seindah bintang.. Aku juga tidak ingin menjadi bintang, yang hanya muncul saat malam hari.. Disaat mendung, bintang tak nampak.. Aku tidak mau disamakan seperti itu..”
“Ah, jinjja??”
“Hmm… Tentu saja…”
“Aku tahu Youngmin menyatakan cinta padamu tadi. Maka dari itu, aku pergi…”
“Lalu?”
“Kau menerimanya?”
“Belum..”
“Waeyo??”
“Ah… Mengapa membicarakan tentang ini?”
“Bukankah kau menyukainya?”
“Ayo pulang…” Ji Eun seakan enggan untuk membicarakan hal itu. Ji Eun pun pergi.
“Jamkkan!!” Minwoo menarik tangan Ji Eun sehingga Ji Eun berada di hadapannya dan akhirnya, mereka pun berciuman (teeett… dilarang!!)
“Minwoo-ssi??”
THE END

(Haha.. Mian endingnya garing banget… Haha.. Mianhae ya… Gomawo sudah mau baca cerita perdana saya (selain yang My Tears ini termasuk perdana juga. Haha .. Hehe…)

| Free Bussines? |

2 komentar:

  1. bikin 1 part lagi dong ? Nanggung bgt nih cumah sampek situ doang? Yah yah? #puppy eyes . Pleaseee ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya suka FF yang gak menggantung ya? Hehe :D
      Ok deh. Semoga ada inspirasi lain...

      Hapus