Senin, 23 April 2012

(FF) Little by Little #Part 7


#Part 7

Title       : Little by Little
Author  : Latifa N. K. (Song Hye Ri)
Cast       : Minwoo                             as                            No Min Woo
                  IU                                         as                            Lee Ji Eun
                  Youngmin                          as                            Jo Youngmin
                  And other cast
Genre   : Love (?)

HAPPY READING…

Ji Eun P.O.V
                Keesokan harinya, di pagi yang cerah. Awan-awan terlihat pergi kesana-kemari seperti mencari sesuatu. Aku pun segera membuka mataku dari mimpi semalam. Akhirnya, seperti biasanya aku pergi ke sekolah dengan menaikki bis. Saat di halte bis, kulihat Youngmin disana. Entah Youngmin atau kembarannya Youngmin. Ah, aku tak peduli. Tapi, saat ia melihatku, seakan ia mengenaliku. Pasti itu Youngmin. Karena, ia tidak terlihat pendiam dan cuek seperti kembarannya.
“Kak Ji Eun? Baru berangkat sekolah?” sapanya.
“Ah? Youngmin-ssi.. Ne.. Baru saja.. Kau sendiri?”
“Tentu saja,”
“Tidak biasanya aku melihat kau naik bis ke sekolah. Apalagi pergi ke halte bis ini..”
“Oh ya, sebentar lagi Noona ulang tahun tanggal 16 Mei, ya kan?”
“Mengapa kau bisa tahu?”
“Tentu saja aku harus tahu…”
“Mwo??”
“Ah, bagaimana jika kita merayakannya dengan berjalan-jalan di kota Seoul?”
“Mwo?? Ah, apa pacarmu tidak akan marah??”
“Tidak.. Lagipula, saat ini aku tidak memiliki pacar…” jawabnya menatapku. Apa? Ia sudah tidak berhubungan dengan pacarnya lagi? Ia tidak memiliki pacar? Lalu, mengapa hatiku seakan-akan senang? Apa aku masih menyimpan perasaan padanya? Bukankah aku menyukai Minwoo? Memang, dulu aku menyukai Youngmin. Tapi itu dulu sebelum ia memiliki pacar…
“Jinjja?”
“ya sudah, kita ajak teman saja.. Kau mengajak temanmu juga.. Ok?”
“Baiklah. Oh ya, bisnya datang. Aku duluan ya..” aku pun pergi meninggalkan Youngmin. Karena jurusan bis kami berbeda. Aku  masih teringat kalimat yang ia ucapkan. Apa benar? Ah… Lupakan!
*******
                Di sekolah, saat istirahat tiba. Semua murid berhamburan keluar dari kelasnya. Seakan-akan mereka bebas dari penjara yang mengikatnya setelah beberapa jam. Mereka segera menyerbu kantin. Ji Eun dan teman wanitanya pun pergi ke kantin. Namun, saat melihat banyak murid sedang mengantri, mereka memutuskan untuk duduk di meja yang akan mereka gunakan untuk makan.
“Oh ya, aku ingat.. Kau mau ikut?” tanya Ji Eun pada Hyeri, teman baru Ji Eun.
“Ikut? Kemana?”
“Tanggal 16 Mei, kita pergi bersama… Ok?”
“Bukankah itu hari ulang tahunmu?”
“Arasseo… Kita berjalan-jalan di sekitar Seoul bersama temanku juga..”
“Oh. Baiklah,” Ji Eun terlihat mencari seseorang. Ia kembali melihat ke seluruh titik sekolah. Sepertinya ia sedang mencari Minwoo. Biasanya Minwoo saat istirahat selalu menghampiri kantin. Tapi, kali ini tidak. Ia tidak terlihat disana..

                Di sisi lain, Minwoo sedang diam termenung. Ia sedang memikirkan sesuatu.
“Apa aku harus melakukannya sekarang? Apa aku harus mewujudkan apa yang Gyu Ri inginkan?” gumam Minwoo. Ternyata, ia teringat akan keinginan Gyu Ri.
“Tapi, apa Ji Eun juga menyukaiku? Apa ia akan mengerti?” gumamnya lagi terlihat gelisah.
“Gyu Ri-ssi.. Kau membuat permohonan yang susah untuk kuwujudkan…”
********
#Skip
                Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu pun datang. Tanggal 16 Mei pun datang. Dari kamar seseorang, terlihat wanita sedang mencari pakaian dan bersiap-siap untuk malam ini. Ya, dialah Ji Eun. Tiba-tiba ia teringat saat melihat agenda di kalendernya.
“Mwo?!! Aku lupa! Hari ini aku berjanji untuk meneropong bintang.. Babo! Aku juga sudah terlanjur berjanji pada Youngmin.. Ah, aku harus bagaimana?” ia pun segera mengambil tindakan untuk menelepon salah satu dari mereka.
(Percakapan via telepon)
Ji Eun                     : Yeoboseyo?
Youngmin            : Yeoboseyo? Kak Ji Eun? Bagaimana? Apa kau sudah siap? Aku sedang dalam perjalanan..
Ji Eun                     : (ah, dia sudah di perjalanan…) Jinjja? Oh… Tapi..
Youngmin            : Oh ya, aku sedang menyetir mobil. Jika ada yang ingin disampaikan, nanti saja di taman. Ok? Aku tunggu…
Ji Eun                     : Oh? Ok.
                Youngmin menutup teleponnya.
“Aduh, apa yang harus kulakukan? Jam yang dijanjikan pun sama.. Bagaimana ini? Youngmin sudah di jalan.. Sementara jika aku membatalkannya dengan Minwoo, Minwoolah yang pertama kali membuat janji denganku..” Ji Eun segera mencoba mengirim pesan pada Minwoo.
To           : Minwoo
                Minwoo-ssi, kau sedang dimana? Bisakah kita membatalkan pertemuan ini?
                Tak lama, Minwoo membalasnya.
From     : Minwoo
                Aku sedang di rumah… Waeyo? Apa ada kesibukan lain?
To           : Minwoo
                Ne.. Aku tidak bisa… Apa tidak apa-apa? Bagaimana jika besok kita meneropong bintang?
From     : Minwoo
                Ah, gwaenchana.. Jika ada kesibukan lain, tidak apa-apa… Kapan-kapan kita bisa melakukannya.. Lagipula, aku belum sampai di tempat tujuan…
To           : Minwoo
                Jinjja? Baguslah kalau begitu. Jadi, aku merasa lega… Hehe.. Mianhae, Minwoo.. Mianhae…
From     : Minwoo            
                Gwaenchana, Ji Eun-ssi… Hehehe… :D Bersenang-senanglah! Saengil Chukkahamnida… J
To           : Minwoo
                Gomawo.. :D
From     : Minwoo
                ^_^

“Ah, maafkan aku, Minwoo.. Aku berbohong padamu.. karena kau belum siap dan masih di rumah, jadi aku membatalkannya saja.. Ah, mianhae!!!!” Ji Eun segera menyimpan ponselnya di tas kecil yang ia bawa. Terlihat Hyeri sudah datang.
*******
                Di tempat lain,
 “Mianhae.. Aku berbohong padamu.. Sebenarnya aku sudah disini.. Di tempat meneropong bintang.. Tapi, karena kau sibuk, sebaiknya kita batalkan saja… Mianhae..” Minwoo berbicara sendiri pada foto Ji Eun yang ia gunakan sebagai wallpaper ponselnya. Ia pun pergi meninggalkan tempat itu.
*******
Ji Eun P.O.V
                Setelah sampai di taman, kulihat dua orang pria disana. Youngmin dan seseorang yang sedang berbalik badan.
“Noona? Sudah datang?” sapa Youngmin. Aku dan Hyeri pun menghampirinya.
“Ne.. Kau bersama siapa?” tanyaku melihat seorang pria disampingnya. Ia pun berbalik badan dan ternyata… Pria itu adalah Minwoo!!!! Oh Tuhan!! Bagaimana ini???!! Aku sudah berbohong padanya!! Tapi, Minwoo terlihat menutupi keheranannya. Aku terlihat gugup melihat Minwoo.
“Aku bersama Minwoo.. Noona?”
“Oh.. Ini Hyeri…” jawabku dengan menunduk.
“Noona kenapa? Oh… Pasti bosan dengan suasana disini.. Baiklah. Bagaimana jika kita pergi ke Café itu?” ajak Youngmin menunjuk sebuah café di dekat taman.
“Ide yang bagus!” jawab Hyeri antusias. Mereka berdua sudah ada di depan. Sementara aku dan Minwoo masih diam di tempat. Tanpa menatapku, Minwoo sudah pun pergi mengikuti Youngmin dan Hyeri.
“Minwoo-ssi.. Mianhae..”

 (Di Café)
                Youngmin memanggil pelayan dan memesan makanan atau minuman.
“Aku pesan Orange Juice…” ujar Hyeri.
“Cappucino satu…” sambung Youngmin.
“Ice Chocolate..” ucapku dan Minwoo bersamaan. Aku pun menatap Minwoo. Tapi, Minwoo yang tahu aku dan ia mengucapkannya, ia hanya diam tak memberikan reaksi apapun.
“Wah, selera kalian sama… Jangan-jangan..” tebak Hyeri.
“Jangan-jangan kalian berpacaran?” sambung Youngmin.
“Ah, andwae…” jawabku sendiri. Minwoo hanya diam. Namun, yang lainnya tidak merasa aneh dengan sikap Minwoo. Hanya aku yang merasakannya.
                Tak lama, pelayan datang membawa pesanan kami.
“Oh ya, Saengil Chukkahamnida, Kak…” Youngmin memberikan sebuah hadiah.
“Ah, Gomawo…” jawabku.

“Ada satu lagi…” sambung Youngmin. Tiba-tiba ucapanya terhenti saat ada telepon dari seseorang yang menelepon Minwoo.
“Ah? Ok.. Baiklah…” itu yang terdengar dari mulutnya.
“Hmm, aku duluan ya.. Ada sesuatu yang harus kukerjakan.. Youngmin, mian, aku tidak bisa menemanimu.. Jaga mereka berdua.. Ok? Oh ya, aku pamit… Bye..” Minwoo pergi tanpa meminum satu kalipun dari minuman yang ia pesan. Ada apa dengannya? Apa ia benar-benar marah? Sebelumnya, Minwoo belum pernah marah seperti ini.. Apa aku sudah kelewatan? Tapi, bukankah kita tidak memiliki hubungan special? Lalu, mengapa harus marah jika aku membuat janji dengan Youngmin? Ah.. Sangat rumit…

TO BE CONTINUED
                Apa yang akan terjadi selanjutnya?? Apa Minwoo benar-benar marah pada Ji Eun? Lalu, bagaimana dengan Youngmin? Apa sebenarnya hadiah yang ia berikan? Tunggu kelanjutannya hanya di Little by Little.. (Hehe) J Mianhae kalau FF ini kurang menarik, berbelit-belit. Ini adalah FF pertamaku, jadi mohon penilaiannya, kritik dan saran juga sangat membantu… Gomawo..

| Free Bussines? |

2 komentar:

  1. Aku kira gak ada yang baca FF ini.. hehe.. Makasih.. Sekarang aku mau post ep. lainnya..

    BalasHapus