Rabu, 18 April 2012

(FF) Little by Little #Part 6


#Part 6

Title       : Little by Little
Author  : Latifa N. K. (Song Hye Ri)
Cast       : Minwoo                             as                            No Min Woo
                  IU                                         as                            Lee Ji Eun
                  Youngmin                          as                            Jo Youngmin
                  And other cast
Genre   : Romance, Friendship
HAPPY READING…

                Minwoo dan Ji Eun mengantarkan Gyu Ri pergi ke Rumah Sakit dengan mengendarai taxi.
“Ahjussi.. Antarkan kami ke Rumah Sakit..” ujar Minwoo yang berada di jok depan.
“Ahjussi? Apa bisa lebih cepat sedikit?” Ji Eun tak kalah tegang dari Minwoo.
                Tak lama, waktu ditempuh kira-kira selama 30 menit. Mereka sudah sampai di Rumah sakit. Sementara Minwoo mengantarkan Gyu Ri ke dalam, Ji Eun hendak membayar taxi.
“Huft.. Sepertinya Minwoo sangat mencemaskannya.. Sampai-sampai hanya pingsan saja ia bawa ke rumah sakit.. Hmmm…” Ji Eun menghela napasnya saat melihat gedung rumah sakit yang begitu luas.
************
                Minwoo terlihat gelisah. Ia terlihat mondar-mandir (?) di depan pintu ruang pemeriksaan. Ji Eun yang menemukannya pun kagum dengan sikap Minwoo.
“Minwoo-ssi? Bagaimana keadaan Gyu Ri?” tanya Ji Eun melepaskan tas gendongnya.
“Aku tidak tahu.. Ia sedang diperiksa di dalam.. Semoga saja tidak apa-apa..” jawab Minwoo mulai duduk. Ji Eun mencoba melihat lewat kaca di pintu ruang pemeriksaan. Namun hanya terlihat samar-samar karena kacanya yang buram.
“Huft… Nam Gyu Ri.. Aku belum mengenalmu, tapi aku tahu akan gossip itu. Namun, aku tidak melihat sisi negatifmu dari gossip itu.. Kau terlihat baik dan menyenangkan…” gumam Ji Eun yang tak terdengar oleh Minwoo.
“Minwoo-ssi, aku pergi keluar dulu sebentar,” Minwoo tak menjawabnya. Ia hanya mengangguk mengiyakan.
************

                Ji Eun berjalan keluar dari Rumah Sakit. Ia hendak membeli minuman hangat untuk meredakan ketegangan Minwoo di Minimarket.
“Wah, bagus sekali kado ini. Apa kuberikan pada Gyu Ri?” Ji Eun terbelalak melihat sebuah kotak kado berisikan kalung indah. Saat aku memegangnya dan hendak kumasukkan ke dalam keranjang, ada seseorang dari belakangku yang mencoba menarik kado itu.
“Youngmin-ssi?!!!”
***********
“Apa Gyu Ri baik-baik saja, Dokter?” tanya Minwoo saat melihat Dokter keluar membuka stetoskop yang digantungkan di lehernya.
“Dia tidak apa-apa.. Dia hanya kelelahan saja… Jika anda ingin menjenguknya, silahkan..” Dokter pun pergi.
“Ghamsahamnida..” Minwoo membungkukkan kepalanya 90 derajat. Ia segera memasuki ruangan pemeriksaan. Terlihat Gyu Ri yang sudah duduk di kasurnya.
“Kau sudah sadar?” tanya Minwoo. Gyu Ri hanya tersenyum.
“Apa yang terjadi?” tanya Gyu Ri.
“Kau tadi pingsan. Apa kau baik-baik saja?”
“Mengapa kau mencemaskanku? Aku hanya pingsan saja..” Minwoo hanya membalasnya dengan senyuman.
**********
Ji Eun P.O.V
“Youngmin-ssi?!!” kagetnya aku melihatnya. Apa yang sedang ia lakukan disini?
“Sudah kubilang, aku bukan Youngmin… Kau ini..”
“Lalu, kau siapa??” tanya Ji Eun kebingungan.
“Apa usiamu sudah tua sehingga kau mudah lupa? Ah! Lupakan! Kembalikan apa yang tadi kau pegang. It’s mine…” ujarnya memberikan tanggannya dengan maksud meminta barang yang tadi kuambil.
“Youngmin-ssi.. Apa kau tidak ingat padaku? Aku Ji Eun.. Lee Ji Eun.. Ternyata berbeda sekolah bisa membuat orang lupa…” kugelengkan kepala.
“Ish.. Wanita ini.. Sudahlah! Kembalikan kado itu. Itu milikku..”
“Jinjja? Ah, ini baru saja akan kubeli. Siapa cepat, dia dapat.. Aku yang mendapatkannya duluan…”
“Aku! Aku membelinya di toko… Apa kau melihat harga yang tertera dari kado itu?”
“Ah, anio…”
“Jadi, kau masih tidak percaya?”
“Baiklah. Mianhae.. Lain kali jangan menyimpan barang berhargamu di sembarang tempat..” aku pun pergi menghampiri kasir untuk membayar apa yang kubeli. Setelah itu segera kembali ke rumah sakit.
                Langkah kakiku terhenti ketika melihat sebuah pohon sakura yang indah di taman Rumah Sakit.
“Wah, ternyata pohon sakura tumbuh baik di Rumah sakit ini.. Tidak hanya di Jepang…” tanpa pikir panjang, aku berlari menghampiri pohon itu.
“Ah, sejuknya disini…” aku duduk di bawah pohon. Kulihat pemandangan yang indah. Sampai-sampai pandanganku pun kabur dan gelap.
***********
(Ruang pemeriksaan)
“Ah, Kak Ji Eun dimana?” gumam Minwoo dengan pelannya. Namun, tetap saja Gyu Ri mendengarnya.
“Kau kesini dengan Kak Ji Eun?”
“Hmmm.. Ne.. Katanya dia sedang keluar. Tapi rasanya lama sekali.. Aku takut ada yang terjadi padanya..”
“Kau begitu mencemaskannya…” mata Gyu Ri mulai berkunang-kunang dan menunduk.
“Anio, Gyu Ri.. Bukankah aku sudah berjanji untuk menjagamu?”
“Aku tidak perlu dikasihani.. Gomawo karena kau sudah mencoba untuk mencemaskanku.. Itu adalah hal terindah dalam hidupku.. Kelak, kau pasti akan mendapatkan pasangan yang lebih baik dariku.. Seperti Kak Ji Eun..” Gyu Ri mulai menatap mata Minwoo dengan penuh harapan.
“Apa maksudmu??”
“Aku tahu kau sangat menyukainya.. Sudahlah, jangan memaksakan kehendakmu untuk mencoba menyukaiku.. Itu hanya akan membuatmu sakit…”
“Wae? Memangnya kenapa?”
“Kau tidak perlu tahu…”
**********
Ji Eun P.O.V
                Tiba-tiba sebuah ranting jatuh tepat di kepalaku.
“Aduh! Siapa yang melemparnya?!!” aku pun menatap ke atas.
“Hahaha… Aku kan ada di bawah pohon.. Pantas saja…” aku tertawa kecil sendirian. Tiba-tiba ada suara seseorang dari belakang. Menyerupai suara pria. Ia tertawa kecil.
“Kya! Siapa disana?!”
“Kak Ji Eun?” sapanya.
“Youngmin-ssi? Kau ada disini lagi? Apa kau sudah ingat aku sekarang? Syukurlah.. Tadi kita bertemu di minimarket dan kau tidak mengenalku sama sekali. Sungguh keterlaluannya dirimu!” kulempar ranting itu tepat di tubuh Youngmin yang ada di belakang pohon.
“Mwo?! Aku belum menemui Noona.. Aku baru bertemu Noona disini.. Aku melihat Noona sedang tertidur dengan pulas. Oh, sangat menghayati…” Youngmin meledekku!
“Kya! Ah, jinjja? Babo..” kupukul diriku sendiri. Tiba-tiba saja (tiba-tiba lagi.. Ckckck) ada seseorang (seseorang lagi.. Ckckckck) dari arah lain memanggil Youngmin.
“Kya! Hyung!” ujarnya dengan nada datar. Aku pun menengok ke arah belakang. Oh Tuhan! Dia mirip sekali dengan Youngmin! Apa ini mimpi?!
“Saeng? Dimana kado itu?” tanya Youngmin. Pria yang sangat mirip dengan Youngmin itu memberikan sebuah kado. Kado yang kutemukan di minimarket.
“Pria itu? Kado itu? Wajah itu?’ gumamku tak jelas.
“Oh ya, Kak, ini adikku, Kwangmin.. Saeng, ini temanku, Kak Ji Eun..” jelas Youngmin.
“Aku tidak perlu mengenalnya..” jawab Kwangmin dingin.
“Aku juga! Ternyata kalian kembar? Jinjja? Aku baru dengar sekarang.. Ckckck.. Pantas saja.. Ah, membuatku gila saja.. Tapi, kukira Youngmin adiknya..”
“Mwo? Kau meledekku bahwa aku tua, hah?”
“Anio! Mianhae..”
**********
(Ruang pemeriksaan)
“Dokter! Dokter!” teriak Minwoo di balik kamar. Ji Eun yang masih berada di luar kamar langsung menghampiri.  Dokter terlihat memeriksa Gyu Ri.
“Mwo?!!!” hanya terdengar itu dari telinga Ji Eun. Dokter keluar dan Minwoo terlihat sedih menatap Gyu Ri dengan tatapa kosong.
“Minwoo-ssi? Apa yang terjadi?” tanyaku pelan mencoba menghampiri Minwoo.
“Dia, dia meninggal, kak…”
“Mwo?!!! Jinjja?!! Secepat itukah?!! Cepat telepon keluarganya!!!” ia mencari ponsel Gyu Ri. Dan menemukan keluarganya. Keluarganya datang. Mereka terlihat histeris terutama Eommanya.
“Nak, apa yang terjadi dengan Gyu Ri?” tanya Appa Gyu Ri.
“Aku tidak tahu jelas.. Tadi aku melihatnya pingsan. Lalu, kubawa ke Rumah Sakit,” tiba-tiba Minwoo datang menjelaskan.
“Mianhamnida, Paman, Bibi… Menurut keterangan dokter ia hanya kelelahan, tapi tiba-tiba jantungnya berhenti berfungsi dan akhirnya….”
“Mwo?!!! Anakku!! Anakkku!!” Eomma Gyu Ri berlari masuk ke dalam kamar dan menangis lalu pingsan.
“Mianhamnida… Kami meminta maaf kepada keluarga besar anda…” ujar Ji Eun.
“Tidak apa-apa...” jawabnya sembari menangis.
*************
                Lima bulan kemudian setelah Gyu Ri dimakamkan. Keluarga sudah terlihat menerima. Sementara Minwoo sedang mencoba melupakannya.
“Minwoo-ssi.. Mianhae jika aku mengungkit masalah ini lagi… Mengenai Gyu Ri. Sebenarnya apa yang terjadi dengannya?” tanya Ji Eun penasaran. Minwoo hanya diam dan kembali mengingat Lima bulan yang lalu.
Flashback
“Minwoo-ssi, ada yang ingin kubicarakan padamu..”
“Silahkan..”
“Aku ingin meminta satu hal padamu. Aku akan bahagia jika kau melakukannya…”
“Apa itu?”
“Cintailah Kak Ji Eun… Karena aku tahu, kau sangat mencintainya… Meski kau coba melupakannya, tapi hatimu tidak dapat dibohongi.. Sebentar lagi, aku tidak bisa disisimu seperti saat ini. Jadi, kumohon… Kabulkan permintaan terakhirku ini..”
“Apa maksudmu?? Kita pasti akan selalu bersama, Gyu Ri..”
“Anio.. Ada kalanya aku tiada.. Dunia ini tidak kekal dan abadi.. Ada kematian dan kelahiran. Silih berganti.. Jadi, kumohon… Kau pasti bisa! Kak Ji Eun juga menyukaimu..”
“Darimana kau mengetahuinya?”
“Aku ini wanita.. Aku tahu perasaan wanita..”
“Aku tidak mengerti apa yang kau maksud..”
“Intinya, aku mencintaimu… Tapi, jagalah Kak Ji Eun.. Jangan sampai ia sepertiku.. Hehe..” Gyu Ri memeluk erat Minwoo. Minwoo membalasnya.
“Saranghaeyo, Minwoo…” bisiknya di telinga Minwoo.
“Aku juga… Perjalanan kita masih panjang.. Jangan kau bicarakan hal ini..” Gyu Ri tak menjawabnya. Dan tiba-tiba ia pingsan kembali. Minwoo tak merasakan ada kehidupan di diri Gyu Ri. Ia segera berteriak meminta pertolongan dari dokter.
Flashback end
“Ah, tidak… Ia tidak apa-apa.. Mungkin itu sudah takdirnya..” jawab Minwoo. Ia tak menceritakan apa yang Gyu Ri ucapkan.
“Oh ya, sekarang kita mulai lupakan peristiwa ini.. Gyu Ri sudah tenang di alam sana… Semoga..” Minwoo mengalihkan pembicaraan. Ji Eun terlihat bahagia bisa melihat Minwoo yang dulu lagi. Kembali ceria walaupun ada bayang-bayang masa lalunya bersama Gyu Ri.
********
                Minwoo kembali ke sekolah. Kini ia berangkat sekolah bersama Ji Eun dan duduk di kantin setelah istirahat tiba.
“Oh ya, dua hari lagi kakak berulang tahun. Ya kan?” tanya Minwoo.
“Kau tahu? Ah, mungkin.. Jangan memanggilku kakak lagi ya.. Jebal.. Aku merasa lebih tua darimu.. Meski begitu, tapi setidaknya kita sekelas… Hehe..”
“Baiklah… Kak Ji Eun. Eh, Ji Eun..” ujar Minwoo tersenyum.
“Iya… 16 Mei nanti… Waeyo? Mau memberi kado?? Hehe..”
“Ah, bagaimana kalau kita meneropong bintang?”
“Meneropog bintang? Sejak kapan kau bisa meneropong bintang, Minwoo?”
“Anio… Di salah satu tempat wisata kita bisa meneropong bintang disana..”
“Baiklah… Kedengarannya seru juga..”
“Baiklah.. Catat di agendamu ya..”
**********
                Di kamar Ji Eun, ia sedang duduk mengerjakan tugas dari seongsaengnim. Sekarang ia belajar dengan giat agar tidak tinggal kelas. Ji Eun pun istirahat untuk meminum air sebentar lalu melihat kalender. Ia membulatkan tanggal 16 Mei dengan spidol berwarna merah bertuliskan ‘janji dengan Minwoo jam 7 malam’. Ia senyum-senyum sendiri melihat kalender itu.
**********
                Bagaimana kisah selanjutnya? Apa yang akan terjadi saat ulang tahun Ji Eun?? Kita lihat kelanjutannya di part selanjutnya.. J Mianhae kalau FF ini kurang menarik. Ini adalah FF pertamaku, jadi mohon penilaiannya, kritik dan saran juga sangat membantu… Gomawo..

| Free Bussines? |

Tidak ada komentar:

Posting Komentar