Senin, 23 April 2012

(FF) My Tears #Part 2


#Part 2


Cast       : IU                         as                            Lee Ji Eun (Ji Eun) Me
                 Youngmin          as                            Jo Youngmin (Youngmin)
                 Minwoo             as                            No Min Woo (Minwoo)
And the other
Genre   : Friendship, life, romance.

                Pagi harinya, aku sudah siap untuk pergi ke sekolah, setelah itu mencari pekerjaan part-time. Saat kubuka pintu, pria si nomor 11 itu juga keluar. Dan akhirnya kami pergi ke depan gerbang rumah bersama.
“Kurasa kita sudah sampai,” ujarnya setelah sampai di depan gerbang rumah.
“Ekhmmm?? Kalian pacaran ya??” tiba-tiba si pemilik rumah datang.
“Ah, Ahjussi… Tidak.. Kami berteman..”
“Teman?” tanyaku. Minwoo pun mengangguk. Mengapa semua orang berbicara teman? Apa itu teman?
“Aku duluan..” aku pun segera pergi dari rumah itu dengan terburu-buru.
“Hai, kau membuatnya sakit.. Dia menyukaimu. Mengapa kau menganggapnya hanya sebagai teman?” sambung Ahjussi.
“Bukankah kita teman? Menyukaiku? Ah, tidak mungkin… Ahjussi, aku pergi dulu ya…”
………………….
                Begitu aku ke sekolah, para siswi anggota grupku menunggu di gerbang sekolah.
“Lama sekali,” mereka mengepungku sambil tersenyum dan membawaku ke halaman belakang.
“Mana uangnya?” begitu kugelengkan kepala, kerahku digenggam.
“Jadi kau tak mencurinya?!!! Dasar pengecut!!” mereka memukul wajahku tanpa ragu.
“Mati saja kau! Itu demi dunia!!” aku menggeleng dalam hati terhadap mereka yang membentak sambil tersenyum dalam kondisi dipukuli. Aku takkan mati.. Tidak akan! Aku takkan kalah oleh hal semacam ini! Sekujur tubuhku dipukuli sampai memerah dan membengkak.
“Kau senang karena kami mau berteman denganmu, bukan?”
“Berterimakasihlah pada kami yang mau jadi temanmu!!” mereka berkata begitu lalu pergi. Aku berdiri perlahan-lahan. Tubuhku penuh memar. Kakiku terasa sakit tiap berjalan. Jika ada yang lebih buruk daripada ini, mungkin aku bernar-benar akan terbunuh.
“Aaaaah…” kupegang luka yang ada di bibir dan hidung. Rasanya sakit sekali. Setelah dipukuli dengan kekuatan mereka semua secara bergantian, aku tidak bisa mengelak.
“Kau kenapa?” Tanya Youngmin. Tiba-tiba saja dia muncul di halaman belakang sekolah. Kuberikan tatapan sinis padanya.
“Kau? Kenapa kau baru saja datang sekarang huh?!! Jika kau datang sejak tadi kau bisa menolongku!!”
“Kau kenapa?”
“Kenapa?! Kenapa semua orang selalu datang terlambat untuk menolongku?!!!”
“Hidungmu…”
“Aku tahu!! Aku sudah terbiasa dengan semua ini!! Kau tidak perlu memberitahuku! Terimakasih!!” aku pun segera mencoba beranjak pergi dari halaman belakang sekolah.
“Tunggu! Setidaknya aku menolongmu! Jika tidak, siapa yang akan menolongmu?!” hentakkan kakiku pun terdiam sejenak.
“Aku tahu! Tidak akan ada orang yang akan menolongku… Maka dari itu, aku berterimakasih padamu karena telah mengasihaniku..”
“Biarlah apa yang akan kau nilai dari diriku. Tapi, kurasa aku tidak seperti itu…” tiba-tiba Youngmin merangkulku dari belakang. Seketika tubuhku mulai lemas dan pandanganku mulai kabur. Akhirnya, dunia ini terasa gelap.
…………………..
Suzy P.O.V
                Setelah semua teman grupku memukuli Ji Eun, rasanya aku tak ingin melihatnya. Tapi, semua ini kupaksakan. Tak lama, kulihat Youngmin yang mengunjungi Ji Eun di halaman belakang sekolah. Seketika saja hatiku mulai merasakan cemburu yang sangat dahsyat. Aku tidak pernah melihat sosok Youngmin yang sangat peduli pada seorang wanita. Apa ia menyukai Ji Eun? Apa hal yang istimewa dari Ji Eun? Apa karena ia selalu ditindas? Apa aku harus ditindas dahulu agar Youngmin menyukaiku?
“Aaaa!!” teriakku. Semua teman grupku mendengarnya.
“Ada apa, Suzy??” tanya Yuri. Mereka pun melihat ke arah tatapanku.
“Youngmin?”
“Siapa itu?”
“Dia pasti sengaja..” tiba-tiba saja Tiffany angkat bicara.
“Maksudmu?”
“Wanita itu Ji Eun, bukan? Dia pasti sengaja melakukannya agar Youngmin menyukainya.. Lihat saja, dia pura-pura tidak sadarkan diri kan? Sepertinya dia tadi baik-baik saja..”
“Kau benar! Ia pikir Youngmin memiliki type wanita sepertinya? Hanya menambah bakteri saja!”
“Suzy, kau tidak harus diam saja. Kau tidak boleh kalah dengannya. Lihat saja nanti..” ujar Yuri. Kali ini, aku mulai terpengaruh grupku. Kali ini juga aku membenci Ji Eun. Dulu, sebenarnya aku tidak suka mereka semua menindas Ji Eun. Tapi kali ini, aku harus bersikap tegas!
Suzy P.O.V end
…………………
Youngmin P.O.V
“Ji Eun? Dimana dia?” baru saja ia kutinggalkan di ruang UKS dan sekarang ia sudah menghilang. Wanita yang sangat aneh dan misterius.
“Youngmin? Temanmu sudah keluar..” ujar Seongsaengnim datang. Dia adalah Guru kesehatan di sekolah ini. Dia adalah teman ayahku, jadi aku sudah kenal dengannya.
“Kemana dia? Ah, dia tidak berterimakasih padaku..” gumamku.
“Ia bilang terimakasih. Dan ini surat darinya..” aku pun menerimanya.
“Apa Seongsaengnim telah mengobati lukanya?”
“Tentu saja.. Sepertinya ia terlalu lelah dan ditambah dengan luka itu, jadi ia bisa tak sadarkan diri. Hmm, itu pacarmu ya? Kurasa dia pacarmu? Ah… Ayahmu harus tahu ini..” goda Kim Seongsaengnim.
“Bukan, Paman.. Dia temanku.. Tapi ia tak menganggapku sebagai teman..”
“Maksudnya?”
“Entahlah, Paman.. Penuh misteri.. Ah, kenapa jadi membicarakan hal ini? Terimakasih ya, Seongsaengnim..” Kim Seongsaengnim pun menganggukkan kepalanya. Terkadang aku selalu memanggilnya Paman..
“Tunggu, Youngmin!”
“Ne?”
“Jangan membuat wanita itu pergi.. Sepertinya ia sangat membutuhkanmu.. Ingatlah. Walaupun ia tidak menganggapmu sebagai teman, bisa saja suatu saat kau akan menjadi orang special di hatinya. Bukankah Ayahmu ingin kau menjadi orang yang berguna bagi semua orang? Wujudkan mimpi Ayahmu dengan menjaganya…”
“Ya, Paman.. Kurasa begitu.. Ah! Paman hebat sekali! Pasti saat berpacaran dengan Bibi dulu, Paman seperti itu kan? Ah, sudah kutebak! Aku akan menanyakannya pada Bibi!!” aku pun segera berlari sebelum Kim Seongsaengnim memarahiku. Haha..
                Di tengah perjalanan ke kelas, aku tak melihat Ji Eun. Mungkin ia sudah masuk ke dalam kelasnya. Akhirnya, saat kelas sepi, aku pun membuka surat kecil dari Ji Eun. Surat itu berisi:

Terimakasih atas semuanya… :)
                                                                                                                ~Ji Eun~

“Hah? Hanya itu?? Kukira kau menulisnya dengan panjang..” aku pun tertawa melihat bagian surat yang singkat dan jelas. Ah, anehnya wanita ini..
Youngmin P.O.V end
……………….
Suzy P.O.V end
“Hei, ada yang lihat baju olahragaku??” aku mendengar Ji Eun bersuara kecil sebelum pelajaran olahraga.
“Eh, apa? Aku tidak mengerti kalau kau bicara pakai bahasa asing!” para siswi berkata begitu sambil tertawa.
“Anu.. baju olahraga..”
“Apaan, sih?”
“Bicara pakai bahasa Korea dong!” Semua tertawa terkekeh-kekeh. Aku ingin berteriak hentikan!! Namun tak bisa. Jika itu dilakukan, berikutnya aku yang akan dijadikan sasaran penindasan lagi. Semua akan mengabaikan dan mengasariku. Lenganku yang dulu terluka saat aku didorong dari tangga sudah sembuh namun terasa sakit berdenyut-denyut. Setiap hari aku merasa ketakutan. Akhirnya..Aku berhasil masuk grup teman-teman sekelasku. Aku tak ingin kembali ke masa itu.. Masa dimana sekolahku yang dulu..
“Ahhh…”
                Baju olahraganya ditemukannya dicelupkan bersama kain pel dalam ember berisi air yang dimasukkan ke dalam alat pembersih. Suara tawa semua mencapai klimaksnya dan semua meninggalkan kelas untuk pergi ke ruang ganti, termasuk aku. Saat aku ingin menolongnya, aku teringat dengan kejadian tadi pagi dimana Youngmin menolong Ji Eun. Aku pun mengurungkan niatku untuk menolongnya dan pergi meninggalkannya sendirian di kelas. Entah apa yang akan ia lakukan dengan baju olahraganya yang basah itu. Apalagi Guru Olahraga kami sangat pemarah, jadi jika ada murid yang tidak mengikuti aturannya, bisa-bisa ia dimarahi. Tapi, aku tak ingin tahu semuanya. Lebih baik aku pergi.
Suzy P.O.V end
               
                Hampir saja kuteteskan airmataku ini saat kulihat baju olahragaku dicelupkan bersama kain pel dalam ember berisi air yang dimasukkan ke dalam alat pembersih. Apa yang harus kulakukan dengan baju olahraga ini? Seongsaengnim pasti marah ketika melihatku tidak memakai baju olahraga. Ya Tuhan.. Apa yang harus kulakukan?? Aku hanya bisa menatap dan mencoba memeras baju olahragaku itu. Agar kering, kucoba untuk membawanya keluar agar terkena sinar matahari. Walau tidak akan kering waktu itu juga, kurasa tidak akan terlalu basah.
                Lagi-lagi di halaman belakang sekolah aku berpapasan dengan Youngmin. Apa ini tempatnya sehingga ia selalu muncul disini?
“Ji Eun-ssi? Kau sedang apa?” ujarnya mencoba menyapaku. Aku berusaha untuk pergi dari tempat itu agar tidak bertemu dengannya.
“Kyaa! Kau kenapa? Apa kau tidak mau berterimakasih karena kejadian tadi?”
“Bukankah aku telah berterimakasih kepadamu??”
“Berterimakasihlah dengan ikhlas..”
“Aku ikhlas.. Lalu, apa lagi?”
“Baiklah… Hmm, baju olahragamu, kenapa? Basah?” tanyanya mulai mendekatiku. Baiklah, untuk kali ini aku menjawabnya. Semoga saja ia bisa menolongku.
“Sudah tahu, kenapa bertanya? Jangan melihatku seperti itu! Lakukanlah sesuatu!!”
“Apa? Memangnya aku siapanya dia? Ah, aneh sekali gadis ini..” batin Youngmin dalam hati.
“Apa yang harus kulakukan?”
“Pikirkanlah sesuatu yang bisa menolongku dari masalah ini!!”
“Apa yang harus kupikirkan jika kau tidak menceritakan permasalahannya???!!!!” aku pun tersontak kaget ketika melihatnya marah padaku. Aku kira ia tidak bisa marah seperti itu.
“Kau? Kenapa?” tanyaku dengan sedikit ketakutan.
“Ah, mianhae.. Ceritakanlah dahulu apa yang menjadi permasalahanmu..”
“Baiklah. Tadi baju olahragaku…” ucapanku terpotong. Aku berpikir terlebih dahulu. Aku harus membuat alasan lain agar Youngmin tak mengira aku ditindas lagi.
“Tadi baju olahragaku terjatuh pada ember berisi air yang kotor. Jadi, aku takut Seongsaengnim memarahiku..”
“Pasti ini ulah teman-temanmu itu kan?”
“Bukan! Ini semua ulahku! Kau jangan berpikiran negative dulu!” maaf, aku membohongimu..
“Itu salahmu sendiri. Kenapa menyimpannya dengan ceroboh?”
“Arggghh!! Aku meminta pertolonganmu, bukan meminta komentar darimu!! Bagaimana?”
“Baiklah. Kebetulan kau bisa meminjam baju olahraga milikku. Tapi, besok kau harus mengembalikannya padaku karena besok aku akan berolahraga..”
“Ok…” Youngmin pun segera pergi untuk membawa baju olahraga miliknya. Kebetulan, baju olahraga putra dan putri sama. Jadi, tidak ada masalah.
“Ji Eun!!!” tiba-tiba saja Yuri dan Tiffany datang. Sepertinya mereka melihatku dengan Youngmin. Oh, tidak! Suzy, maafkan aku.. Lagipula ini bukan hubungan apapun..
“Ne?”
“Kau tadi bersama Youngmin?”
“Ne.. Tapi kami tidak membicarakan apapun.. Sungguh…”
“Jika Suzy melihatnya apa yang akan terjadi nanti?!!! Kau pasti menjadikan alasan semua ini untuk mendekatinya! Ya kan?!”
“Mianhae.. Sungguh. Aku tak melakukan apapun padanya..” tak lama, Youngmin datang membawa baju olahraganya.
“Ji Eun?? Ini... Hah, hah, hah..” Youngmin datang dengan napas terengah-engah karena berlari.
“Youngmin…” aku pun memberikan tanda padanya dengan gelengan kepala.
“Apa?” Youngmin malah bingung melihatku bersama Yuri dan Tiffany.
“Ini… Kurasa bel sudah masuk. Aku pergi dulu.. Jangan lupa ya…” setelah Youngmin pergi, Yuri dan Tiffany membawaku meninggalkan halaman belakang.
“Kau? Apa yang akan kau lakukan dengannya?” tanya Tiffany.
“Tidak.. Maksudmu?”
“Tadi dia bilang jangan lupa ya… Apa maksud semua itu?”
“Oh.. Besok dia akan memakai baju olahraga ini dan aku harus memberikannya padanya besok..”
“Oh? Begitu? Baiklah.. Sekalian dicuci ya..” Yuri mengambil baju olahraga Youngmin dan memasukkannya ke dalam ember kotor tadi yang disatukan dengan baju olahragaku.
“Yuri!!! Andwae!! Itu bukan milikku!!!”
“Lalu? Masalah untukmu?!! Hahahaha!!” setelah itu, mereka tertawa lepas dan pergi meninggalkan ruang ganti.
“Ya Tuhan.. Ini bukan milikku.. Bagaimana ini?” segera kuperas baju ini dan memasukkannya ke dalam kantong plastic, disatukan dengan bajuku. Setelah ini, aku pasti akan mendapatkan sanksi dari Seongsaengnim karena tidak memakai baju olahraga. Tak apa.. Setidaknya baju milik Youngmin ini tidak akan rusak..
……………………….
#TBC

| Free Bussines? |

2 komentar:

  1. hmm..makin seru nih. oh iya cingu kalo boleh kasi saran,mending FF-mu di kirim aja ke wordpress pengelola FF aja. misal 'FFindo' gitu? kan disana banyak readernya . jadi biar semakin banyak yg ng-respon FF-mu. hehhehe ^^
    #justsaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih banyak ya, udah mau baca FF ku ini. Hehe. Makasih juga sarannya. Tapi, ini baru pengalaman pertamaku buat FF. Aku takut gak ada respon. Hehe..

      Hapus