#Part 2
Cast : IU as Lee Ji Eun (Ji Eun) Me
Youngmin as Jo Youngmin (Youngmin)
Minwoo as No Min Woo (Minwoo)
And the other
Genre : Friendship, life, romance.
Pagi harinya,
aku sudah siap untuk pergi ke sekolah, setelah itu mencari pekerjaan part-time.
Saat kubuka pintu, pria si nomor 11 itu juga keluar. Dan akhirnya kami pergi ke
depan gerbang rumah bersama.
“Kurasa kita sudah sampai,” ujarnya setelah sampai di depan
gerbang rumah.
“Ekhmmm?? Kalian pacaran ya??” tiba-tiba si pemilik rumah datang.
“Ah, Ahjussi… Tidak.. Kami berteman..”
“Teman?” tanyaku. Minwoo pun mengangguk. Mengapa semua orang
berbicara teman? Apa itu teman?
“Aku duluan..” aku pun segera pergi dari rumah itu dengan
terburu-buru.
“Hai, kau membuatnya sakit.. Dia menyukaimu. Mengapa kau
menganggapnya hanya sebagai teman?” sambung Ahjussi.
“Bukankah kita teman? Menyukaiku? Ah, tidak mungkin… Ahjussi, aku
pergi dulu ya…”
………………….
Begitu
aku ke sekolah, para siswi anggota grupku menunggu di gerbang sekolah.
“Lama sekali,” mereka mengepungku
sambil tersenyum dan membawaku ke halaman belakang.
“Mana uangnya?” begitu kugelengkan
kepala, kerahku digenggam.
“Jadi kau tak mencurinya?!!! Dasar
pengecut!!” mereka memukul wajahku tanpa ragu.
“Mati saja kau! Itu demi dunia!!” aku
menggeleng dalam hati terhadap mereka yang membentak sambil tersenyum dalam
kondisi dipukuli. Aku takkan mati.. Tidak akan! Aku takkan kalah oleh hal semacam
ini! Sekujur tubuhku dipukuli sampai memerah dan membengkak.
“Kau senang karena kami mau berteman
denganmu, bukan?”
“Berterimakasihlah pada kami yang mau
jadi temanmu!!” mereka berkata begitu lalu pergi. Aku berdiri perlahan-lahan.
Tubuhku penuh memar. Kakiku terasa sakit tiap berjalan. Jika ada yang lebih
buruk daripada ini, mungkin aku bernar-benar akan terbunuh.
“Aaaaah…” kupegang luka yang ada di
bibir dan hidung. Rasanya sakit sekali. Setelah dipukuli dengan kekuatan mereka
semua secara bergantian, aku tidak bisa mengelak.
“Kau kenapa?” Tanya Youngmin.
Tiba-tiba saja dia muncul di halaman belakang sekolah. Kuberikan tatapan sinis
padanya.
“Kau? Kenapa kau baru saja datang
sekarang huh?!! Jika kau datang sejak tadi kau bisa menolongku!!”
“Kau kenapa?”
“Kenapa?! Kenapa semua orang selalu
datang terlambat untuk menolongku?!!!”
“Hidungmu…”
“Aku tahu!! Aku sudah terbiasa dengan
semua ini!! Kau tidak perlu memberitahuku! Terimakasih!!” aku pun segera
mencoba beranjak pergi dari halaman belakang sekolah.
“Tunggu! Setidaknya aku menolongmu!
Jika tidak, siapa yang akan menolongmu?!” hentakkan kakiku pun terdiam sejenak.
“Aku tahu! Tidak akan ada orang yang
akan menolongku… Maka dari itu, aku berterimakasih padamu karena telah
mengasihaniku..”
“Biarlah apa yang akan kau nilai dari
diriku. Tapi, kurasa aku tidak seperti itu…” tiba-tiba Youngmin merangkulku
dari belakang. Seketika tubuhku mulai lemas dan pandanganku mulai kabur.
Akhirnya, dunia ini terasa gelap.
…………………..
Suzy
P.O.V
Setelah
semua teman grupku memukuli Ji Eun, rasanya aku tak ingin melihatnya. Tapi,
semua ini kupaksakan. Tak lama, kulihat Youngmin yang mengunjungi Ji Eun di halaman
belakang sekolah. Seketika saja hatiku mulai merasakan cemburu yang sangat
dahsyat. Aku tidak pernah melihat sosok Youngmin yang sangat peduli pada
seorang wanita. Apa ia menyukai Ji Eun? Apa hal yang istimewa dari Ji Eun? Apa
karena ia selalu ditindas? Apa aku harus ditindas dahulu agar Youngmin
menyukaiku?
“Ada apa, Suzy??” tanya Yuri. Mereka
pun melihat ke arah tatapanku.
“Youngmin?”
“Siapa itu?”
“Dia pasti sengaja..” tiba-tiba saja
Tiffany angkat bicara.
“Maksudmu?”
“Wanita itu Ji Eun, bukan? Dia pasti
sengaja melakukannya agar Youngmin menyukainya.. Lihat saja, dia pura-pura
tidak sadarkan diri kan? Sepertinya dia tadi baik-baik saja..”
“Kau benar! Ia pikir Youngmin memiliki
type wanita sepertinya? Hanya menambah bakteri saja!”
“Suzy, kau tidak harus diam saja. Kau
tidak boleh kalah dengannya. Lihat saja nanti..” ujar Yuri. Kali ini, aku mulai
terpengaruh grupku. Kali ini juga aku membenci Ji Eun. Dulu, sebenarnya aku
tidak suka mereka semua menindas Ji Eun. Tapi kali ini, aku harus bersikap
tegas!
Suzy
P.O.V end
…………………
Youngmin
P.O.V
“Ji Eun? Dimana dia?” baru saja ia kutinggalkan di ruang UKS dan
sekarang ia sudah menghilang. Wanita yang sangat aneh dan misterius.
“Youngmin? Temanmu sudah keluar..” ujar Seongsaengnim datang. Dia
adalah Guru kesehatan di sekolah ini. Dia adalah teman ayahku, jadi aku sudah
kenal dengannya.
“Kemana dia? Ah, dia tidak berterimakasih padaku..” gumamku.
“Ia bilang terimakasih. Dan ini surat darinya..” aku pun
menerimanya.
“Apa Seongsaengnim telah mengobati lukanya?”
“Tentu saja.. Sepertinya ia terlalu lelah dan ditambah dengan luka
itu, jadi ia bisa tak sadarkan diri. Hmm, itu pacarmu ya? Kurasa dia pacarmu?
Ah… Ayahmu harus tahu ini..” goda Kim Seongsaengnim.
“Bukan, Paman.. Dia temanku.. Tapi ia tak menganggapku sebagai
teman..”
“Maksudnya?”
“Entahlah, Paman.. Penuh misteri.. Ah, kenapa jadi membicarakan
hal ini? Terimakasih ya, Seongsaengnim..” Kim Seongsaengnim pun menganggukkan
kepalanya. Terkadang aku selalu memanggilnya Paman..
“Tunggu, Youngmin!”
“Ne?”
“Jangan membuat wanita itu pergi.. Sepertinya ia sangat
membutuhkanmu.. Ingatlah. Walaupun ia tidak menganggapmu sebagai teman, bisa
saja suatu saat kau akan menjadi orang special di hatinya. Bukankah Ayahmu
ingin kau menjadi orang yang berguna bagi semua orang? Wujudkan mimpi Ayahmu
dengan menjaganya…”
“Ya, Paman.. Kurasa begitu.. Ah! Paman hebat sekali! Pasti saat
berpacaran dengan Bibi dulu, Paman seperti itu kan? Ah, sudah kutebak! Aku akan
menanyakannya pada Bibi!!” aku pun segera berlari sebelum Kim Seongsaengnim
memarahiku. Haha..
Di tengah
perjalanan ke kelas, aku tak melihat Ji Eun. Mungkin ia sudah masuk ke dalam
kelasnya. Akhirnya, saat kelas sepi, aku pun membuka surat kecil dari Ji Eun.
Surat itu berisi:
Terimakasih
atas semuanya… :)
~Ji
Eun~
“Hah? Hanya itu?? Kukira kau menulisnya dengan panjang..” aku pun
tertawa melihat bagian surat yang singkat dan jelas. Ah, anehnya wanita ini..
Youngmin
P.O.V end
……………….
Suzy P.O.V
end
“Hei, ada yang lihat baju
olahragaku??” aku mendengar Ji Eun bersuara kecil sebelum pelajaran olahraga.
“Eh, apa? Aku tidak mengerti
kalau kau bicara pakai bahasa asing!” para siswi berkata begitu sambil tertawa.
“Anu.. baju olahraga..”
“Apaan, sih?”
“Bicara pakai bahasa Korea dong!”
Semua tertawa terkekeh-kekeh. Aku ingin berteriak hentikan!! Namun tak bisa. Jika
itu dilakukan, berikutnya aku yang akan dijadikan sasaran penindasan lagi. Semua
akan mengabaikan dan mengasariku. Lenganku yang dulu terluka saat aku didorong
dari tangga sudah sembuh namun terasa sakit berdenyut-denyut. Setiap hari aku
merasa ketakutan. Akhirnya..Aku berhasil masuk grup teman-teman sekelasku. Aku
tak ingin kembali ke masa itu.. Masa dimana sekolahku yang dulu..
“Ahhh…”
Baju
olahraganya ditemukannya dicelupkan bersama kain pel dalam ember berisi air
yang dimasukkan ke dalam alat pembersih. Suara tawa semua mencapai klimaksnya
dan semua meninggalkan kelas untuk pergi ke ruang ganti, termasuk aku. Saat aku
ingin menolongnya, aku teringat dengan kejadian tadi pagi dimana Youngmin
menolong Ji Eun. Aku pun mengurungkan niatku untuk menolongnya dan pergi
meninggalkannya sendirian di kelas. Entah apa yang akan ia lakukan dengan baju
olahraganya yang basah itu. Apalagi Guru Olahraga kami sangat pemarah, jadi
jika ada murid yang tidak mengikuti aturannya, bisa-bisa ia dimarahi. Tapi, aku
tak ingin tahu semuanya. Lebih baik aku pergi.
Suzy P.O.V end
Hampir
saja kuteteskan airmataku ini saat kulihat baju olahragaku dicelupkan bersama
kain pel dalam ember berisi air yang dimasukkan ke dalam alat pembersih. Apa
yang harus kulakukan dengan baju olahraga ini? Seongsaengnim pasti marah ketika
melihatku tidak memakai baju olahraga. Ya Tuhan.. Apa yang harus kulakukan??
Aku hanya bisa menatap dan mencoba memeras baju olahragaku itu. Agar kering,
kucoba untuk membawanya keluar agar terkena sinar matahari. Walau tidak akan
kering waktu itu juga, kurasa tidak akan terlalu basah.
Lagi-lagi
di halaman belakang sekolah aku berpapasan dengan Youngmin. Apa ini tempatnya
sehingga ia selalu muncul disini?
“Ji Eun-ssi? Kau sedang apa?”
ujarnya mencoba menyapaku. Aku berusaha untuk pergi dari tempat itu agar tidak
bertemu dengannya.
“Kyaa! Kau kenapa? Apa kau tidak
mau berterimakasih karena kejadian tadi?”
“Bukankah aku telah
berterimakasih kepadamu??”
“Berterimakasihlah dengan
ikhlas..”
“Aku ikhlas.. Lalu, apa lagi?”
“Baiklah… Hmm, baju olahragamu,
kenapa? Basah?” tanyanya mulai mendekatiku. Baiklah, untuk kali ini aku
menjawabnya. Semoga saja ia bisa menolongku.
“Sudah tahu, kenapa bertanya?
Jangan melihatku seperti itu! Lakukanlah sesuatu!!”
“Apa? Memangnya aku siapanya dia? Ah, aneh sekali gadis ini..” batin
Youngmin dalam hati.
“Apa yang harus kulakukan?”
“Pikirkanlah sesuatu yang bisa
menolongku dari masalah ini!!”
“Apa yang harus kupikirkan jika
kau tidak menceritakan permasalahannya???!!!!” aku pun tersontak kaget ketika
melihatnya marah padaku. Aku kira ia tidak bisa marah seperti itu.
“Kau? Kenapa?” tanyaku dengan
sedikit ketakutan.
“Ah, mianhae.. Ceritakanlah
dahulu apa yang menjadi permasalahanmu..”
“Baiklah. Tadi baju olahragaku…”
ucapanku terpotong. Aku berpikir terlebih dahulu. Aku harus membuat alasan lain
agar Youngmin tak mengira aku ditindas lagi.
“Tadi baju olahragaku terjatuh
pada ember berisi air yang kotor. Jadi, aku takut Seongsaengnim memarahiku..”
“Pasti ini ulah teman-temanmu itu
kan?”
“Bukan! Ini semua ulahku! Kau
jangan berpikiran negative dulu!” maaf, aku membohongimu..
“Itu salahmu sendiri. Kenapa
menyimpannya dengan ceroboh?”
“Arggghh!! Aku meminta
pertolonganmu, bukan meminta komentar darimu!! Bagaimana?”
“Baiklah. Kebetulan kau bisa
meminjam baju olahraga milikku. Tapi, besok kau harus mengembalikannya padaku
karena besok aku akan berolahraga..”
“Ok…” Youngmin pun segera pergi
untuk membawa baju olahraga miliknya. Kebetulan, baju olahraga putra dan putri
sama. Jadi, tidak ada masalah.
“Ji Eun!!!” tiba-tiba saja Yuri
dan Tiffany datang. Sepertinya mereka melihatku dengan Youngmin. Oh, tidak!
Suzy, maafkan aku.. Lagipula ini bukan hubungan apapun..
“Ne?”
“Kau tadi bersama Youngmin?”
“Ne.. Tapi kami tidak
membicarakan apapun.. Sungguh…”
“Jika Suzy melihatnya apa yang
akan terjadi nanti?!!! Kau pasti menjadikan alasan semua ini untuk
mendekatinya! Ya kan?!”
“Mianhae.. Sungguh. Aku tak
melakukan apapun padanya..” tak lama, Youngmin datang membawa baju olahraganya.
“Ji Eun?? Ini... Hah, hah, hah..”
Youngmin datang dengan napas terengah-engah karena berlari.
“Youngmin…” aku pun memberikan
tanda padanya dengan gelengan kepala.
“Apa?” Youngmin malah bingung
melihatku bersama Yuri dan Tiffany.
“Ini… Kurasa bel sudah masuk. Aku
pergi dulu.. Jangan lupa ya…” setelah Youngmin pergi, Yuri dan Tiffany
membawaku meninggalkan halaman belakang.
“Kau? Apa yang akan kau lakukan
dengannya?” tanya Tiffany.
“Tidak.. Maksudmu?”
“Tadi dia bilang jangan lupa ya… Apa maksud semua itu?”
“Oh.. Besok dia akan memakai baju
olahraga ini dan aku harus memberikannya padanya besok..”
“Oh? Begitu? Baiklah.. Sekalian
dicuci ya..” Yuri mengambil baju olahraga Youngmin dan memasukkannya ke dalam
ember kotor tadi yang disatukan dengan baju olahragaku.
“Yuri!!! Andwae!! Itu bukan
milikku!!!”
“Lalu? Masalah untukmu?!!
Hahahaha!!” setelah itu, mereka tertawa lepas dan pergi meninggalkan ruang
ganti.
“Ya Tuhan.. Ini bukan milikku..
Bagaimana ini?” segera kuperas baju ini dan memasukkannya ke dalam kantong
plastic, disatukan dengan bajuku. Setelah ini, aku pasti akan mendapatkan
sanksi dari Seongsaengnim karena tidak memakai baju olahraga. Tak apa..
Setidaknya baju milik Youngmin ini tidak akan rusak..
……………………….
#TBC

hmm..makin seru nih. oh iya cingu kalo boleh kasi saran,mending FF-mu di kirim aja ke wordpress pengelola FF aja. misal 'FFindo' gitu? kan disana banyak readernya . jadi biar semakin banyak yg ng-respon FF-mu. hehhehe ^^
BalasHapus#justsaran
Makasih banyak ya, udah mau baca FF ku ini. Hehe. Makasih juga sarannya. Tapi, ini baru pengalaman pertamaku buat FF. Aku takut gak ada respon. Hehe..
Hapus